Abstrak
ABSTRAK Skripsi dengan judul Penerapan Metode Yanbu’a Dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Di TPQ Baiturrahmah Nagari Padang Laweh Kec. Sungai Pua Kab. Agam, yang ditulis oleh Lailaturrahmawati (NIM. 2119189), Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djambil Djambek Bukittinggi. Latar belakang di tulisnya skripsi ini adalah penerapan metode yanbu’a dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. Berdasarkan fenomena-fenomena yang peneliti temukan bahwa di saat pembelajaran membaca Al-Qur’an penulis melihat masih kurangnya persiapan santri, sehingga kurangnya konsentrasi dalam mempelajari membaca Al-Qur’an. Selain itu fenomena yang dapat peneliti temukan yaitu Sebagian santri kurang disiplin dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an, serta ditemukan yang malas-malasan mengikuti kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an, dan bermain-main dalam belajar. Akibatnya beberapa santri tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, artinya peneliti akan melihat fenomena yang terjadi di masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru pengajar Al-Qur’an TPQ Baiturrahmah, sedangkan informan pendukung adalah santri TPQ Baiturrahmah. Wawancara dan observasi merupakan teknik yang peneliti lakukan dalam mengumpulkan data serta didukung pula oleh dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan peneliti didapati bahwa penerapan metode yanbu’a dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di TPQ Baiturrahmah yaitu: Menerangkan pokok pembelajaran kepada santri danMemberikan contoh tajwid yang benar. Selanjutnya guru menyimak bacaan murid dengan sabar, teliti dan tegas, dan memberikan teguran ketika ada bacaan yang salah melalui isyarat atau ketukan, serta menunjukan bacaan yang benar apabila murid benar-benar tidak bisa. Selanjutnya bila anak sudah lancar dan benar, guru menaikkan halaman dengan memberi tanda centang di samping nomor halaman atau ditulis dibuku absensi ketika anak tersebut sudah lancar dan benar membacanya. Bila anak belum lancar dan benar atau masih banyak kesalahan jangan di naikkan dan harus mengulang , dengan diberi tanda titik di samping nomor halaman atau dibuku absensi, yang terkahir waktu belajar 60-75 menit dalam pembagian waktu: 15-20 menit untuk membaca Do’a dan menerangkan materi pembelajaran . 30-40 menit untuk mengajar secara individua tau menyimak anak satu persatu. 10-15 menit untuk memberi pembelajaran tambahan seperti membaca ayat-ayat pendek, do’a sehati-hari atau bacaan sholat dan do’ a penutup. Latihan untuk memantapkan pemahaman ilmu tajwid dilakukan guru dengan memberi penugasan pada santri dirumah dengan cara mengulang membaca dan memahami tajwid yang telah di ajarkan, ustadzah selalu , mengingatkan santri untuk selalu mengulang pembelajaran Al-Qur’an.