Abstrak
Risky Aryska Putri R.Y./2417113/2022: “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 IV Koto” . Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan di kelas VIII SMP Negeri 1 IV Koto bahwa kemampuan siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah masih rendah. Salah satu alternatif pembelajaran yang diduga dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Connecting, Organizing, Reflecting, Extending. Model pembelajaran CORE adalah suatu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Connecting, Organizing, Reflecting, Extending berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 1 IV Koto. Hipotesis penelitian adalah “kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Connecting, Organizing, Reflecting, Extending berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 1 IV Koto”. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Sedangkan populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 IV Koto. Pengambilan sampel dilakukan secara acak yang terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas VIII.2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.4 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematika berupa tes essay. Teknik analisis data kemampuan pemecahan masalah matematika adalah dengan menggunakan uji t yang diperkuat dengan Software Minitab. Berdasarkan analisis hasil tes pemecahan masalah matematika siswa yang dihitung dengan menggunakan uji-t. Dengan hasil thitung = 2,23 dan ttabel = 1,68 karena thitung > ttabel berarti H0 ditolak pada taraf nyata α = 0.05, serta dengan menggunakan Software Minitab diperoleh P-Value= 0,016 yang artinya P-Value α dengan taraf nyata (α) = 0,05 berarti H_0 ditolak dan H_1diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Connecting, Organizing, Reflecting, Extending berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 1 IV Koto”.