ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini dibuat oleh Putri Nadila Anggraini, 2618008, dengan judul PERILAKU AGRESIF REMAJA AWAL YANG MENGALAMI SIBLING RIVALRY DALAM KELUARGA DI KANAGARIAN KOTO BARU III JORONG. Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2022. Perilaku agresif remaja awal yang mengalami sibling rivalry dapat tumbuh dalam keluarga yang memiliki anak lebih dari satu seperti yang dikemukakan oleh Bakwin H bahwa persaingan saudara kandung lebih intens terjadi pada keluarga kecil (keluarga dengan jumlah anak yang lebih sedikit) dibandingkan dengan keluarga yang memiliki banyak anak. Perilaku agresif remaja yang positif yang muncul ketika terjadi sibling rivalry adalah munculnya kasih sayang dan pengertian antar saudara, selalu berusaha lebih baik dari saudaranya. Sedangkan dampak negatif dari perilaku remaja yang mengalami sibling rivalry berupa perilaku menyendiri, menangis, penarikan diri dari lingkungan, menjadi individu yang pemurung, dan gangguan psikosomatis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu berusaha untuk menguraikan, membuat deskripsi dan gambaran secara akurat tentang bentuk perilaku agresif remaja awal yang mengalami sibling rivalry dalam keluarga. Informan kunci 5 remaja awal dan informan pendukung 5 orang tua di Kanagarian Koto Baru III Jorong. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku agresif remaja awal yang mengalami sibling rivalry dalam keluarga di Kangarian Koto Baru III Jorong, yaitu : 1) Agresi Verbal merupakan bentuk perilaku negatif yang berupa perkataan atau lisan dengan tujuan untuk menyakiti korbannya. 2) Agresi fisik merupakan bentuk perilaku negatif yang berupa penyerangan secara fisik yang ditujukan untuk melukai, merugikan, mencelakai, atau merusak benda milik orang lain, 3)Ekspresi marah adalah salah satu bentuk perilaku agresif yang sifatnya tersembunyi dalam perasaan orang lain tetapi efeknya bisa tampak dalam perbuatan yang menyakiti orang lain seperti marah dan kesal, 4) Permusuhan merupakan perilaku agresif yang tidak terlihat yaitu sikap atau perasan negatif terhadap orang lain seperti rasa cemburu dan iri. Dari uraian di atas dapat dikemukakan bahwa bentuk perilaku agresif remaja awal di Kanagarian Koto Baru III Jorong yang mengalami sibling rivalry dalam keluarga.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “FAKTOR PENYEBAB SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA DINI DI KELURAHAN TANAH PAK LAMBIK KOTA PADANG PANJANG” yang disusun oleh Grabelia Dwi Zalita 2618.094. Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2022. Sibling rivalry merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi pada anak usia dini. Sibling rivalry akan menimbulkan kecemburuan, pertentangan dan perselisihan. Faktor penyebab sibling rivalry diantaranya adalah sikap orang tua, urutan posisi, jenis kelamin, perbedaan usia, jumlah saudara, jenis disiplin, dan pengaruh yang ditimbulkan dari orang luar. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab sibling rivalry pada anak usia dini di Kelurahan Tanah Pak Lambik Kota Padang Panjang dimana difokuskan pada anak rentang usia 2-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan atau penelitian yang menggambarkan, menuturkan dan menafsirkan suatu fenomena yang berkembang pada masa sekarang. Di mana penelitian ini menggambarkan faktor penyebab sibling rivalry pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi yang didapat dari informan kunci dan informan pendukung yang ada di lapangan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor penyebab sibling rivalry pada anak usia dini di Kelurahan Tanah Pak Lambik Kota Padang Panjang, yaitu: 1) Sikap orang tua, perlakuan yang diberikan oleh orang tua tidak sama antara anak pertama dan anak bungsu, 2) Urutan posisi, peran yang diberikan orang tua kepada anak, 3) Jenis kelamin, anak lebih cenderung mengalami pertentangan yang sama jenis kelaminnya, 4) Jarak usia, usia anak yang terlalu dekat sering mengalami pertengkaran, 5) Jumlah saudara, keluarga yang memiliki anggota keluarga sedikit meminimalisir pertengkaran, 6) Jenis disiplin, disiplin yang diberikan kepada anak mempengaruhi terjadinya perselisihan, 7) Pengaruh orang luar, orang dari luar rumah sangat berpengaruh terhadap sibling rivalry.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Riska Murni 2617119, Skripsi Ini Berjudul “Hubungan Sibling Rivalry Terhadap Motivasi Berprestasi Siswa Di SMA Negeri 1 SINUNUKAN Di Kecamatan Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara”, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Tahun 2022. Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya peselisihan atau persaingan antara siswa yang bersaudara kandung. siswa tersebut memiliki perselisihan dengan saudaranya seperti sering bertengkar, tidak mau berdiskusi serta bekerjasama dengan saudaranya. Siswa tersebut menganggap bahwa saudaranya mendapat dukungan serta perhatian lebih dari orang lain. karena perasaan itulah siswa tersebut menimbulkan prilaku negatif disekolah seperti berprilaku agresi yang dapat menimbulkan prilaku rendah diri yang ditunjukkan oleh siswa yang mengalami sibling rivalry sehingga memengaruhi motivasi berprestasinya di sekolah seperti prilaku malas belajar, cenderung menunda-nunda tugas sekolah yang diberikan, kurangnya kosentrasi dalam belajar, serta mendapat nilai yang buruk. Bersikap rendah diri inilah yang menyebabkan siswa tersebut memiliki motivasi berprestasi rendah dalam belajar sehingga mempengaruhi prestasinya disekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk mengungkapkan hubungan sibling rivalry dengan motivasi berprestasi. Adapun rumusan masalahnya yaitu apakah terdapat hubungan antara sibling rivalry dengan motivasi berprestasi pada siswa di SMAN 1 SINUNUKAN, Kec. Sinunukan Kab. Mandailing Natal? untuk mengetahui hubungan antara sibling rivalry dengan motivasi berprestasi siswa di SMAN 1 SINUNUKAN, Kec. Sinunukan Kab. Mandailing Natal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar satu variabel dengan variabel lainnya. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SMA Negeri 1 Sinunukan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 23 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment yang mensyaratkan hipotesis diterima apabila r hitung lebih besar dari r tabel. Berdasarkan hasil analisis korelasi diketahui r hitung sebesar 0,738. Besar variabel sibling rivalry berhubungan dengan variable motivasi berprestasi dihitung dengan D= r2× 100%= (0,544)2 × 100%, diperoleh D sebesar 54%. Jadi dapat disimpulkan bahwa besar hubungan sibling rivalry terhadap motivasi berprestasi pada siswa SMA Negeri 1 Sinunukan yaitu sebesar 54%, maka dapat dikatakan Ha diterima dan Ho ditolak serta terdapat hubungan yang signifikan antara sibling rivalry terhadap motivasi berprestasi siswa di SMA Negeri 1 Sinunukan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Isnaini Krismonazisa NIM. 2616.157. Skripsi ini berjudul “ Faktor Yang Mempengaruhi Sibling Rivalry Dalam Keluarga”. Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Dalam sebuah keluarga di Dusun Paparangan Nagari Matua Mudiak Kecamatan Matur ditemukan seorang anak yang mengalami Sibling Rivalry dalam Keluarga. Disini anak merasa kurang mendapatkan perhatian dari orang tua dan besarnya kecemburuan dalam diri anak terhadap adiknya, yang mengakibatkan timbul lah sebuah persaingan dengan saudara kandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi Sibling Rivalry dalam keluarga. Penelitian ini bersifat desktiptif kulitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu anak yang mengalami Sibling Rivalry dalam keluarganya serta informan pendukung disini adalah ayah dan adik perempuannya. Data dikumpulkan dengan melakukan pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan analisis deskriptif dan teknik menguji keabsahan data dengan triangulasi data. Hasil dari penelitian yang dilakukan dalam keluarga ini, yang menjadi faktor penyebab terjadinya Sibling Rivalry dalam keluarga adalah sikap orang tua, urutan kelahiran, jenis kelamin, jumlah saudara, jarak angka kelahiran, pengaruh orang luar. Sikap orang tua yang sibuk dengan urusan pekerjaan dan suka membanding-bandingkan antara anak pertama dengan anak bungsunya. Kedua urutan kelahiran tidak terlalu menjadi masalah karena ada salah satu dari anak yang mau mengalah dalam pembagian tugas rumah dan salah satu anak suka malas karena mendapatkan pembelaan dari orang tua. Ketiga kesamaan jenis kelamin anak pertama dengan dengan dua adiknya membuat anak pertama tidak nyaman karena adiknya selalu mendapat pujian dari semua kelebihannya sedangkan anak pertama di anggap biasa saja. Keempat jumlah saudara yang cukup banyak membuat anak merasa tersaingi untuk mendapatkan perhatian semua orang yang berada dilingkungannya. Kelima jarak kelahiran yang cukup jauh antara anak pertama dengan adik bungsunya membuat anak pertama menjadi merasa terkucilkan dan tidak mendapatkan perhatian seperti biasanya dari orang tua. Dan keenam pengaruh orang luar yang memang sangat berpengaruh membuat anak merasa bebas berada diluar lingkungan keluarga semua itu akibat dari kecemburuan ,rasa iri dan persaingan yang dirasakan dalam persaudaraanya. Kata Kunci : Faktor Yang Mempengaruhi, Sibling Rivalry, Keluarga