Abstrak
ILHAM BARITA SIREGAR, NIM 20120022. Tesis dengan judul “IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 6 AGAM”. Prodi S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Latar belakang peneliti membuat tesis ini adalah pentingnya penenaman nilai-nilai pendidikan karakter di MTsN 6 Agam. Pembentukan dan penanaman karakter yang positif terhadap siswa sangat di perlukan, melalui implementasi pendidikan karakter di lembaga pendidikan, dan sekaligus sebagai upaya pembangunan manusia Indonesia yang berakhlak budi pekerti yang mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter di MTsN 6 Agam (1) disiplin, (2) mandiri, (3) bersahabat/komunikatif, (4) peduli sosial, (5) tanggung jawab di MTsN 6 Agam guna mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, artinya penulis akan melihat fenomena yang terjadi di lapangan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru MTsn 6 Agam, sedangkan informan pendukungnya adalah siswa MTSn 6 Agam, kepala sekolah MTsN 6 Agam, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan didukung dengan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di MTsN 6 Agam dengan cara memasukkan pendidikan karakter ke dalam kurikulum sekolah. Pelaksanaan implementasi dengan mengintegrasikan karakter dalam mata pelajaran, kegiatan pengembangan diri, dan budaya sekolah. Pembelajaran didalam kelas, yakni nilai-nilai karakter sudah termuat pada setiap materi yang ada dalam mata pelajaran. Kemudian melalui program pengembangan diri, yakni setiap kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Adapun program pengembangan diri itu adalah: pertama, kegiatan rutin diantaranya melakukan absensensi, upacara bendera, sholat dhuha, dzikir, tahfiz, sholawatan, gerakan seribu, sedekah setiap hari, piket siswa, sholat dhuhur dan muhadarah dan yasinan. Kedua, kegiatan spontan yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah dan staf yaitu memberikan teguran, nasehat, sanksi dan contoh kepada siswa yang melakukan hal kurang tertib di sekolah pada saat itu juga. Ketiga, keteladan yang diberikan oleh guru, kepala kepala sekolah dan staf berusaha datang lebih awal, berpakaian rapi sesuai dengan seragam harian dan berbicara sopan, lemah lembut penuh kasih sayang, membuang sampah pada tempatnya. Keempat, Pengkondisian meliputi ketersediaan sarana dan prasarana sekolah dalam implementasi pendidikan karakter. Selanjutnya budaya sekolah yaitu menciptakan suasana keteraturan di kelas dan disekolah dengan membuat aturan dan tata tertib sekolah.