Melaksanakan Kegiatan PKM Pendidikan Dasar Ulama di MUI Bukittinggi
<p> Menghasilkan kader da'i yang memilikikemampuan untuk mengaktualisasikan konsep Islam yang moderat di tengah masyarakat </p>
Profil penulis
232 karya publik ditemukan.
<p> Menghasilkan kader da'i yang memilikikemampuan untuk mengaktualisasikan konsep Islam yang moderat di tengah masyarakat </p>
<p> menjadi khatib jumat </p>
<p> <span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: tahoma, geneva, sans-serif; font-size: 14px; text-align: justify;">This study describes the description of Islamic law regarding transactions of exchanging points for money in the application by the way the user presses the point withdrawal button and selects the desired amount of exchange and merchandising. This type of research is qualitative-empirical, with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation; and data analysis techniques used are data reduction, presentation, and conclusion. The study's results indicate that in the exchanging of coins for money and merchandise in its application, sighat (transaction) is not directly stated between the parties, but it appears in the deed. The transaction mechanism is described as exchanging intangible goods in the form of coins. The seller makes an exchange by pressing the withdraw money/balance button, and the buyer gives the money sent to the E-wallet Fund Balance and mercerize. In Islamic law, exchanging points for money in the application is allowed because it fulfils the conditions and pillars of buying and selling, illustrated by deeds. Coins are earned by doing missions watching 15-30 minute long videos, and inviting new users. Earning points using a sale and purchase agreement based on the Ju'alah concept remains valid if the commission/reward given is in the form of goods and not money so that the points become valid objects/goods in a sale and purchase transaction. Ijab qobul in transactions is illustrated based on the willingness between parties to exchange points for money. In addition, points exchange transactions for money are also mutually beneficial for both parties.</span></p>
<p> <span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: tahoma, geneva, sans-serif; font-size: 14px; text-align: justify;">This study describes the description of Islamic law regarding transactions of exchanging points for money in the application by the way the user presses the point withdrawal button and selects the desired amount of exchange and merchandising. This type of research is qualitative-empirical, with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation; and data analysis techniques used are data reduction, presentation, and conclusion. The study's results indicate that in the exchanging of coins for money and merchandise in its application, sighat (transaction) is not directly stated between the parties, but it appears in the deed. The transaction mechanism is described as exchanging intangible goods in the form of coins. The seller makes an exchange by pressing the withdraw money/balance button, and the buyer gives the money sent to the E-wallet Fund Balance and mercerize. In Islamic law, exchanging points for money in the application is allowed because it fulfils the conditions and pillars of buying and selling, illustrated by deeds. Coins are earned by doing missions watching 15-30 minute long videos, and inviting new users. Earning points using a sale and purchase agreement based on the Ju'alah concept remains valid if the commission/reward given is in the form of goods and not money so that the points become valid objects/goods in a sale and purchase transaction. Ijab qobul in transactions is illustrated based on the willingness between parties to exchange points for money. In addition, points exchange transactions for money are also mutually beneficial for both parties.</span></p>
<p> Untuk Praktek Nikah Siri di tengah masyarakat</p>
<p> memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwasanya teori ilmu ilmu yang ada dikampus perlu di berikan pengayaan dengan ilmu ditengah masyarakat, sehingga mereka memahami antara harapan kadang kali berbeda dengan realita, sehingga mereka kaya dengan pengalaman</p>
<p> untuk melaksanakan amanat Musyda X Majelis Ulama Indonesia Kota Bukittinggi tahun 2021, maka dipandang perlu melakukan Penyempurnaan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia Kota Bukittinggi</p>
<p> Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ijtihad Wahbah al-Zuhaili dalam masalah kontemporer dan menganalisa metode ijtihad yang digunakan</p>
<p> Untuk Mengetahui siapa penulis dari naskah fikih Bukit Gombak dan menganalisi isi naskah dan latar belakang penulisan naskah fikih Bukit Gombak. </p>
<p> Untuk Mengetahui siapa penulis dari naskah fikih Bukit Gombak dan menganalisi isi naskah dan latar belakang penulisan naskah fikih Bukit Gombak. </p>
<p> Untuk Mengetahui siapa penulis dari naskah fikih Bukit Gombak dan menganalisi isi naskah dan latar belakang penulisan naskah fikih Bukit Gombak. </p>
<p> Untuk Mengetahui siapa penulis dari naskah fikih Bukit Gombak dan menganalisi isi naskah dan latar belakang penulisan naskah fikih Bukit Gombak. </p>
<p> Untuk Mengetahui siapa penulis dari naskah fikih Bukit Gombak dan menganalisi isi naskah dan latar belakang penulisan naskah fikih Bukit Gombak. </p>
Skripsi ini berjudul,”Risiko Transaksi Maysir Dan Tadlis Pada Belanja Konsumtif Dengan Dukungan Aplikasi Shopee Paylater Persepktif Keuangan Syariah” yang di susun oleh Asrima Isnin Syahputri (Nim 3322084) Mahasiswi Program Studi Perbankan syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) Universita Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya pertumbuhan e-commerce dan meningkatnya penggunaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL), khususnya Shopee PayLater, yang mendorong pola belanja konsumtif di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Kemudahan akses kredit digital tanpa kartu kredit konvensional berpotensi menimbulkan risiko transaksi maysir dan tadlis apabila ditinjau dari perspektif keuangan syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko maysir dan tadlis dalam penggunaan Shopee PayLater serta dampaknya terhadap perilaku konsumtif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif-interpretatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah, buku, fatwa, dan penelitian terdahulu, yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan risiko maysir bukan berbentuk perjudian langsung, melainkan unsur spekulatif dalam keputusan berbelanja tanpa perhitungan finansial matang, sehingga pengguna menanggung risiko cicilan dan denda di kemudian hari. Risiko tadlis tampak dari ketidaktransparanan informasi biaya layanan, denda keterlambatan, dan konsekuensi akad yang tidak dipahami secara utuh. Kondisiini meningkatkan perilaku konsumtif, kesulitan mengontrol pengeluaran, kebiasaan berutang untuk konsumsi, serta kerentanan terhadap denda dan pembatasan akun.
Abstrak Skripsi ini berjudul “Pelanggaran Taklik Talak Sebagai Alasan Perceraian Dalam SEMA No. 1 Tahun 2022 Perspektif Perlindungan Perempuan”, yang ditulis oleh Afifah Asrial, NIM 1122.010, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pengaturan mengenai pelanggaran taklik talak sebagai alasan perceraian antara shigat taklik talak dengan SEMA Nomor 1 Tahun 2022. Dalam shigat taklik talak, istri dapat mengajukan gugatan perceraian apabila suami tidak memberikan nafkah wajib selama 3 (tiga) bulan berturut-turut, sedangkan SEMA Nomor 1 Tahun 2022 mensyaratkan bahwa gugatan dengan alasan tidak dipenuhinya nafkah baru dapat dikabulkan apabila terbukti berangsung selama 12 (dua belas) bulan. Perbedaan tersebut menimbulkan persoalan mengenai kepastian hukum serta perlindungan terhadap hak-hak perempuan dalam perkawinan. Berdasaran permasalahan tersebut, peneliti ingin mengkaji dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana pertimbangan hukum lahirnya SEMA Nomor 1 Tahun 2022 tentang pelanggaran taklik talak sebagai alasan perceraian, dan (2) bagaimana perspektif perlindungan perempuan terhadap pelanggaran taklik talak sebagai alasan perceraian berdasarkan SEMA Nomor 1 Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara menelaah bahan-bahan pustaka dan berbagai sumber hukum yang berkaitan dengan objek penelitian ini. Data utama dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Sumber hukum primer berupa Al-Qur’an, hadist, UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, KHI dan SEMA No. 1 Tahun 2022. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) untuk memperoleh kesimpulan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahirnya SEMA Nomor 1 Tahun 2022 didasarkan pada tujuan mewujudkan keseragaman penerapan hukum, memberikan kepastian serta menerapkan asas mempersukar perceraian sebagaimana dianut dalam UU Perkawinan. Dari perspektif perlindungan perempuan, SEMA Nomor 1 Tahun 2022 pada dasarnya tetap memberikan perlindungan hukum kepada perempuan karena membuka kesempatan bagi seorang istri untuk mengajukan perceraian. Akan tetapi perlindungan hukum tersebut belum efektif dalam pelanggaran taklik talak, karena batas waktu 12 bulan menyebabkan pemenuhan hak istri terkait nafkah menjadi tertunda. Pelanggaran kewajiban nafkah tidak hanya didasarkan pada jangka waktu, tetapi juga harus mempertimbangkan lahirnya kewajiban nafkah dan faktor-faktor yang menyebabkan nafkah tidak diberikan sehingga perlindungan hukum terhadap perempuan dapat diwujudkan secara adil.
Skripsi ini berJudul "Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Pembayaran pada Pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) (Studi Kasus Bank BSI KC Sibolga)" Di susun oleh Hasan Basri Sihombing NIM: 3322097 Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Perbankan syariah memiliki peran strategis sebagai lembaga intermediasi yang mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Meskipun program ini dirancang untuk memudahkan akses permodalan bagi pelaku UMKM, dalam praktiknya masih ditemukan kasus keterlambatan pembayaran angsuran oleh nasabah, sebagaimana terjadi pada pembiayaan KUR di Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Sibolga. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penurunan Pendapatan, Karakter Nasabah, dan Kejadian Tak Terduga terhadap Keterlambatan Pembayaran pada pembiayaan KUR, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif (explanatory research). Populasi penelitian mencakup seluruh nasabah pembiayaan KUR di BSI KC Sibolga yang berjumlah 375 nasabah, dengan sampel sebanyak 79 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics, meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji hipotesis (uji t dan uji F), serta uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Penurunan Pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Keterlambatan Pembayaran (nilai signifikansi 0,594), sedangkan Karakter Nasabah (t=2,024; sig. 0,047) dan Kejadian Tak Terduga (t=11,740, sig. 0,001) terbukti berpengaruh positif dan signifikan, dengan Kejadian Tak Terduga sebagai faktor yang paling dominan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Keterlambatan Pembayaran (F hitung = 108,065; sig. 0,001), dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,805, yang menunjukkan bahwa 80,5% variasi Keterlambatan Pembayaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara 19,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Karakter Nasabah dan Kejadian Tak Terduga merupakan faktor dominan penyebab keterlambatan pembayaran pembiayaan KUR, sedangkan Penurunan Pendapatan tidak memberikan pengaruh signifikan secara individual, meskipun ketiga variabel secara bersama-sama tetap memberikan kontribusi yang kuat terhadap keterlambatan pembayaran
Skripsi ini berjudul “Analisis Strategi Bersaing KSPPS Bitul Tamwil Muhammadiyah dalam Menghadapi Dinamika Persaingan Pada Lembaga Keuangan Syariah Lainnya” (Studi Kasus KSPPS Bitul Tamwil Muhammadiyah Cabang Sungai Rumbai). Prodi perbankan syariah, fakultas ekonomi dan bisnis islam UIN sjech M. djamil djambek bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bersaing yang diterapkan KSPPS Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) Cabang Sungai Rumbai dalam menghadapi dinamika persaingan dengan lembaga keuangan lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di KSPPS BTM Cabang Sungai Rumbai. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pimpinan cabang, account officer, teller, marketing pembiayaan, serta anggota aktif koperasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT yang didukung oleh matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi daya saing lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSPPS BTM memiliki kekuatan pada pelayanan yang mengedepankan prinsip syariah, kedekatan dengan masyarakat, kualitas pelayanan yang bersifat personal, serta produk pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan anggota. Di sisi lain, lembaga juga menghadapi tantangan berupa meningkatnya persaingan dari lembaga keuangan syariah maupun konvensional. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi yang paling tepat diterapkan adalah strategi Strengths–Opportunities (SO), yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk menangkap peluang melalui peningkatan kualitas layanan, pengembangan produk, perluasan jaringan pemasaran, serta penguatan hubungan dengan anggota dan masyarakat. Penerapan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keunggulan bersaing serta mempertahankan keberlanjutan KSPPS BTM di tengah persaingan lembaga keuangan.
Cinta Nurul Asri (NIM 2122298). Kajian Muatan Pendidikan Akidah pada Novel Rantau 1 Muara Karya Ahmad Fuadi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Pembinaan akidah diperlukan untuk meneguhkan iman sekaligus mengarahkan pembentukan karakter seorang muslim. Tantangan yang lahir dari kemajuan teknologi, ruang interaksi digital, dan perubahan global membuat penguatan keyakinan semakin mendesak, khususnya bagi peserta didik. Nilai keimanan tidak hanya dapat disampaikan melalui buku pelajaran, tetapi juga melalui karya sastra yang menghadirkan pengalaman manusia secara kontekstual. Novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi dipilih karena perjalanan para tokohnya memuat refleksi tentang hubungan manusia dengan Allah. Kajian ini diarahkan untuk menemukan dan menafsirkan muatan rububiyah, uluhiyah, serta asma wa sifat di dalam novel tersebut. Penelitian dilaksanakan sebagai riset kepustakaan dengan memakai analisis isi. Novel Rantau 1 Muara menjadi sumber primer, sedangkan buku, artikel jurnal, dan literatur pendidikan akidah digunakan sebagai bahan pendukung. Data dihimpun melalui pembacaan berulang, penandaan kutipan, pencatatan konteks, dan pengelompokan temuan sesuai kategori rububiyah, uluhiyah, serta asma wa sifat. Setiap kutipan kemudian ditafsirkan dengan mempertimbangkan konteks peristiwa, sikap tokoh, dan kerangka teori yang relevan. Hasil telaah memperlihatkan tiga kelompok muatan akidah. Dimensi rububiyah hadir ketika tokoh mengakui Allah sebagai Pencipta dan Pengatur perjalanan hidup; pengakuan tersebut melahirkan syukur, kesabaran, ikhtiar, dan tawakal. Dimensi uluhiyah terlihat pada doa, keikhlasan, ketaatan, dan penghambaan yang ditujukan hanya kepada Allah. Adapun dimensi asma wa sifat tampak dalam keyakinan terhadap kasih sayang, kebijaksanaan, pertolongan, dan kebesaran Allah, yang menumbuhkan harap, takut, cinta, serta optimisme. Berdasarkan temuan itu, novel Rantau 1 Muara dapat dimanfaatkan sebagai bacaan pendamping untuk menguatkan pendidikan akidah bagi peserta didik dan generasi muda.
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Chairani Asri Lubis Nim: 2122068 Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Problematika Pembelajaran SKI di MTsN 5 Pasaman dan Strategi Mengatasinya”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai problematika dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di MTsN 5 Pasaman yang memengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Materi SKI yang memuat berbagai peristiwa, tokoh, dan perkembangan sejarah Islam menuntut peserta didik memiliki kemampuan memahami dan mengingat materi dengan baik. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala yang berasal dari peserta didik maupun proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) serta strategi guru dalam mengatasinya di MTsN 5 Pasaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan penelitian terdiri atas guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan peserta didik MTsN 5 Pasaman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 5 Pasaman meliputi rendahnya minat dan motivasi belajar peserta didik, kesulitan memahami materi, keterbatasan buku paket, belum optimalnya penggunaan media pembelajaran, serta terbatasnya alokasi waktu pembelajaran. Untuk mengatasi problematika tersebut, guru menerapkan berbagai strategi, yaitu memberikan motivasi kepada peserta didik, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan bimbingan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, serta melaksanakan pembelajaran remedial melalui pemberian tugas. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 5 Pasaman.