Abstrak
Perkembangan zaman dan teknologi memberikan akses kemudahan dalam memperoleh informasi di media sosial. Belakangan ini muncul budaya flexing yang hampir semua orang mencari kepopularitas. Istilah flexing biasanya digunakan untuk orang-orang yang sering memamerkan kekayaan. Pengaruh sosial dan budaya sangat penting dalam mempengaruhi kontekstualisasi nilai-nilai Islam, terutama dalam memahami fenomena flexing dan konsep tahadduts bi al-ni’mah. Pendekatan kontekstual dapat membantu dan menganalisis interaksi nilai-nilai Islam dan praktik sosial kontemporer dalam hubungan fenomena flexing dan konsep tahadduts bi al-ni’mah. Dengan memahami fenomena flexing sebagai bagian dari budaya modren, pendekatan ini membantu untuk melihat bagaimana konsep tahadduts bi al-ni’mah dapat menjadi panduan dalam bersikap di era media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian library research (penelitian pustaka) yang menggunakan metode maudhu''i, yaitu suatu metode yang menghimpun satu tema tertentu, lalu menggali dan menganalisis untuk menjelaskan makna dan kaitan ayat dalam tema yang dibahas. dan juga menggunakan teori Tafsir Maqashidi, yaitu metode penafsiran yang menggali dan menetapkan maqashid ayat-ayat Al-Qur''an. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa flexing memiliki dampak positif yang disebut dengan tahadduts bi al-ni’mah. Dalam tahadduts bi al-ni’mah memiliki batasan-batasan dalam menyampaikan nikmat, yaitu: 1.Niat untuk bersyukur, 2. Mengedukasi dan memberi inspirasi, 3.Terhindar dari sifat sombong, dan 4. Ekspresi rasa syukur. Tafsir Maqashidi dengan fokus utama untuk menggali dan menetapkan maqashid dari ayat-ayat Al-Qur’an dengan tujuan untuk mewujudkan hayat al-tayyibah. Terdapat nilai-nilai maqashid yaitu, al-hafdz al-din, al-hafdz al-nafs, al-hafdz al-aql, al-hafdz al-nasl, al-hafdz al-mal, di tambah lagi dengan dua kategori yaitu, al-hafdz al-daulah dan al-hafdz al-bi’ah. Dan memiliki lima aspek nilai, yaitu nilai kemanusiaan, nilai keadilan, nilai moderasi, nilai kesetaraan, dan nilai kebebasan yang disertai dengan tanggung jawab. Flexing dan tahadduts bi al-ni''mah adalah hal yang berbeda tetapi memiliki makna yang berdekatan. Yaitu, sama-sama menunjukkan suatu kenikmatan yang ia miliki sebagai bentuk tanda syukur. Maka, dalam hal ini perlu untuk mengetahui batasan-batasan yang sesuai dengan ajaran agama Islam agar terhindari dari perbuatan riya’.