Abstrak
ABSTRAK Ulfa Hasanah (2023) Fenomena Flexing Dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Tafsir Ibnu Katsir). Program Studi Ilmu Al-Quran Dan Tafsir. Bahasan flexing menjadi menarik karena munculnya pro kontra di tengah masyarakat menanggapi fenomena flexing. Flexing juga dapat berdampak negatif yang mana bisa memperburuk kecemasan sosial atau memperlihatkan kekayaan agar bisa mendapatkan perhatian dan persetujuan dari orang lain. Dari sisi positif, dampak flexing ini bisa menjadi motivasi bagi beberapa individu untuk mengejar tujuan mereka. Penelitian ini termasuk penelitian pustaka (library research), Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Maka sumber data yang penulis ambil terdiri dari :Sumber data primer yang menjadi acuan utama dalam penelitian ini adalah Al- Qur‟an, kerena penelitian in membahas flaxing dalam Al-Qur‟an. Kemudian data dianalisis yakni menggunakan metode tafsir tematik (mawdhu‟i) yang digagas oleh Dr. Abd. Al-Hayy Al-Farmawi. Metode mawdhu‟iy ini merupakan metode yang menjelaskan kandungan ayat-ayat Al-Qur‟an dengan menghimpun semua ayat yang berbicara mengenai tema tertentu, meskipun tempat, waktu dan sebab turunnya ayat berbeda satu sama lain Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penafsiran Al Qur‟an yang membahas Flexing Menurut Pandagan Tafsir Ibnu Katsir dilihat dari empat Penafsiran Al Qur‟an yaitu QS Luqman: 18, QS. Al-Kahfi : 46, QS. Al-Hadid: 20, dan QS Al A‟raf :146 dan intinya adalah berisi tentang larangan untuk pamer atau berbangga-bangga. Ibnu Katsir menyatakan Flexing adalah sesuatu yang terlarang sesuai dengan larangan Allah SWT karena masuk dalam kategori riya, sombong dan berlebihan. Demikian juga tentang kehidupan glamor di era kekinian adalah terlarang, karena sesuai dengan sosial moral pada masa Rasulullah SAW tentang flexing adalah sesuatu yang dilarang karena masuk pada kategori perilaku riya. 2) Cara Mengatasi Pelaku Flexing Dalam perspektif Al Qur‟an menurut Pandagan Tafsir Ibnu Katsir disimpulkan bahwa: Pentingnya penyembuhan pelaku flexing (sombong) ialah agar seorang individu terbebas dari jenis-jenis sombong yakni sombong terhadap Allah, sombong terhadap Rasul, dan sombong terhadap manusia. Adapaun cara mengatasi pelaku flexing dalam perspektif Al Qur‟an menurut Pandagan Tafsir Ibnu Katsir akan dijabarkan sebagai berikut: bersyukur, mengingat Allah SWT (berdzikir), meyakini adanya kiamat, dan rendah hati (tawadhu).