Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: perilaku agresif
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor penyebab terjadinya perilaku agresif siswa MTsN 6 Lima Puluh Kota

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi atas nama MUSFITA MAISI, NIM 2621.058, Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam negeri Sjech M. Djamil Djambek (UIN) Bukittinggi, 2025. Judul “FAKTOR PENYEBAB PERILAKU AGRESIF SISWA MTsN 6 KABUPATEN LIMA PULUH KOTA”. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah siswa MTsN 6 Kabupaten Agam sering menunjukkan eprilaku agresif baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Betuk perilaku agresif tersebut adalah perilaku agresif fisik dan perilaku agresif verbal. Terjadinya perilaku tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku agresif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku agresif siswa MTsN 6 Kabupaten Lima Puluh Kota baik secara internal maupun secara eksternal. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fied research), yaitu penelitian yang dilakukan disuatu lokasi, ruangan yang luas atau di tengah-tengah masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendiskripsikan secara sistematis faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu untuk mencoba menggambarkan fenomena secara detail. Informan kunci dalam penelitian ini adalah siswa yang berperilaku agresif. Sedangkan informan pendukung adalah wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru BK dan wali kelas. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan wawancara dan observasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dikemukakan bahwa faktor keyakinan dan faktor emosi merupakan faktor yang paling dominan menyebabkan siswa berperilaku agresif. Siswa merasa yakin bahwa apa yang dilakukannya itu adalah sesuatu yang benar dan tepat meskipun perbuatan tersebut secara normatif sudah salah. Apalagi ketika siswa mengalami stress dan frustasi, hal ini mengakibatkan siswa emosi dan akhirnya mudah melakukan perilaku yang bersifat agresif. Secara eksternal, keluarga merupakan salah satu faktor yang lebih dominan siswa berperilaku secara agresif. Berdasarkan data di atas dapat dikatakan bahwa terjadinya perilaku agresif siswa MTsN 6 Kabupaten Lima Puluh kota adalah faktor internal dan eksternal.

4 dilihat · 9 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Kematangan Emosi dengan Kecenderungan Perilaku Agresif Siswa di SMAN 1 Ampek Angkek

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Putri Welly, 2620024: “Hubungan Kematangan Emosi dengan Kecenderungan Perilaku Agresif Siswa di SMAN 1 Ampek Angkek”. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2024. Penelitian ini dilatar belakangi dengan fenomena yang ditemukan di SMAN 1 Ampek Angkek, yang menunjukkan adanya indikasi siswa yang cenderung bertengkar, adanya siswa yang saling sindir, adanya siswa yang sering merusak fasilitas sekolah, adanya siswa yang tidak mampu mengendalikan emosinya, dan adanya siswa yang saling bercanda ketika jam pelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Kematangan Emosional dengan Kecenderungan Perilaku Agresif di SMAN 1 Ampek Angkek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif Korelasional dengan menggunakan jenis Penelitian Lapangan (Field Research). Metode penelitian Kuantitatif Korelasional dimaksudkan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara kedua variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMAN 1 Ampek Angkek yang berjumlah sebanyak 374 siswa. Sementara sampel dalam peneitian ini diambil dengan menggunakan teknik Random Sampling yaitu berjumlah 86 siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan Uji Normalitas, Uji Linieritas, Uji Homogenitas, dan Uji Hipotesis dengan menggunakan rumus Product Moment yang dikemukakan oleh Pearson dengan menggunakan SPSS v.20. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, diketahui nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar -0,423 dengan derajat hubungan untuk 0,423 terdapat pada 0,40 – 0,70 yang termauk ke dalam korelasi sedang dan bentuk hubungannya adalah negatif, dengan nilai signifikansi antara kedua variabel yaitu sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil daripada 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara kematangan emosi dengan kecenderungan perilaku agresif siswa. Kata Kunci : Kematangan Emosi, Kecenderungan Perilaku Agresif

5 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Game Online terhadap Perilaku Agresif Anak di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nururrahman Bukik Batabuah

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya permainan game online berakibat pada perilaku agresif pada anak-anak, peneliti ingin mengkaji permasalahan yang berkenaan dengan game online yang berakibat pada perilaku agresif. Sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh game online terhadap perilaku agresif anak berdasarkan gender di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nururrahman Bukik Batabuah.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif regresi yang mengkaji pengaruh game online terhadap perilaku agresif pada anak. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah anak- anak yang bermain game online di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nururrahman Bukik Batabuah yang berjumlah 38 anak yaitu 26 anak laki-laki dan 12 anak perempuan. Adapun sampelnya dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 34 anak yaitu 25 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner game online dan perilaku agresif. Hasil penelitian dari uji korelasi Pearson Product Moment untuk laki-laki diperoleh rhitung (0,665) ˃ r tabel (0,3961) serta nilai signifikansi 0,000 ˂ dari 0,05(signifikan), adapun nilai pearson correlationnya adalah 0,656 berada pada rentang interval koefisien korelasi (r) 0,60-0,799 yaitu kuat. Sedangkan hasil uji korelasi Pearson Product Moment untuk perempuan diperoleh rhitung (0,943) ˃ r tabel (0,6664) serta nilai signifikansi 0,000 ˂ dari 0,05(signifikan), adapun nilai pearson correlationnya adalah 0,943 berada pada rentang interval koefisien korelasi (r) 0,80-1,000 yaitu sangat kuat. Adapun besaran nilai variabel dependen (Y) terhadap variabel independen (X) adalah Y = 9.261+ 1.281X serta variabel independen (Y) yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependen (X) yaitu memiliki nilai Fhitung (41.812) ˃ Ftabel (4,15). Hal ini memberikan arti bahwa game online berpengaruh dan signifikan terhadap perilaku agresif anak berdasarkan gender di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nururrahman Bukik Batabuah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya dan Tayangan Kekerasan Media Sosial Terhadap Perilaku Agresif Siswa di SMPN 3 Lubuk Sikaping

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dewi Sartika, 2618068, Skripsi ini berjudul “Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya dan Tayangan Kekerasan Media Sosial Terhadap Perilaku Agresif Siswa di SMPN 3 Lubuk Sikaping”, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) SjechM. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2022. Perilaku agresif adalah tindakan yang secara sengaja dilakukan untuk menyakiti orang lain secara fisik (misalnya memukul, mendorong atau berkelahi) ataupun psikologis (misalnya mempermalukan, menghina dan mengucilkan orang lain). Perilaku agresif adalah menghina, mendominasi atau menempatkan orang lain lebih rendah darinya. Perilaku agresif sering dikesankan bersikap bermusuhan, menunjukkan reaksi berlebihan atau ledakan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pergaulan teman sebaya dan tayangan kekerasan media sosial terhadap perilaku agresif siswa di SMPN 3 Lubuk Sikaping. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif. Kuantitatif asosiatif memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan atau pola pengaruh antar dua variabel atau lebih, Maka dari itu penelitian ini berfungsi untuk mengungkapkan pengaruh pergaulan teman sebaya dan tayangan kekerasan media sosial tehadap perilaku agresif siswa. Pengambilan data digunakan dengan menggunakan angket, subjek dalam peneltian ini berjumlah 92 orang siswa yang diambil menggunakan teknik proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh pergaulan teman sebaya dan tayangan kekerasan media sosial terhadap perilaku agresif siswa SMPN 3 Lubuk Sikaping. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan skala likert. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis non parametrik dengan metode analisis regresi linear berganda dengan bantuan (SPSS) versi 26. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari hasil analisis uji hipotesis regresi linear berganda diketahui bahwa hasil uji sign X1 dan X2 terhadap Y dari 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pergaulan teman sebaya dan tayangan kekerasan media sosial terhadap perilaku agresif siswa di SMPN 3 Lubuk Sikaping sebesar 13,8%.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perilaku Remaja Awal yang Mengalami Sibling Rivalry dalam Keluarga di Kanagarian Koto Baru III Jorong

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini dibuat oleh Putri Nadila Anggraini, 2618008, dengan judul PERILAKU AGRESIF REMAJA AWAL YANG MENGALAMI SIBLING RIVALRY DALAM KELUARGA DI KANAGARIAN KOTO BARU III JORONG. Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2022. Perilaku agresif remaja awal yang mengalami sibling rivalry dapat tumbuh dalam keluarga yang memiliki anak lebih dari satu seperti yang dikemukakan oleh Bakwin H bahwa persaingan saudara kandung lebih intens terjadi pada keluarga kecil (keluarga dengan jumlah anak yang lebih sedikit) dibandingkan dengan keluarga yang memiliki banyak anak. Perilaku agresif remaja yang positif yang muncul ketika terjadi sibling rivalry adalah munculnya kasih sayang dan pengertian antar saudara, selalu berusaha lebih baik dari saudaranya. Sedangkan dampak negatif dari perilaku remaja yang mengalami sibling rivalry berupa perilaku menyendiri, menangis, penarikan diri dari lingkungan, menjadi individu yang pemurung, dan gangguan psikosomatis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu berusaha untuk menguraikan, membuat deskripsi dan gambaran secara akurat tentang bentuk perilaku agresif remaja awal yang mengalami sibling rivalry dalam keluarga. Informan kunci 5 remaja awal dan informan pendukung 5 orang tua di Kanagarian Koto Baru III Jorong. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku agresif remaja awal yang mengalami sibling rivalry dalam keluarga di Kangarian Koto Baru III Jorong, yaitu : 1) Agresi Verbal merupakan bentuk perilaku negatif yang berupa perkataan atau lisan dengan tujuan untuk menyakiti korbannya. 2) Agresi fisik merupakan bentuk perilaku negatif yang berupa penyerangan secara fisik yang ditujukan untuk melukai, merugikan, mencelakai, atau merusak benda milik orang lain, 3)Ekspresi marah adalah salah satu bentuk perilaku agresif yang sifatnya tersembunyi dalam perasaan orang lain tetapi efeknya bisa tampak dalam perbuatan yang menyakiti orang lain seperti marah dan kesal, 4) Permusuhan merupakan perilaku agresif yang tidak terlihat yaitu sikap atau perasan negatif terhadap orang lain seperti rasa cemburu dan iri. Dari uraian di atas dapat dikemukakan bahwa bentuk perilaku agresif remaja awal di Kanagarian Koto Baru III Jorong yang mengalami sibling rivalry dalam keluarga.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pola Asuh Orangtua Yang Permisif Terhadap Perilaku Agresif Siswa Di SMP Negeri 3 Ampek Angkek

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dimas Wahyudi, Nim 2617015, Prodi Bimbingan Dan Konseling, IAIN Bukittinggi, Judul Skripsi : Pengaruh Pola Asuh Orangtua Yang Permisif Terhadap Perilaku Agresif Siswa Di SMP Negeri 3 Ampek Angkek. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMP Negeri 3 Ampek Angkek, adapun fenomena tersebut yaitu, siswa yang nakal atau berperilaku agresif, ditandai dengan mencaci, memaki menghina, melontarkan kata-kata kasar, memukul, berkelahi, teridentifikasi beberapa siswa yang diasuh dengan pola asuh permisif, dimana orang tua jarang berkomunikasi dengan anaknya sehingga kemungkinan ini disebabkan kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan perilaku anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pola asuh orang tua yang permisif terhadap perilaku agresif siswa di SMP Negeri 3 Ampek Angkek. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan regresi linear sederhana. Adapun populasi dari penelitian ini 43 kelas VIII di SMP Negeri 3 Ampek Angkek, dengan sampel menggunakan teknik Total Sampling, adapun jumlah sampel dari penelitian ini yaitu sebanyak 43 siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Ampek Angkek, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner skala likert, teknik pengolahan data mencari mean, range, % skor dan standar deviasi sedangkan uji persyarat analisis menggunakan uji normalitas data dan uji linearitas, pengujian hipotesis dengan uji f. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen memiliki nilai Sig 0,040 dimana nilai probabilitas ini dibawah 0,05. Dengan demikian maka sesuai dengan ketentuan dalam keriteria pengujian, jika nilai probabilitas 0,05 dengan demikian Ho ditolak Ha diterima artinya pola asuh orang tua yang permisif berpengaruh signifikan terhadap perilaku agresif siswa di SMP Negeri 3 Ampek Angkek. Koefisian determinasi menunjukkan bahwa kontribusi Pola Asuh Orang Tua Yang Permisif Terhadap Perilaku Agresif 9,85% dikategorikan sangat rendah Kata Kunci : Pola Asuh Permisif, Perilaku Agresif

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH INTENSITAS MENONTON TAYANGAN KEKERASAN MEDIA MASSA TERHADAP PERILAKU AGRESI SISWA MAN 3 PADANG PANJANG

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul Pengaruh Intensitas Menonton Tayangan Kekerasan Media Massa Terhadap Perilaku Agresif Siswa MAN 3 Padang Panjang, di tulis oleh Ilhamdi Putra Nim : 2616.105 Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi. Penelitian ini di latarbelakangi karena maraknya tayangan televisi tayangan media massa tindakan kekerasan (film, internet, video dan televisi) dibandingkan siaran edukasi lainnya, hal ini tentu menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan juga dari segi pembentukkan sikap pendidikannya sebagian besar anak-anak/remaja lebih senang menghabiskan waktunya untuk menonton film dari pada mengulang pelajaran yang diajarkan di sekolah. Materi-materi tayangan tidak semuanya berdampak positif melainkan ada sedikit dampak negatifnya, maka hal itu yang akan mempengaruhi tindakan dan perilaku anak-anak/remaja. adegan kekerasan di film, televisi dan video lainnya jika ditonton secara teratur dalam waktu yang panjang akan berpengaruh pada keterbukaan pada pengetahuan anak tentang kekerasan, menumpukkan sikap terhadap perilaku kekerasan dan peniruan terhadap perilaku maupun tindakan kekerasan.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan seberapa besar pengaruh intensitas menonton tayangan kekerasan media massa terhadap perilaku agresif siswa MAN 3 Padang Panjang. Penelitian ini tergolong pada penelitian regresi yaitu untuk melihat pengaruh dua buah variabel berbeda yaitu antara variabel intensitas menonton tayangan kekerasan dengan perilau agresif siswa Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-XI yang berjumlah 138 orang. Sampel penelitian sejumlah 58 orang siswa yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan metode angket dengan instrumen skala Likert dan kemudian diolah dengan teknik analisis data menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) Versi 25 Hasil uji hipotesis pada penelitian ini didapatkan dengan menunjukkan bahwa kontribusi intensitas menonton tayangan kekerasan tindak kekerasan terhadap perilaku agresif sebesar 40,1% selebihnya 59,9% dipengaruhi oleh faktor lain, dimana dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas menonton tayangan kekerasan terhadap perilaku agresif siswa di MAN 3 Padang Panjang.

6 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EFEKTIFITAS TEKNIK MODELLING UNTUK MENGATASI PERILAKU AGRESIF REMAJA DI KENAGARIAN LUBUAK ALAI KECAMATAN KAPUR IX KABUPATEN 50 KOTA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi atas nama KENI DINANTIA, NIM. 2616.123. Judul Skripsi “Efektifitas Teknik Modelling Untuk Mengatasi Perilaku Agresif Remaja Di Kenagarian Lubuak Alai Kecamatan Kapur IX Kabupaten 50 Kota”, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang terjadi di lapangan, bahwa ada beberapa remaja yang memiliki perilaku agresif tinggi sehingga bisa berdampak pada diri sendiri dan juga orang lain, yang dibuktikan dengan adanya beberapa remaja yang melakukan perilaku agresif fisik, verbal, kemarahan, permusuhan. Seperti terdapatnya remaja yang menganiaya temannya, remaja yang berkelahi dengan teman, dan terdapatnya remaja yang suka merusak barang milik teman. Hal tersebut akan berakibat fatal jika tidak segera diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi perilaku agresif remaja di Kenagarian Lubuak Alai Kecamatan Kapur IX Kabupaten 50 Kota. Penelitian ini tergolong penelitian eksperiment jenis penelitian yang digunakan the one group pretest-posttest design yang memberikan perlakuan terhadap satu kelompok (tidak ada kelompok kontrol) dengan melihat perbedaan pretest dan posttest sebagai hasil penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Kenagarian Lubuak Alai yang berjumlah 26 orang, dan sampel penelitian sebanyak 10 orang remaja di Kenagarian Lubuak Alai, Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen skala likert mengenai perilaku agresif remaja. untuk uji hipotesis menggunakan uji t-test. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat perbedaan antara nilai pretest dengan nilai posttest, hal ini dibuktikan dengan Asymp. Sig (2-tailed) diperoleh nilai sebesar( 0,001) yang berarti lebih kecil dari alpha (0,05), pernyataan ini juga berdasarkan nilai thitung ttabel (5.283 > 1.833) dengan df 9 taraf signifikansi 0,05, maka dapat dikatakan Ha diterima artinya terdapat keefektifan layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling untuk mengatasi perilaku agresif, dengan demikian layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi perilaku agresif remaja di Kenagarian Lubuak Alai Kecamatan Kapur IX Kabupaten 50 Kota.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Antara Kemampuan Mengelola Emosi Dengan Perilaku Agresif Siswa Kelas X Di SMA N 1 2X11 Enam Lingkung

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Azi Fauziah, NIM: 2616025 dengan judul penelitian “Hubungan Antara Kemampuan Mengelola Emosi Dengan Perilaku Agresif Siswa Kelas X SMA N 1 2X11 Enam Lingkung”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam (IAIN) Bukittinggi, tahun 2020. Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan peneliti yang menemukan bahwa adanya peserta didik yang memiliki kemampuan mengelola emosi yang rendah sehingga dapat menimbulkan prilaku agresif. Salah satunya adalah adanya peserta didik yang berkelahi saat masih dalam lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara konkrit apakah terdapat hubungan antara kemampuan mengelola emosi dengan perilaku agresif siswa kelas X SMA N 1 2X11 Enam Lingkung serta untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara kemampuan mengelola emosi dengan perilaku agresif siswa kelas X SMA N 1 2X11 Enam Lingkung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori tentang kemampuan mengelola emosi serta teori tentang perilaku agresif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode korelasional. Dengan populasi peserta didik kelas X SMA N 1 2X11 Enam Lingkung yang berjumlah 268 siswa yang akan diambil sampel sebesar 15% yaitu menjadi 40 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportional random sampling. Dalam penelitian ini akan digunakan dua instrumen yaitu instrumen kemampuan mengelola emosi dan instrument perilaku agresif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh t_hitung = 5,972 dengan r_hitung = 0,696, maka hipotesis diterima yang menyatakan adanya hubungan signifikan antara kemampuan mengelola emosi dengan perilaku agresif siswa, itu berarti H_0 ditolak. Hal ini disebabkan r_hitung = 0,696 yang berada pada interval koefisien 0,60-0,799 sehingga tingkat korelasi antar kedua variabel termasuk dalam kategori kuat. Hubungan kemampuan mengelola emosi dan perilaku agresif siswa kelas X SMA N 1 2X11 Enam Lingkung terlihat dari nilai koefisien determinasi antara variabel X dan Y adalah sebesar KD= 48,4416 %. Angka ini menunjukkan bahwa 48,4416 % perilaku agresif ditentukan oleh kemampuan mengelola emosi dan selebihnya ditentukan oleh faktor lainnya.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Korelasi kontrol diri dengan perilaku agresif remaja pada siswa MTsN IV Angkek Canduang

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rahmatul Husna : Korelasi Kontrol Diri dengan Perilaku Agresif Remaja pada Siswa MTsN IV Angkek Canduang. Kontrol diri merupakan tindakan menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang akan merugikan dirinya dimasa kini maupun masa yang akan datang. Perilaku agresif merupakan bentuk menyakiti orang lain, ada yang menyakiti melalui fisik dan ada yang dilakukan secara verbal. Penelitian ini beranjak dari fenomena yang terjadi pada siswa kelas VIII MTsN IV Angkek Canduang. Diketahui bahwa siswa kurang menghargai dirinya sendiri, kurang menghargai orang lain, tidak mampu menunjukkan sikap yang hangat dan bersahabat dengan lingkungannya, mengejek dan saling menghina dengan perkataan kotor, bertengkar dengan saling menyakiti fisik, seperti saling meninju, siswa kurang menghargai guru dan mengganggu temannya ketika belajar dan melakukan hal-hal yang lain ketika guru menerangkan, dan juga ada siswa yang melanggar peraturan sekolah seperti tidak memasukkan baju bagi siswa yang laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan perilaku agresif remaja pada siswa MTsN IV Angkek Canduang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN IV Angkek Canduang dengan jumlah 150 orang. Sampel penelitian sejumlah 31 orang. Siswa yang diambil dengan menggunakan teknik propotional random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen angket dengan skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan secara Excell menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) Versi 22.0 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian menggungkapkan bahwa: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku agresif siswa di MTsN IV Angkek Canduang, 2) Hasil uji korelasi diketahui r hitung sebesar 0,801 dan Degree of Freedom (Df) 29 diperoleh angka 0,367 pada taraf signifikan 0,05. Dapat diketahui bahwa angka indeks korelasi (rxy) 0, 801 dan r hitung > dari pada r tabel yaitu 0,288, yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Jika dilihat pada tabel pedoman interpretasi Product Moment dapat disimpulkan bahwa 0,801 terletak pada 0.80 – 1.00 dapat diperoleh interpretasi bahwa kontrol diri memiliki korelasi yang “Sangat Tinggi” dengan perilaku agresif siswa MTsN IV Angkek Canduang. Berdasarkan temuan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kontrol diri maka akan semakin berkurang perilaku agresif siswa, begitu pula sebaliknya semakin rendah kontrol diri maka akan semakin tinggi perilaku agresif siswa. Maka diharapkan kepada siswa agar lebih meningkatkan kontrol dirinya sehingga dapat mengurangi perilaku agresifnya dan dapat berperilaku dengan baik.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MENGATASI PERILAKU AGRESIF SISWA MTsS TARBIYAH ISLAMIYAH KOTO TINGGI PANDAI SIKEK

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rizqatul Rahmadani Nim. 2614.085, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut agama Islam Negeri Bukittinggi. Judul Penelitian “UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MENGATASI PERILAKU AGRESIF SISWA MTsS TARBIYAH ISLAMIYAH KOTO TINGGI PANDAI SIKEK.” Pada hakikatnya manusia diciptakan dengan berbagai macam ragam sifat dan bentuk perilaku serta kepribadian yang berbeda-beda. Beberapa siswa yang menunjukan perilaku agresif maka akan tidak disukai oleh orang lain disebabkan perilaku agresif yang mereka lakukan termasuk ke dalam hal merugikan orang lain seperti menyakiti, melukai seseorang baik dari segi fisik maupun verbal. Dalam melakukan sesuatu mereka tidak akan memikirkan dampak yang ditimbulkan akibat dari perbuatannya kepada orang lain. Yang menjadi latar belakang penelitian disini ialah adanya tiga orang siswa di salah satu sekolah tsanawiyah yang bisa dikatakan berperilaku agresif. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui bagaimana upaya guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi di lapangan. Informan penelitian dalam penelitian ini ada dua yaitu terdiri dari informan kunci guru bimbingan dan konseling dan informan pendukung yaitu siswa yang berperilaku agresif. Data dikumpulkan dengan melakukan pedoman wawancara dan observasi. Teknik analisa data menggunakan analisa deskriptif kualitatif dan teknik menguji keabsahan data dengan triangulasi data. Berdasarkan penelitian yang dilakukan melalui wawancara dan observasi, maka diperoleh adanya siswa yang melakukan perilaku agresif seperti suka memaksakan kehendak, menganggu orang lain, melakukan tindakan perkelahian, memukul, egois, saling mengejek, berkata-kata kotor tidak sesuai yang menyakiti orang lain, membenarkan diri sendiri terhadap perilaku yang dilakukannya padahal itu merugikan orang lain. Perilaku ini membuat siswa tidak disenangi oleh lingkungan teman-temannya membuat ia dijauhi. Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling mencakup kepada upaya kuratif dan upaya preservatif. Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling masih menemukan berbagai macam kendala terkait kurangnya kerjasama yang dibangun antar personil sekolah dengan sedikitnya layanan yang teraplikasikan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa guru bimbingan dan konseling MTsS TI Koto Tinggi Pandai Sikek belum optimal dalam memberikan layanan konseling kepada siswa.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perilaku Agresif Anak Pada Masyarakat di Jorong Simpang Tiga Kenanga Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini atas nama MUHARANI UTARI, NIM : 2613.145, judul skripsi: “PERILAKU AGRESIF ANAK PADA MASYARAKAT DI JORONG SIMPANG TIGA KENANGA KECAMATAN MUNGKA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA”. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2018. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang berhubungan dengan bentuk perilaku agresif anak pada masyarakat, yaitu anak sering berkata-kata kotor, anak sering mengejek dan menghina orang tua temannya yang cacat fisik, anak sering mengganggu dan mencari masalah dengan anak lain, anak sering berkelahi dengan temannya, dan anak sering mendapat pembelaan dari orang tuanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja bentuk-bentuk perilaku agresif anak pada masyarakat. Kegunaan penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan, wawasan dan keterampilan penulis dalam melakukan penelitian tentang perilaku agresif anak usia 6 tahun sampai 12 tahun. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian field research atau penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci adalah anak-anak yang berperilaku agresif di Jorong Simpang Tiga Kenanga dan informan pendukung adalah orang tua dari anak yang berperilaku agresif, tetangga dan masyarakat di Jorong Simpang Tiga Kenanga. Data kemudian dianalisis berdasarkan teknik analisa data yang disarankan oleh Milles dan Huberman dengan langkah-langkah reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data penulis menggunakan triangulasi data dengan cara membandingkan antara hasil wawancara dengan observasi dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian yang telah penulis lakukan bahwa bentuk-bentuk perilaku agresif anak pada masyarakat yaitu anak suka mengejek temannya dengan menyebut nama orang tua, suka membentak dengan menggertak dan berkata-kata kasar kepada temannya atau orang lain, suka menghina dengan mencemooh orang tua temannya yang cacat fisik, menendang kaki temannya sehingga bengkak dan memar, menggigit pipi temannya sampai berdarah, mencubit temannya, meninju kepala temannya, melempar kepala temannya sampai berdarah, menusuk telinga temannya dengan pulpen dan melukai tangan temannya dengan parang.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGENDALIAN DIRI REMAJA BERPERILAKU AGRESIF ( Studi Kasus Pada Remaja Berperilaku Agresif) di Lubuak Nunang Jorong Batang Silasiah Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Kabupaten Agam

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Silvia Putri Nim. 2613.112, Jurusan Bimbungan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Judul Penelitian “Pengendalian Diri Remaja Berperilaku Agresif (Studi Kasus Pada Remaja Berperilaku Agresif) Di Dusun Lubuak Nunang Jorong Batang Silasiah Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Kabupaten Agam.” Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Beberapa remaja memiliki perilaku agresif. Mereka memiliki kepribadian yang tidak disukai oleh orang lain. Perilakunya sering menyakiti dan melukai banyak orang. Remaja ini melakukan tindakan agresif dengan melukai seseorang baik dari segi fisik maupun verbal. Tindakan agresif yang dilakukan lebih sering menyakiti orang lain menggunakan kata-kata atau bersifat verbal. Kedua remaja berperilaku agresif saat ini sudah putus sekolah. Dalam melakukan sesuatu, mereka tidak akan memikirkan dampak yang akan terjadi dari perbuatan yang dilakukannya terhadap orang lain. Adapun yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini adalah adanya beberapa remaja di Lubuak Nunang yang berperilaku agresif yang tidak mampu mengendalikan dirinya dengan baik. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang atau pelaku yang diamati. Informan penelitian dalam penelitian ini ada dua. Informan kuncinya adalah dua orang remaja yang berperilaku agresif dan informan pendukungnya adalah orangtua remaja yang berperilaku agresif di Dusun Lubuak Nunang Jorong Batang Silasiah Nagari Bukik Batabuah. Data dikumpulkan dengan menggunakan pedoman wawancara, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisa data kualitatif yaitu reduksi data (merangkum), penyajian data (uraian singkat), dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara dan observasi, maka diperoleh gambaran bahwa kedua remaja yang berperilaku agresif memiliki perilaku yang berbeda dengan remaja pada umumnya yang seusia dengannya. Mereka tidak mampu dalam mengendalikan diri dalam situasi, kondisi, dan lingkungan tempat dia berada. Perilaku remaja yang berperilaku agresif tidak disukai oleh orang lain. Perilaku atau sikapnya yang selalu mementingkan keinginan sendiri, susah diatur, keras kepala, egois, dan menyakiti banyak orang baik itu dari segi fisik, seperti memukul dan berkelahi maupun dari segi verbal atau kata-kata, seperti mengucapkan perkataan yang menyakiti orang lain, menghina, mencaci maki, berbicara menggunakan intonasi suara yang tinggi, dan berbicara kepada orang lain tidak menggunakan “kato nan ampek.” Perilaku remaja yang berperilaku agresif tidak disukai oleh orang-orang terdekatnya, seperti kedua orangtua, keluarga, teman-teman, dan masyarakat. Remaja yang berperilaku agresif tidak memiliki banyak teman, dijauhi, dimusuhi, dan dikucilkan oleh teman-teman dan masyarakat. Kehadiran remaja yang berperilaku agresif membuat masyarakat merasa terganggu dan dianggap sebagai pembuat onar.

3 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI PERILAKU AGRESIF SISWA DI MTsN BALINGKA

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi atas nama Marhisis, NIM 2613.096, dengan judul skripsi “UPAYA GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI PERILAKU AGRESIF SISWA DI MTSN BALINGKA”. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2018. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwa adanya siswa yang suka memaksakan kehendak dan pendapatnya kepada teman, adanya siswa yang mencemooh pendapat teman-temannya, adanya siswa yang suka marah-marah tanpa sebab terhadap taman-temannya, adanya siswa yang suka memancing emosi temannya untuk berkelahi, adanya siswa yang memukul dan mencubit temannya dengan sengaja dan adanya siswa yang berkata kasar, dan mengejek serta merusak benda milik sekolah dan milik teman-temannya (seperti: mencoret-coret meja sekolah dan merobek buku catatan temannya). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja bentuk perilaku agresif yang dilakukan siswa, mengetahui apa faktor yang menyebabkan siswa berperilaku agresif dan juga mengetahui apa upaya yang dilakukan guru bimbingan konseling untuk mengatasi perilaku agresif siswa di MTsN Balingka. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) mengumpulkan data dari lokasi, teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu observasi, wawancara. Informan kunci dalam penelitian ini adalah 1 orang Guru BK dan informan pendukungnya adalah beberapa siswa yang berperilaku agresif di MTsN Balingka. Teknik analisis data menggunakan reduksi atau pemilihan, penyajian data dan menarik kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data menggunakan trigulasi data. Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa Bentuk perilaku agresif yang dilakukan siswa MTsN Balingka yaitu berupa agresif menyerang fisik (seperti memukul, berkelahi, mendorong dan mencubit), agresif menyerang verbal (seperti mengejek), dan agresif menyerang benda seperti (mencoret-coret meja dan melempar penghapus kepada teman). Faktor yang mempengaruhi prilaku agresif siswa tersebut ada 3 faktor yaitu terpancingnya amarah, terpengaruh oleh media massa dan proses pendisplinan yang keliru. Dampak yang terjadi terhadap siswa yang melakukan perilaku agresif tersebut adalah terjadinya perselisihan, tertengkaran dan dijauhi oleh teman. Adapun upaya yang dilakukan guru bimbingan konseling untuk mengatasi perilaku agresif siswa yaitu memberikam tindakan kepada siswa sesegara mungkin sampai tuntas masalah nya. Bentuk dari tindakan yang diberikan guru bimbingan konseling di MTsN Balingka yaitu berupa tindakan preventif, kuratif dan perservatif. Guru bimbingan konseling juga memberikan layanan bimbingan konseling kepada siswa berupa layanan informasi, penguasaan konten, konseling perorangan dan bimbingan kelompok dan guru bimbingan konseling juga bekerjasama dengan personil sekolah dan pihak luar sekolah. Semua itu dilakukan guru bimbingan konseling agar tidak adanya kembali perilaku agresif yang dilakukan siswa di sekolah.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Perhatian Orangtua dengan Perilaku Agresif Siswa di MTsN Kubang Putih

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sa’diah Sari Hasanah. 2017 “Hubungan Perhatian Orangtua Dengan Perilaku Agresif Siswa di MTsN Kubang Putih”. Skripsi. Jurusan Bimbingan Dan Konseling Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi (IAIN). Orangtua mempunyai kewajiban mengasuh anak mereka. Dalam mengasuh anaknya, orangtua di pengaruhi oleh budaya yang ada di lingkungannya. Banyak orangtua yang kurang menyadari bahwa cara yang mereka gunakan untuk mendidik anak, membuat anak merasa tidak di sayang atau bahkan terlalu dikekang oleh orangtuanya. Kurangnya perhatian dari orangtua memberikan dampak yang buruk terhadap anak dan berpengaruh terhadap kepribadian anak serta akan berpotensi merangsang munculnya agresifitas dalam diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perhatian orangtua dengan perilaku agresif siswa di MTsN Kubang Putih. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian Field Research melalui pendekatan kuantitaif jenis korelasional. Populasinya adalah siswa kelas VIII MTsN Kubang Putih jumlah sampel sebanyak 66 orang yang di pilih dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan jenis Skala Likert. Data di analisis dengan mengunakan taknik analisis korelasional. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai r hitung sebesar 0,800 sedangkan r tabel 0,242 pada taraf signifikan 0,05. Maka dapat diketahui bahwa angka indeks korelasi (r xy) 0,800 dan r hitung > dari pada r tabel yaitu 0,242 yang artinya Ho di tolak dan Ha di terima. Jadi dapat di simpulkan bahwa perhatian orangtua berhubungan kuat dengan perilaku agresif siswa artinya semakin tinggi perhatian orangtua maka semakin rendah perilaku agresif, sebaliknya semakin rendah perhatian orangtua semakin tinggi perilaku agresif siswa

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU AGRESIF SISWA DI SMPN 2 KAMANG MAGEK

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi atas nama Vera Amelia, NIM. 2613.074 dengan judul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Agresif Siswa Di SMPN 2 Kamang Magek”. Jurusan Pendidikan Bimbingan dan Konseling (PBK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2017. Penelitian ini dilatar belakangi oleh observasi awal terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku agresif siswa di SMPN 2 Kamang Magek khususnya pada kelas VIII. Penulis menemukan bahwa sebagai seorang siswa seharusnya berperilaku sesuai dengan aturan yang ada di sekolah seperti taat terhadap peraturan yang ada disekolah. Tapi yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan semestinya. Penelitian ini beranjak dari fenomenal yang terjadi di SMPN 2 Kamang Magek. Di sini peneliti akan mengungkapkan tentang apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku agresif siswa di SMPN 2 Kamang Magek. Jenis penelitian ini adalah Field Reserch atau penelitian lapangan. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru pembimbing, sedangkan yang menjadi informan pendukung adalah siswa/I kelas VIII dan wali kelas VIII. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu observasi dan wawancara. Adapun hasil penelitian ini tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku agresif di SMPN 2 Kamang Magek. Dari munculnya perilaku agresif yang di tampilkan siswa tersebut, ada penyebab terjadinya perilaku agresif itu. Penyebab terjadinya perilaku agresif tersebut terdiri dari dua faktor yaitu : faktor internal ( adanya gangguan tingkah laku, gangguan perasaan atau emosional serta gangguan berfikir ), dan eksternal ( berasal dari orang tua, teman sebaya dan dari lingkungan) Dan di sini penulis berharap para siswa ini dapat memperbaiki perilakunya menuju kearah yang lebih baik. Bagi guru pembimbing penulis juga berharap lebih meningkatkan pelayanan dan kegiatan BK yang mengarah kepada perilaku siswa yang bisa menerima dengan positif terhadap lingkungan sekolah kemudian juga menjalin kerja sama dengan personil sekolah yang lain seperti guru mata pelajaran, wali kelas dan juga dengan orang tua siswa untuk mengatasi perilaku agresif yang di lakukan oleh siswa di sekolah.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail