Abstrak
TARMIZI TAHER, NIM 3314.390. Skripsi dengan judul: "Analisis Kontribusi BMT Agam Madani Dalam Mengentaskan Kemiskinan Di Nagari Padang Lua Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam." Maksud dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan gambaran tentang kontribusi BMT dalam mengentaskan kemiskinan di Nagari Padang Lua. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah di Nagari Padang Lua Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam timbul suatu masalah ekonomi yaitunya masyarakat kekurangan modal dalam usaha, sehingga dengan kurangnya modal masyarakat tidak mampu menjalankan usaha dan ada yang melakukan transaksi dengan rentenir. Dengan didirikannya BMT sebagai lembaga keuangan syariah sudah mampu membantu permasalahan kekurangan modal yang terjadi di masyarakat Nagari Padang Lua walaupun pembiayaan yang dilakukan dalam jumlah yang tidak cukup besar. Dan pengembalian pembiayaan juga dapat dilakukan dengan mencicil. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang bersifat kualitatif. Deskriptif kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata tertulis dari orang dan perilaku yang diamati. Sementara teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah nasabah BMT, sedangkan informan pendukung adalah pengurus BMT, masyarakat dan perangkat nagari. populasi diambil menggunakan non random dengan teknik Purposive Sampling. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa sebelum dilakukan pembiayaan oleh masyarakat kepada BMT kondisi usaha masyarakat adalah rumah tangga miskin atau bisa dikatakan tidak punya usaha. Namun setelah dilakukan pembiayaan kepada BMT kondisi usaha masyarakat berubah menjadi usaha kecil hingga usaha menengah. Dengan modal usaha yang berasal dari BMT masyarakat dapat mengolahnya menjadi usaha kecil, dengan laba yang diperoleh setelah usaha kecil dijalankan dan sebagiannya dikembalikan untuk melunasi pengembalian pembiayaan, maka di tahun berikutnya sebagian besar nasabah sudah mampu mendirikan usaha menengah tanpa pembiayaan dari BMT.