Abstrak
Cinta Nurul Asri (NIM 2122298). Kajian Muatan Pendidikan Akidah pada Novel Rantau 1 Muara Karya Ahmad Fuadi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Pembinaan akidah diperlukan untuk meneguhkan iman sekaligus mengarahkan pembentukan karakter seorang muslim. Tantangan yang lahir dari kemajuan teknologi, ruang interaksi digital, dan perubahan global membuat penguatan keyakinan semakin mendesak, khususnya bagi peserta didik. Nilai keimanan tidak hanya dapat disampaikan melalui buku pelajaran, tetapi juga melalui karya sastra yang menghadirkan pengalaman manusia secara kontekstual. Novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi dipilih karena perjalanan para tokohnya memuat refleksi tentang hubungan manusia dengan Allah. Kajian ini diarahkan untuk menemukan dan menafsirkan muatan rububiyah, uluhiyah, serta asma wa sifat di dalam novel tersebut. Penelitian dilaksanakan sebagai riset kepustakaan dengan memakai analisis isi. Novel Rantau 1 Muara menjadi sumber primer, sedangkan buku, artikel jurnal, dan literatur pendidikan akidah digunakan sebagai bahan pendukung. Data dihimpun melalui pembacaan berulang, penandaan kutipan, pencatatan konteks, dan pengelompokan temuan sesuai kategori rububiyah, uluhiyah, serta asma wa sifat. Setiap kutipan kemudian ditafsirkan dengan mempertimbangkan konteks peristiwa, sikap tokoh, dan kerangka teori yang relevan. Hasil telaah memperlihatkan tiga kelompok muatan akidah. Dimensi rububiyah hadir ketika tokoh mengakui Allah sebagai Pencipta dan Pengatur perjalanan hidup; pengakuan tersebut melahirkan syukur, kesabaran, ikhtiar, dan tawakal. Dimensi uluhiyah terlihat pada doa, keikhlasan, ketaatan, dan penghambaan yang ditujukan hanya kepada Allah. Adapun dimensi asma wa sifat tampak dalam keyakinan terhadap kasih sayang, kebijaksanaan, pertolongan, dan kebesaran Allah, yang menumbuhkan harap, takut, cinta, serta optimisme. Berdasarkan temuan itu, novel Rantau 1 Muara dapat dimanfaatkan sebagai bacaan pendamping untuk menguatkan pendidikan akidah bagi peserta didik dan generasi muda.