Abstrak
Skripsi ini dilatarbelakangi dengan masih adanya peserta didik yang kurang memiliki karakter religius seperti masih adanya siswa yang tidak ikut sholat berjama’ah, siswa sering telat mengikuti kegiatan tahfizd dan wirid bulanan, siswa masih bersikap acuh terhadap aturan agamanya.Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif, informan dalam penelitian ini yaitu siswa SMA Negeri 1 Sungai Puar yang menjadi informan kunci guru PAI dan Wakil Kurikulum Sekolah SMA Negeri 1 Sungai Puar yang menjadi informan pendukung. Data yang dikumpulkan dalam bentuk observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan teknik analisis data deskriptif maksudnya data yang diperoleh tidak dituangkan dalam bentuk angka statistic melainkan tetap dalam bentuk kualitatif. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan teknik triangulasi data. Beradasarkan hasil wawancara dengan stake horder pendidikan di lingkungan SMA Negeri 1 Sungai Puar bahwa pembentukan karakter religius siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar (PBM) dari hasil wawancara terkait menyediakan kurikulum secara spesifik tidak ada, namun ada dalam bagian dari kurikulum nilai yang disebut dengan hidden curriculum bahwa karakter religius itu terintergrasi dalam mata pelajaran PAI dan mata pelajaran lainnya seperti PPKN dan program keagamaan yang sudah disediakan oleh sekolah. Dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter religius dilakukan dalam empat metode yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan, metode nasehat dan metode hadiah dan hukuman. Adapun faktor pendukung adalah semua warga sekolah dan para guru dapat menjadi teladan yang baik bagi siswa, dan faktor penghambat adalah ada diantara siswa yang berteman dengan anak yang tidak sekolah yang membuat kelakuannya melenceng.