Abstrak
Skripsi ini disusun oleh Yuslimah, NIM. 3220140 yang berjudul “Analisi Kinerja Program Keluarga Harapan Menurut Ekonomi Islam.( Studi Kasus Di Jorong VII Polongan Dua, Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman)”. Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Dibawah bimbingan Bapak Zuwardi, MA. Adapun yang melatar belakangi penulis membahas ini karena masih besarnya jumlah penduduk miskin dan rendahnya tingkat pendidikan di Jorong VII Polongan Dua. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui bagaimana Kinerja yang dilakukan oleh Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Mengurangi Angka Kemiskinan Menurut Perspketif Ekonomi Islam di Jorong VII Polongan Dua Kecamaan Rao Kabupten Pasaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dan penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisi deskriptif kualitatif. Tahapan yang dilakukan yaitu dengan Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa kinerja PKH dalam mengurangi angka kemiskinan di Jorong VII Polongan Dua sudah menunjukkan secara baik dapat mengurangi kemiskinan yang ada di Jorong VII Polongan Dua yaitu dibuktikan dengan KPM yang sudah berkurang,dan juga dari segi ekonomi dan dari segi pendidikan sudah meningkat. Tetapi dalam prinsip Ekonomi Islam ada yang sudah sesuai ada juga yang belum sesuai, yang sesuai yaitu aspek Tauhid/ keimanan dan aspek kenabian dibuktikan dengan sikap pegawai pemerintah dan pendamping PKH dalam mendistribusikan bantuan sebagian telah sesuai dengan aspek kenabian, dan yang belum sesuai yaitu aspek keadilan, Khilafah dan Ma’aad,dibuktikan pada tidak meratanya distribusi pendapatan, dan dari segi anggota nya dalam menggunakan bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan kegunanaannya juga PKH di Jorong VII Polongan Dua dapat dikatakan belum efektif. Hal ini di dasarkan pada tidak tepat sasarannya karena keadaan sebagian peserta PKH tergolong mampu secara ekonomi. Selain itu juga terdapat perubahan kesejahteraan yang dirasakan oleh penerima PKH meskipun tidak secara keseluruhan.