Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

PELAKSANAAN TRADISI PEMAMANEN DI KABUPATEN ACEH TENGGARA DI TINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Islam•9 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Thesis ini berjudul “PELAKSANAAN TRADISI PEMAMANEN DI KABUPATEN ACEH TENGGARA DI TINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM”. Pemamanen merupakan tradisi yang biasa dilakukan dan sudah sangat dikenal oleh masyarakat Kab. Aceh Tenggara. Pada dasarnya pemamanen merupakan sebuah tradisi yang sangat baik dalam upaya tolong menolong dan mengikat tali silaturrahmi dan mempererat kekerabatan antara keluarga. Namun, pada kenyataan yang terjadi dimasyarakat, konsep tolong menolong tersebut bergeser menjadi unsure keterpaksaan, karena paman harus berhutang demi memenuhi keinginan dari saudara perempuannya ataupun keponakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkan bagaimana pelaksanaan tradisi pemamanen dan apa pendapat masyarakat terhadap tradisi tersebut, serta mengungkap bagaiman tinjauan hukum islam terhadap pemamanen . Dengan metode pendekatan kualititatif, yang analisis dengan observasi, wawancara pihak terkait, dan sumber-sumber ilmiah serta dokumentasi terkait pemamanen sebagai metode pengumpulan data. Sehingga dengan proses tersebut, diperoleh kesimpulan sebagai jawaban dari pertanyaan di atas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi pemamanen di Kab.Aceh Tenggara di lakukan dengan berbagai proses dan tahapan, diantaranya yaitu membuat kesepakatan yang disebut dengan ngelumbe, tahapan tebekhas, acara mbagah, mempersiapkan segala keperluan untuk menyambut paman yang datang, dan disaat yang bersamaan, pihak paman yang datang juga menyiapkan segala keperluan yang akan di bawa yang sudah disepakati sebelumnya (kado, uang pelawat, kuda, pakaian adat), lalu menjagai pada malam harinya dan membuat acara hiburan. Selain itu peneliti juga menemukan tahapan lainnya yaitu mengembalikan kasur yang sudah dipinjamkan terlebih dahulu oleh paman pada hari ke tiga atak ketujuh kerumah paman. Disamping itu, penelitian ini juga menemukan pandangan masyarakat Kab Aceh Tenggara terhadap tradisi pemamanen bahwa masyarakat sudah mulai keberatan dengan pelaksaan pemamanen masa sekarang yang sudah melenceng dari konsep tolong menolong, yang mana sangat memberatkan pihak paman hingga membuat pihak paman sampai berhutang untuk memenuhinya. Namun jika dilihat dari pandangan hukum Islam, tradisi pemamanen ini merupakan sebuah kebiasaan yang baik yang sesuai dengan ‘urf ash shahih, dan mengandung nilai silaturrahmi dan tolong menolong yang dianjurkan dalam Islam. Hanya saja pada pelaksanaannya tergolong kepada ‘urf al fasid yang bertentangan dengan hukum Islam, karena selain memberatkan pihak paman pelaksanaan tradisi pemamanen sekarang juga sudah berlebih-lebihan dari aturan yang seharusnya dan mengandung unsure bermegah-megahan, yang mana Islam sudah jelas melarang berprilaku berlebih-lebihan tersebut. Kata Kunci : Hukum Islam, Tradisi, Pemamanen, Pandangan masyarakat, , Aceh Tenggara

Kata kunci

Hukum Islam, Tradisi, Pemamanen, Pandangan masyarakat, , Aceh Tenggara

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PELAKSANAAN TRADISI PEMAMANEN DI KABUPATEN ACEH TENGGARA DI TINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM2021 · oai:ais:skripsi:9294

Publikasi terkait