Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Konsep Jiwa Menurut Mulla Sadra” yang ditulis oleh Syafni Hasri Budiman, NIM 4517021, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi, Tahun 2021/1442 H. Jiwa yaitu sosok non fisik yang berada di dalam tubuh manusia dan ia bertanggung jawab untuk setiap perbuatan yang dilakukannya selama didunia. Eksistensi jiwa terbentuk ketika bergabung dengan raganya dan tidak akan berfungsi jika jiwa dan raga sudah berpisah. Pembahasan mengenai jiwa sudah ada sejak zaman filosof Yunani Kuno dan pembahasan jiwa di dalam Islam tidak hanya dibahas oleh para filosof tapi juga dibahas oleh ahli tasawuf. Berdasarkan latar belakang inilah penulis bermaksud untuk meneliti dan mengkaji pemikran yang dipaparkan oleh Mulla Sadra dengan rumusan masalah Bagaimana masa depan jiwa setelah mati menurut Mulla Sadra Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) yang objek penelitiannya adalah pandangan tokoh tentang jiwa. Sadangkan pendekatan penelitiannya adalah deskriptif-analitik. Data diperoleh dari sumber- sumber karangan Mulla Sadra seperti buku, jurnal dan sumber- sumber lainnya yang berkaitan dengan tema. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pertama, mengumpulkan karya- karya yang berkaitan dengan jiwa dan penelitian- penelitian lain yang relevan. Kedua, melakukan seleksi sumber inti dari sumber pendukung. Ketiga melakukan telaah/analisis terhadap pemikiran Mulla sadra tentang konsep Jiwa dan sumber- sumber pendukung lainnya. Hasil penelitian yaitu. Mulla Sadra berpendapat bahwa jiwa setelah mati tidak akan hancur dengan kematian badan, dan hakikat dari kematian itu adalah proses berpisahnya jiwa dari materi (badan) dan jiwa akan berpindah kealam lain dan akan mendapatkan balasan dari perbuatan selama di dunia. Ketika kebangkitan nanti Sadra mengatakan bahwa yang dibangkitkan adalah badan imajinal bersambung (muttasil) yang muncul dari jiwa imajinasi yang sudah ada sejak manusia hadir di dunia dan terus bersama manusia setelah kematian, karena daya tersebut tidak lain adalah daya sempurna yang ada pada diri manusia.