Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kelas V B MIN Bukittinggi, pembelajaran fiqh yang disampaikan masih dijumpai beberapa permasalahan. Setelah diadakan TKM (Tes Kendali Mutu), dari jumlah siswa 37 anak, rata-rata nilai pembelajaran fiqh hasilnya dengan rata-rata 62,7. Nilai tersebut belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) karena KKM pelajaran fiqh materi shalat kelas V B MIN Bukittinggi adalah 78. Hasil tersebut menunjukkan bahwa anak didik belum menguasai materi secara maksimal. Fokus dalam penelitian ini adalah 1) pembelajaran fiqh melalui metode demonstrasi berbantu video di kelas V B MIN Bukittinggi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, 2) pembelajaran fiqh melalui metode demonstrasi berbantu video di kelas V B MIN Bukittinggi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah PTK dan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan data dan analisisnya melalui kajian-kajian reflektif, partisipatif, dan kolaboratif. Penelitian ini dilakukan di kelas V B MIN, dengan jumlah peserta didik 37 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober s/d November 2016, mulai dari siklus I s/d seterusnya. Hasil penelitian yang penulis lakukan ini, bahwa 1) Dari pengelolaan data dapat diketahui bahwa metode demonstrasi berbantu video pembelajaran merupakan metode yang efektif digunakan dalam pelajaran fiqh terutama pada materi praktek seperti halnya; materi ibadah haji dan umrah, 2) Hasil pembelajaran siswa meningkat di mana pada siklus I, di mana: a) penilaian kognitif, ketuntasan anak diperoleh hanya 53,9%, dan tidak tunas diperoleh sebanyak 46,1%; a) penilaian afektif, ketuntasan anak diperoleh ketuntasan anak diperoleh sebanyak 73%; dan c) penilaian psikomotor, ketuntasan anak diperoleh 42,30%. Dengan demikian dapat dipahami bahwa dari pengamatan siklus I tidak tuntas. Sementara pada pada siklus II pertemuan 1 dan 2, rata-rata 84,59 pada pertemuan 1 dan 89,72 pertemuan 2 dan nilai ketuntasan 75,7% pada pertemuan 1 dan 100% pada pertemuan II.