Abstrak
Abstrak Nurul Arifa, NIM 1119015 dengan skripsi yang berjudul Fenomena Mahar Menggunakan Uang Yang Difigurakan Menurut Tinjauan Hukum Islam Di Kota Payakumbuh. Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al-Syakhsiyyah) Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena seiring berkembangnya zaman, banyak dari masyarakat yang umumnya akan melangsungkan pernikahan dengan menggunakan mahar dari uang yang difigurakan dengan jumlah mahar tersebut kebanyakan disesuaikan dengan tanggal pernikahan mereka sendiri atau disesuaikan dengan tanggal bersejarah. Umumnya mahar itu berbentuk seperangkat alat shalat. Meskipun mahar menggunakan uang yang difigurakan memiliki keindahan dan keunikannya sendiri, nilai dan manfaat yang terkandung di dalamnya menjadi penting dalam pemilihan mahar. Berdasarkan permasalahan gambaran uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk membahas dan meneliti lebih dalam lagi mengenai fenomena mahar menggunakan uang yang difigurakan tersebut menurut tinjauan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan (observasi) dan wawancara langsung ke lapangan. Sumber data primer dalam hal ini peneliti akan mengambil sumber data langsung melalui pasangan pengantin yang bersangkutan dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan atau penghulu di Kantor Urusan Agama (KUA), sedangkan untuk sumber data sekunder dalam hal ini peneliti akan memperoleh sumber data buku, jurnal, dan penelitian terdahulu terkait permasalahan yang akan diangkatkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa fenomena mahar menggunakan uang yang difigurakan juga terjadi di Kota Payakumbuh, biasanya kita melihat fenomena mahar menggunakan uang yang difigurakan tersebut ditelevisi dan terjadi di kota-kota besar saja, perubahan pemberian mahar tersebut juga telah terjadi di kota payakumbuh dalam bentuk memfigurakan uang yang dijadikan sebagai mahar. Umumnya mahar itu berbentuk seperangkat alat shalat. Meskipun mahar menggunakan uang yang difigurakan memiliki keindahan dan keunikannya sendiri, nilai dan manfaat yang terkandung di dalamnya menjadi penting dalam pemilihan mahar. Beberapa pasangan pengantin yang diwawancarai menyatakan bahwa mahar merupakan pemberian yang wajib dan merupakan bagian dari syarat pernikahan. Mahar ini dapat menjadi simbol kasih sayang, perhatian, dan komitmen dari suami kepada istri. Namun, para pasangan juga menegaskan bahwa mahar harus disesuaikan dengan kemampuan suami agar tidak memberatkan dan sesuai dengan keinginan istri. Selain itu, alasan pemilihan mahar yang difigurakan, seperti uang mainan atau bentuk unik sesuai tanggal pernikahan, juga menjadi pertimbangan bagi beberapa pasangan. Uniknya mahar tersebut dapat memberikan kesan mewah dan menjadi kenang-kenangan tersendiri dalam pernikahan mereka.