Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Pemberian Uang Boli Dalam Proses Pernikahan Menurut Adat Tapanuli Di Desa Gumarupu Baru Kecamatan Portibi Menurut Perspektif Hukum Islam

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•7 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Pemberian Uang Boli Dalam Pernikahan Adat Tapanuli di Desa Gumarupu Baru Kecamatan Portibi Menurut Perspektif Hukum Islam, yang di tulis oleh Riky Sutan Pirnanda, NIM. 1119132, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah), Fakultas Syari‟ah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana praktik Uang Boli dalam pernikahan dan keberadaan Uang Boli dalam pelaksanaan pernikahan ditinjau dari hukum Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menjelaskan praktik Uang Boli dalam pernikahan, untuk mengetahui serta menjelaskan pandangan hukum Islam terhadap keberadaan Uang Boli dalam pelaksanaan pernikahan di Desa Gumarupu Baru. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research), untuk mendapatkan data-data dari perrmasalahan yang diteliti menggunakan metode kualitatif dengan sumber data primer yaitu suami istri yang telah melaksanakan pernikahan, tokoh adat, hatobangon, dan kepala Desa, data sekunder yaitu, profil Desa Gumarupu Baru dan didukung dengan buku-buku adat. Hasil penelitian yang penulis temukan bahwa sebelum melaksanakan pernikahan ada aturan adat yang harus dijalankan oleh masyarakat Desa Gumarupu Baru Kecamatan Portibi yaitu calon suami harus membayar uang boli kepada calon istri dalam proses perhitungan keluarga terlebih dahulu. Pandangan Hukum Islam terhadap keberadaan uang boli dalam pelaksanaan pernikahan adalah termasuk kepada golongan „urf shahih, hal ini berdasarkan syarat-syarat „urf dijadikan sebagai sumber hukum Islam yaitu, adat tersebut bernilai maslahat, karena berdampak pada kebaikan antara pihak laki-laki maupun perempuan, untuk memperlihatkan keseriusan untuk menikah, memperlihatkan rasa tanggung jawab laki-laki, memperlihatkan kemapanan laki-laki. Selanjutnya dalam pemberian sanksi bertujuan agar nantinya masyarakat tidak mudah membatalkan sebuah hubungan dan mengingkari janji yang telah dibuat bersama. Adat tersebut berlaku kepada setiap orang yang melaksanakan pernikahan, adat tersebut telah berlaku secara turun temurun sampai sekarang ini, adat tersebut tidak bertentangan dan tidak melanggar dalil syara‟. Kata kunci: Pemberian Uang Boli, Pernikahan Adat Tapanuli, Perspektif hukum Islam.

Kata kunci

Kata kunci: Pemberian Uang Boli, Pernikahan Adat Tapanuli, Perspektif hukum Islam.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pemberian Uang Boli Dalam Proses Pernikahan Menurut Adat Tapanuli Di Desa Gumarupu Baru Kecamatan Portibi Menurut Perspektif Hukum Islam2023 · oai:ais:skripsi:13171