Abstrak
ABSTRAK Skripsi atas nama ISMA SYAHFITRI NIM 4515.005, dengan judul: “FENOMENA TRADISI ZIARAH KUBUR DI MAKAM SYEIKH IBRAHIM MUFTI DI NAGARI TARAM KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA”. Program studi Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi. Ziarah kubur ialah mengunjungi, mendoakan makam kerabat, keluarga atau para ulama yang berpengaruh terhadap Islam, didalam ziarah kita tidak hanya berkunjung tetapi juga mengirim doa, melantunkan ayat suci Al-quran, bersholawat, membaca tahlil, tahmid dan takbir. Ziarah kubur di makam Syeikh Ibrahim Mufti sudah menjadi kepercayaan masyarakat dengan melihat dan mengenang jasa-jasa yang telah beliau lakukan dimasa hidupnya. Tujuan penziarah yang datang kemakam Syeikh Ibrahim Mufti tidak hanya untuk berziarah saja tetapi ada tujuan dari masing-masing orang seperti halnya ada yang berniat untuk membayar nazar, agar penyakit dapat segera sembuh dan lainnya. Oleh karena itu penulis ingin melihat bagaimana fenomena tradisi ziarah kubur di makam Syeikh Ibrahim Mufti di Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota saat menjelang bulan Ramadhan atau pada saat mulai masuknya bulan rajab. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat, tokoh agama sebagai informan kunci dan penjaga makam, pengurus surau sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara,dokumentasi, analisis dan data. Teknik pemeriksaan keabsahan data. Hasil penelitian yang diperoleh disini, penulis melihat pelaksanaan tradisi ziarah kubur pada makam Syeikh Ibrahim Mufti di Nagari Taram, menurut pengamatan penulis banyak yang sesuai dengan tatacara pelaksanaan ziarah yang telah ditetapkan syariat Islam. Tetapi memang dari sekelompok kecil dari para penziarah yang datang ke makam Syeikh Ibrahim Mufti ada yang sudah menyimpang dari aturan Islam. Penziarah kelompok ini dalam pelaksanaannya diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang tidak diperbolehkan ajaran Islam. Sebagian sekelompok orang, yaitu kelompok yang melaksanakan ziarah yang menimbulkan kemusyrikan tidak sesuai dengan syariat Islam.Tetapi kelompok orang semacam ini hanya sebagian kecil saja tidak semua orang melaksanakan ziarah yang mempunyai tujuan seperti itu. Dan di makam Syeikh Ibrahim Mufti ketika ada penziarah yang datang sangat melanggar ajaran Islam seperti berbuat perdukunan pengurus pengambil sikap cepat untuk tidak memperbolehkan sekolompok orang tersebut untuk berziarah.