Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

PERA

94 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 22024: 12023: 12018: 222017: 532016: 112015: 2

Peran Guru PAI Dalam Meningkatkan disiplin belajar siswa di Smpn 8 bukittinggi

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERA NIM 2122272 Skripsi ” Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi”. Skripsi. Ju-rusan Pendidikan Agama Islam. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech. M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026 M/1447 H. Penelitian ini melatarbelakangi pentingnya kedisiplinan belajar siswa sebagai pondasi keberhasilan akademik dan pembentukan karakter akhlakul karimah di sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki tanggung jawab strategis da-lam menginternalisasikan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai peran guru PAI dalam meningkatkan disiplin belajar siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field work) yang bersifat deskriptif. Data dik-umpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang diterapkan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifica-tion). Hasil penelitian yang berjudul Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Di SMP Negeri 8 Bukittinggi adalah:, (1) Peran guru PAI dalam meningkatkan disiplin belajar siswa diimplementasikan secara me-nyeluruh melalui lima peran yaitu: a. Sebagai pengajar, mengintegrasikan nilai kedi-siplinan bersandarkan dalil Al-Qur'an dan Hadis . b. Sebagai pembimbing, menerap-kan pendekatan persuasif-humanis seperti penyambutan siswa di gerbang sekolah. c. Sebagai teladan (uswah hasanah), menunjukkan konsistensi ketepatan waktu, integri-tas perilaku, ketaatan beribadah, dan kerapian berbusana Muslim. d. Sebagai motiva-tor, membangkitkan dorongan spiritual bahwa belajar adalah ibadah, didukung teknik pujian serta sanksi moral keagamaan edukatif. e. Sebagai evaluator, memantau ket-ertiban harian kelas dan fasilitas ibadah secara kolaboratif dengan Guru Bimbingan Konseling . (2) Pelaksanaan peran ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: Faktor pen-dukung, meliputi kerjasama orang tua dan guru, keteladanan tenaga pendidik, dukungan sekolah, komitmen antara guru dan siswa, dan kerja sama majelis guru. Faktor penghambat, meliputi latar belakang siswa yanhg berbeda , kurangnya control dari orang tua dan distorsi akibat gawai (smartphone)., pengaruh teman, rendahnya motivasi internal belajar siswa, keterbatasan waktu jam pembelajaraan PAI.

Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Arak Iriang di jorong V Pertemuan kecamatan Mapat Tunggul Selatan kabupaten Pasaman

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Arak Iriang di jorong V Pertemuan kecamatan Mapat Tunggul Selatan kabupaten Pasaman" yang ditulis oleh Pera Muliani (NIM: 2121202), Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi, Tahun 2025 M/ 1447 H. Penelitian ini yang dilatarbelakangi oleh keunikan budaya yang ada di dalam tradisi Arak Iriang di jorong V Pertemuan yang mana dalam perkembangan arus globalisasi yang semakin meningkat dari segi perkembangan zamannya, saat sekarang ini sudah banyak daerah-daerah yang sudah tercemari oleh budaya luar yang mengakibatkan daerah tersebut goyah akan adat istiadat yang telah ditinggalkan oleh leluhurnya, akan tetapi berbeda dengan masyarakat jorong V Pertemuan disana mereka masih melestarikan adat istiadat yang sudah berkembang dari zaman dahulu. Dan juga masih melekatnya nilai-nilai pendidikan Islam seperti akhlak, religius dan spiritual, dakwah dan ukhwah (persaudaraan) disetiap lapiran tradisi Arak Iriang yang ada di jorong V Pertemuan. Yang mana didalam tradisi tersebut berlandaskan kepada falsafah Minangkabau yaitu “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kibabullah”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Datuk Bagindo Bosa selaku ketua adat, tokoh agama, ninik mamak, dan beberapa masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan tradisi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menjaga keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Arak Iriang di Jorong V Pertemuan merupakan bentuk pelestarian adat Minangkabau yang berpijak pada falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Adat dan agama tampak berpadu dalam setiap prosesi, seperti pemasangan Gagobah, Badikia, khutbah di tengah padang, jalang-manjalang, dan basilek, yang semuanya mencerminkan keharmonisan antara nilai budaya dan nilai keislaman, tetapi juga mengandung empat nilai utama pendidikan Islam, yaitu: nilai pendidikan akhlak, nilai pendidikan religius dan spiritual, nilai pendidikan dakwah, nilai pendidikan ukhuwah (persaudaraan).

Pendidikan Profesi Keguruan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini hadir sebagai upaya untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan kompetensi profesional guru, yang merupakan pilar utama dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pendidikan profesi keguruan merupakan aspek penting dalam mencetak tenaga pendidik yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan pedagogis, manajerial, dan kepribadian yang baik. Buku ini disusun untuk menjadi panduan bagi para calon guru, guru yang sedang mengembangkan karier, serta para akademisi dan praktisi pendidikan yang ingin mendalami aspek-aspek penting dalam profesi keguruan. Dalam buku ini terdapat tujuh belas bab yang terdiri dari: Konsep Dasar Pendidikan Profesi Keguruan, Sejarah Pendidikan Profesi Keguruan, Teori Pembelajaran dan Pengajaran, Kurikulum Pendidikan Profesi Keguruan, Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran, Pengembangan Kurikulum dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Penggunaan Teknologi dalam Pengajaran, Pengelolaan Kelas, Diversitas dalam Konteks Pendidikan, Pendidikan Inklusif, Kemahiran Berpikir Kritis dan Kreatif, Etika Profesi Keguruan, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Karakter, Pengembangan Profesional Guru, Kemitraan dengan Orang Tua dan Masyarakat, Keterampilan Komunikasi.

Pengaruh pelayanan dalam meningkatkan kinerja BMT (studi pada BMT Al Fattah Kota Solok)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pengaruh Pelayanan Dalam Meningkatkan Kinerja BMT (Studi pada BMT Al Fattah Kota Solok)” Disusun oleh Novellyn Experance NIM 3320360 Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Angkatan 2020. Pembimbing Bapak Jon Kenedi, SE., MM. Penelitian ini dilatar belakangi oleh Pelayanan dan Kinerja BMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pelayanan Dalam meningkatkan Kinerja BMT Al Fattah Kota Solok, untuk mengetahui besar pengaruh Pelayanan dalam meningkatkan Kinerja BMT Al Fattah Kota Solok. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kuantitatif Kolerasional. Metode analisis yang digunakan terdiri dari tiga bagian yaitu uji instrument (uji validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik (uji normalitas) dan uji hipotesis (analisis regresi linear sederhana, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi (r2), dan uji t. Hasil penelitian ini diolah menggunakan SPSS 24 dan dapat dilihat dari hasil uji t menunjukkan variabel Pelayanan (X) berpengaruh terhadap Kinerja BMT (Y) hal ini dilihat dari nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 0,05. Dalam pengujian koefisien determinasi (r2) diketahui bahwa pengaruh variabel Pelayanan (X) terhadap Kinerja BMT (Y) sebesar 38,5 %, nilai ini membuktikan bahwa pengaruh antara variable independen dan variable dependen itu rendah. Kemudian sisanya sebesar 61,5 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini Kata Kunci: Pelayanan, Kinerja BMT

Kebijakan Pemda Dharmasraya Dalam Menjaga Harmonisasi dan Toleransi Antara Pemeluk Agama ( Studi kasus kenagarian Sikabau Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya )

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Skripsi ini berjudul “Kebijakan Pemda Dharmasraya Dalam Menjaga Harmonisasi Dan Toleransi Antara Pemeluk Agama (Studi Kasus Kenagarian Sikabau Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya) “ yang ditulis oleh Suci Noperalia, Nim 1318.039 Program Studi Hukum TataNegara Islam (Siyasah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Syech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi. Toleransi adalah hubungan sesama manusia yang hidup saling berdampingan secara rukun dan saling menerima perbedaan antara yang satu dan yang lain. Menghargai dan menghormati antara sesama, Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang menerapkan pelaksanaan syariat Islam. Meskipun di Kabupaten Dharmasraya mayoritas muslim, akan tetapi banyak juga terdapat umat non muslim. Salah satunya Nagari Sikabau yang ada di Kabupaten Dharmasraya yang memiliki keberagaman agama dan pernah terjadi konflik antar umat beragama, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan Pemda Kabupaten Dharmasraya dalam menjaga harmonisasi dan toleransi antara pemeluk agama. Penelitian ini berbentuk penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang datanya diperoleh melalui lapangan, mempelajari, mencatat, menganalisis serta observasi dan wawancara sebagai data primer yang dihimpun oleh pihak pemerintahan nagari Sikabau Kabupaten Dharmasraya sedangkan data sekunder yang didapat dari dokumentasi yang terkait langsung dengan permasalahan yang diteliti, setelah data tersebut diperoleh, lalu dianalisa dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik terjadi karena terdapat perbedaan dalam menanggapi konflik pendirian rumah ibadah di Kabupaten Dharmasraya. Adapun kesimpulan dari penilitian ini adalah kebijaksanaan terlaksana dengan baik, terlihat dalam pelaksanaan Pemda dan FKUB dalam menjaga harmonisasi dan toleransi antara kerukunan umat beragama yaitu dengan mengadakan pertemuan, bersosialisasi, dan kegiatan lintas agama pada masyarakat agar dapat memahami dan menjalankannya.untuk tempat beribadah umat non Islam tetap diberikan dan difasilitasi yang namanya rumah ibadah akan tetapi bukan gereja, yang mana lokasi rumah ibadah tersebut ada di tiga wilayah yaitu Tebing Tinggi Kecamatan Pulau Punjung, Sitiung3 Blok C Kecamatan Sungai Rumbai Nagari Kurnia Selatan, dan di Sitiung1 Blok D. Pemda juga memberikan fasilitas berupa mobil untuk pergi beribadah ke gereja yang ada di Muaro Bungo ataupun di SawahLunto karena lokasi gereja nya yang lumayan jauh dari Dharmasraya. Serta terjadinya koordinasi dan yang sangat baik antara Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya dengan FKUB dan Masyarakat dalam menjaga harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama yang mana dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat muslim dan non muslim saling bekerjasama, tolong menolong, gotong royong, dan berbagai kegiatan lainnya. Akan tetapi pemerintah seharusnya dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kebijakan yang telah dibuat oleh Pemda agar tidak terjadi konflik sehingga dapat menjaga harmonisasi dan menigkatkan toleransi antara umat beragama.

Imam dan Khatib Sebagai Penerima Zakat Fitrah (Studi Kasus Di Jorong Lubuk Alung Nagari Bawan)

2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Imam dan Khatib Sebagai Penerima Zakat Fitrah (Studi Kasus Di Jorong Lubuk Alung Nagari Bawan)”, yang di susun oleh Lisa Perawati, NIM 1214.004. Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah (Muamalah). Maksud judul skripsi ini adalah, bagaimana pelaksanaan penyaluran kepada imam dan khatib sebagai penerima zakat fitrah, dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan penyaluran kepada imam dan khatib sebagai penerima zakat fitrah tersebut. Latar belakang penulis melakukan penelitian ini adalah, dengan melihat masalah pelaksanaan penyaluran kepada imam dan khatib sebagai penerima zakat fitrah di Jorong Lubuk Alung Nagari Bawan, di mana zakat fitrah itu yang berhak menerimanya adalah asnaf yang 8, namun menurut fakta lapangan di Jorong Lubuk Alung Nagari Bawan pemberian zakat fitrah tidak hanya kepada asnaf yang 8 tetapi masih ada masyarakat memberikan zakat fitrahnya kepada imam dan khatib. Dari data awal yang penulis dapatkan pelaksanaan penyaluran kepada imam dan khatib sebagai penerima zakat fitrah terjadi karena suatu ajaran yang telah diterapkan oleh nenek moyang terdahulu. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fiel research) yang bersifat kualitatif. Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah pihak masyarakat yang terlibat dalam memberikan zakat fitrah, dan imam dan khatib sebagai penerima zakat fitrah tersebut. Setelah data terkumpul, data tersebut kemudian dianalisis dengan cara meredukasi data, display data dan verifikasi data. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terkait pelaksanaan zakat fitrah di Jorong Lubuk Alung Nagari Bawan dilaksanakan secara turun-temurun yang sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat setempat. Karena ada beberapa alasan masyarakat yang lebih mengutamakan pemberian zakat fitrah kepada imam dan khatib yaitu ingin mendapat berkah do’a dari para imam dan khatib, karena menurut masyarakat tersebut imam dan khatib termasuk orang yang berhak menerima zakat dan ingin membalas budi imam dan khatib karena selama ini imam dan khatib mempunyai peran besar dalam kegiatan keagamaan pada masyarakat. Apabila dilihat dari tinjauan hukum Islam, maka penyaluran zakat fitrah kepada imam dan khatib dapat dibenarkan, karena imam dan khatib merupakan salah satu golongan asnaf 8 penerima zakat. Akan tetapi ada golongan lain yang lebih membutuhkan dibandingkan para imam dan khatib, yaitu kaum fakir dan miskin. Sesungguhnya tujuan zakat fitrah adalah kewajiban seorang muslim yang mampu membayar zakat kepada orang yang berhak mendapatkan zakat fitrah itu ada 8 golongan. Dapat dikatakan bahwa pemberian yang didasarkan oleh rasa hormat dan balas budi adalah termasuk kepada sedekah biasa. Berdasarkan penafsiran ulama yang memberikan makna umum pada lafal fi sabilillah dalam surat at-Taubah ayat 60, maka secara umum, penulis setuju dengan masyarakat Jorong Lubuk Alung Nagari Bawan yang memberikan zakat fitrah kepada imam dan khatib sebagai fi sabilillah yang berhak menerima zakat, karena imam dan khatib termasuk orang yang memperjuangkan agama dijalan Allah SWT.

Substitute Inverse for the Basis of a Staircase Structure Linear Program

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

This report concerns a method for computing a substitute inverse for linear programs with a staircase structure. The constraints of a staircase structure linear program are of the following form: A(1)x(1)=d(1); B(t-1)x(t-1)+A(t)x(t) = d(t); (t = 2 ..., T). Letting m(i) be the number of constraints in period i, the substitute inverse consists of the inverse of T matrices which are m(i) x m(i), i = 1 ..., T as opposed to the actual inverse which is m x m, m = Sum over i m(i). Hence the substitute inverse would require significantly less storage than the actual inverse. Two methods are presented for updating the substitute inverse, both of which consist of updating some, but not necessarily all of the T smaller inverses. The first, a pivoting method, requires appending one or more columns to the smaller inverse and pivoting on the appended columns. The second requires adding one to T dyad matrices to the smaller inverses. Computational efficiency of both methods can be tested to a large degree using standard linear programming codes. (Author).