Abstrak
Operasi Singgalang tahun 2023, bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta tingkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas (kamseltibcar).Jumlah penindakan pelanggaran pada Operasi Patuh Singgalang ini mengalami kenaikan yang signifikan atau 100 persen, dari pelaksanaan kegiatan yang sama pada tahun 2022 lalu, mengingat pada saat itu tidak dilakukan penindakan pelanggaran, sesuai arahan dari Kapolri,” katanya. Penindakan berupa teguran dilakukan sebanyak 804 kali, dan data itu juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang tahun 2022 lalu, yang hanya terdata 402 kali teguran. “Masih tingginya tilang dan teguran ini menandakan banyak masyarakat yang melakukan pelanggaran di jalan raya, yang meliputi pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, dan menggunakan ponsel saat berkendara,” katanya. Dilihat dari kasus kecelakaan lalu lintas berdasarkan perbandingan Operasi Patuh Singgalang 2022 dan 2023 mengalami penurunan, dari lima kasus pada 2022, turun menjadi empat kasus kecelakaan pada 2023. Ghanda Novidiningrat menyebutkan, pada 2022 itu dari lima kasus laka lantas, terdata satu korban meninggal dunia, luka berat nihil, dan 15 orang korban mengalami luka ringan, dengan kerugian materil Rp52,7 juta. Sementara pada tahun 2023 ini dari empat kasus laka lantas, lima korban mengalami luka ringan, dan tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat, dengan kerugian mencapai Rp34 juta,” ungkapnya.