Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: peran sosial
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Lembaga Adat Mukim Dalam Mengelola Keragaman Masyarakat Di Kampung Mude Benara Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Aceh

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Ratrya Widya Putri Nim 4621052 pada Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Peran Mukim Dalam Mengelola Keberagaman Masyarakat di Kampung Mude Benara Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial masyarakat Kampung Mude Benara yang terdiri dari berbagai suku dan agama. Keberagaman ini menciptakan potensi konflik sekaligus peluang untuk membangun harmoni sosial. Dalam konteks ini, peran lembaga adat Mukim menjadi penting sebagai penjaga nilai-nilai lokal dan perekat sosial masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha menggambarkan bagaimana peran strategis Mukim dalam mengelola keragaman serta hambatan yang dihadapinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini di Kampung Mude Benara Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Aceh. Dalam pengumpulan data penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah Mukim, dan yang menjadi informan pendukung adalah Sarak Opat dan masyarakat. Analisis menggunakan teori peran sosial dari Robert K. Merton untuk melihat dinamika peran yang dijalankan oleh Mukim dalam masyarakat multicultural Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga adat Mukim memiliki peran signifikan dalam mengelola keberagaman masyarakat melalui tiga fungsi utama: pertama, sebagai pelestarian budaya dan kearifan lokal seperti penjaga nilai adat yang memperkuat solidaritas dan gotong royong; kedua, mediasi dalam menyelesaikan konflik antarwarga; sebagai dan ketiga, sebagai mempertahankan keteraturan sosial seperti perekat sosial yang menumbuhkan kebersamaan di tengah pluralitas masyarakat. Meski demikian, Mukim juga menghadapi tantangan berupa melemahnya otoritas adat di tengah modernisasi, kurangnya regenerasi pemimpin adat, serta terbatasnya dukungan administratif dari pemerintah. Oleh karena itu, penguatan peran Mukim melalui dukungan masyarakat dan sinergi dengan pemerintah menjadi penting agar lembaga adat ini tetap relevan dalam menjaga kohesi sosial di tengah dinamika perubahan zaman.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Sosial Majelis Ulama Indonesia Dalam Pembinaan Anak Jalanan Di Kota Bukittinggi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini ditulis oleh Salsabilla Rozalmi NIM. 4619043, Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Peran Sosial Majelis Ulama Indonesia dalam Pembinaan Anak Jalanan di Kota Bukittinggi”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh peranan MUI terhadap anak jalanan di Kota Bukittinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui peran MUI Bukittinggi dalam pembinaan anak jalanan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Lokasi Penelitian ini bertempat di Kota Bukittinggi. Dalam pengumpulan data penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah MUI Kota Bukittinggi, Dinas Sosial, Kemenag, UPTD, dan anak jalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUI Kota Bukittinggi aktif dalam melaksanakan penelitian tentang eksistensi MUI dalam pembinaan anak jalanan adalah MUI Bukittinggi berperan signifikan dalam memberikan pendidikan dan keterampilan yang membantu anak jalanan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Program-program yang ditawarkan, seperti pembelajaran agama dan pelatihan keterampilan, telah memberikan dampak positif yang terlihat dalam peningkatan kepercayaan diri dan motivasi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Anak-anak merasa diterima dan diperhatikan oleh para pengurus MUI, yang menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mereka. Meskipun anak-anak menghadapi tantangan, seperti kesulitan fokus dan rasa minder akibat latar belakang mereka, mereka tetap optimis dan berharap dapat mengubah nasib. Melalui dukungan yang diberikan oleh MUI, mereka memiliki harapan untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan berkontribusi kepada masyarakat. Kesimpulannya, Peran Sosial Majelis Ulama Indonesia dalam Pembinaan Anak Jalana di Kota Bukittinggi tidak hanya memberikan pendidikan dan keterampilan, tetapi juga mengubah cara pandang anak-anak terhadap diri mereka sendiri dan masa depan mereka.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Syekh Buya Ungku Saliah Dalam Kegiatan Sosial Pada Masa Darurat di Nagari Sungai Sariak 1952-1972

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

“Peran Syekh Buya Ungku Saliah Dalam Kegiatan Sosial Pada Masa Darurat di Nagari Sungai Sariak 1952-1972”. Latar belakang penelitian ini adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa sebuah Masjid yang memiliki fungsi sama dengan Masjid lainnya tetapi ada sisi lain dan unik dari Masjid ini, Masjid tersebut bernama Masjid Koperasi Islam Syekh Buya Ungku Saliah, tempat ini membawa misi sosial penyelematan bagi para pengungsi pada gejolak PRRI dan G30S/PKI yang menjadi pembeda dari Masjid lainnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif naratif. Data dalam penelitian ini bersumber primer (surat cukuik, kuali besar dan tempat sanitasi kejadian) dan sekunder hasil observasi lapangan, wawancara dengan Buya Kaciak, Ungku Malik, Burahin Narsid dan dokumentasi benda bersejarah kuali besar dan tempat sanitasi pengungsian, surat wakaf, serta penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan melalui beberapa langkah yaitu heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi atau penyeleksian sumber, interprestasi atau penafsiran sumber dan juga historiografi atau tahap penulisan. Penulisan skripsi ini sesuai dengan buku Pedoman Penulisan Skripsi pada Program Studi Sejarah Peradaban Islam SPI, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Pasa Panjang, Nagari Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman maka penulis menyimpulkan bahwa Masjid Koperasi Islam Syekh Buya Ungku Saliah didirikan pada tahun 1952 yang langsung melakukan peletakan batu pertama oleh Syekh Buya Ungku Saliah salah satu ulama di Pariaman dan terkenal dengan kiramatullah, beliau gemar mendirikan tempat ibadah seperti musholla tetapi hanya satu Masjid beliau dirikan yakninya Masjid Koperasi Islam yang terletak di Pasa Panjang Nagari Sungai Sariak dengan dana dari sedekah masyarakat berupa uang tunai hingga tanah yang diwakafkan dan tahap pembangunan yang bertahap. Pengurus Masjid diantaranya dari anak, cucu hingga murid Ungku saliah. Sejak awal berdirinya Masjid ini sudah mulai berbagai kegiatan sosial tempat perlindungan saat terjadinya pergolakan masa PRRI dan G30S/PKI menjadi tempat aman bagi para warga setempat hingga luar daerah mulai dari orang￾orang terlantar seperti orang gila dan para janda, tempat logistik, musyawarah, tempat ibadah dan gotong royong.

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tingkat Ketercapaian Tugas Perkembangan Siswa di MTsN 1 Solok Selatan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Elda Maiyona 2617034, Judul Penelitian ¬¬Tingkat Ketercapaian Tugas Perkembangan Siswa di MTsN 1 Solok Selatan, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi masih adanya peserta didik yang belum mencapai tugas perkembangan sosial remajanya dan kurangnya pencapaian tugas-tugas perkembangan sosial peserta didik dalam mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya, dan mencapai peran sosial sesuai dengan jenis kelamin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat ketercapaian tugas perkembangan sosial siswa kelas VIII di MTsN 1 Solok Selatan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field research) yang bersifat kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 180 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini digunakan teknik Simple Random Sampling. penelitian ini mengambil peserta didik sebagai sampel yang berjumlah 45 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Sedangkan untuk analisis data digunakan teknik analisis persentase. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa : 1) Tingkat ketercapaian tugas perkembangan sosial siswa di MTsN 1 Solok Selatan dalam mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya berada pada kategori sedan dengan persentase 56,52%, 2) Tingkat ketercapaian tugas perkembangan sosial siswa di MTsN 1 Solok Selatan dalam mencapai pera sosial sesuai dengan jenis kelamin berada pada kategori sedang dengan persentase 57,27%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

“TINGKAT PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN PERAN SOSIAL SISWA KELAS X DI SMKN 1 LUBUK SIKAPING TP. 2019/2020”

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nova Nurlisa, NIM. 2616.116, Skripsi ini berjudul “Tingkat Pencapaian Tugas Perkembangan Peran Sosial Siswa Kelas X Di SMKN 1 Lubuk Sikaping Tp. 2019/2020”. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Tahun 2020. Penelitian ini dilatar belakangi adanya sebagian siswa yang belum mampu mencapai tugas perkembangan peran sosial sesuai dengan jenis kelaminnya masing-masing. Tugas perkembangan merupakan suatu proses yang menggambarkan perilaku kehidupan sosial-psikologis manusia pada posisi yang harmonis didalam lingkungan masyarakat yang lebih luas dan lebih kompleks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar persentase tugas perkembangan peran sosial sesuai dengan jenis siswa kelas X di SMKN 1 Lubuk Sikaping TP.2019/2020. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TP. 2019/2020 berjumlah 504 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah propotionate stratified random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dengan jumlah sampel sebanyak 84 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument angket dan skala likert. Teknik pengolahan data menggunakan Microsoft Excel 2010. Berdasarkan hasil penelitian mengenai tingkat pencapaian tugas perkembangan peran sosial siswa di SMKN 1 Lubuk Sikaping TP.2019/2020, berdasarkan hasil pengolahan data maka didapatkan hasil dari 8 indikator dengan hasil berikut, pada indikator mengikuti acara-acara yang diadakan kelompok yang beragam jenis kelamin, pada jenis kelamin laki-laki tidak tercapai dengan persentase 67.17%, sementara perempuan kurang tercapai dengan persentase 76.88%. Pada indikator menerima lawan jenis dalam kelompok pada laki-laki kurang tercapai dengan persentase 74.87% sementara pada perempuan tercapai dengan persentase 81.84%. Pada indikator berperilaku sesuai dengan jenis kelamin laki-laki kurang tercapai dengan persentase 80.58% sementara perempuan tercapai dengan persentase 86.63%. Indikator menyenangi lawan jenis dalam kelompok laki-laki kurang tercapai dengan persentase 76.03%, sementara perempuan tercapai dengan persentase 78.06%. Indikator memelihara diri dengan baik sesuai dengan jenis kelamin dalam kelompok laki-laki tercapai dengan persentase 85,47%, sementara itu kelompok perempuan sangat tercapai dengan persentase 90,52%. Indikator mengetahui dan memahami peran sosial sesuai dengan jenis kelamin laki-laki tercapai dengan persentase 89,04%, sementara itu kelompok perempuan sangat tercapai dengan persentase 90,27%. Indikator punya minat untuk mempersiapkan diri dalam suatu perkerjaan sesuai dengan jenis kelamin laki-laki tercapai dengan persentase 89.52% dan perempuan tercapai dengan persentase 84.57%. Indikator terakhir yaitu indikator menampilkan diri sesuai dengan jenis kelamin pada jenis kelamin laki-laki sangat tercapai dengan persentase 93.11% dan perempuan tercapai dengan persentase 87.30%.

3 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail