Abstrak
“Peran Syekh Buya Ungku Saliah Dalam Kegiatan Sosial Pada Masa Darurat di Nagari Sungai Sariak 1952-1972”. Latar belakang penelitian ini adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa sebuah Masjid yang memiliki fungsi sama dengan Masjid lainnya tetapi ada sisi lain dan unik dari Masjid ini, Masjid tersebut bernama Masjid Koperasi Islam Syekh Buya Ungku Saliah, tempat ini membawa misi sosial penyelematan bagi para pengungsi pada gejolak PRRI dan G30S/PKI yang menjadi pembeda dari Masjid lainnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif naratif. Data dalam penelitian ini bersumber primer (surat cukuik, kuali besar dan tempat sanitasi kejadian) dan sekunder hasil observasi lapangan, wawancara dengan Buya Kaciak, Ungku Malik, Burahin Narsid dan dokumentasi benda bersejarah kuali besar dan tempat sanitasi pengungsian, surat wakaf, serta penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan melalui beberapa langkah yaitu heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi atau penyeleksian sumber, interprestasi atau penafsiran sumber dan juga historiografi atau tahap penulisan. Penulisan skripsi ini sesuai dengan buku Pedoman Penulisan Skripsi pada Program Studi Sejarah Peradaban Islam SPI, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Pasa Panjang, Nagari Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman maka penulis menyimpulkan bahwa Masjid Koperasi Islam Syekh Buya Ungku Saliah didirikan pada tahun 1952 yang langsung melakukan peletakan batu pertama oleh Syekh Buya Ungku Saliah salah satu ulama di Pariaman dan terkenal dengan kiramatullah, beliau gemar mendirikan tempat ibadah seperti musholla tetapi hanya satu Masjid beliau dirikan yakninya Masjid Koperasi Islam yang terletak di Pasa Panjang Nagari Sungai Sariak dengan dana dari sedekah masyarakat berupa uang tunai hingga tanah yang diwakafkan dan tahap pembangunan yang bertahap. Pengurus Masjid diantaranya dari anak, cucu hingga murid Ungku saliah. Sejak awal berdirinya Masjid ini sudah mulai berbagai kegiatan sosial tempat perlindungan saat terjadinya pergolakan masa PRRI dan G30S/PKI menjadi tempat aman bagi para warga setempat hingga luar daerah mulai dari orangorang terlantar seperti orang gila dan para janda, tempat logistik, musyawarah, tempat ibadah dan gotong royong.