Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Komparasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Komparasi Ijtma' MUI Nomor IV Tahun 2012 Dengan Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Dan Kompilasi Hukum Islam Mengenai Penjatuhan Talak Di Luar Pengadilan Perspektif Maslahah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Penjatuhan Talak Di Luar Pengadilan Komparasi Ijtima’ MUI Nomor IV Tahun 2012 Dan Hukum Perkawinan Di Indonesia Pespektif Maslahah” yang disusun oleh Naditul Hasanah, NIM 1122027, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Al-Akhwal Al-Syakhsiyyah), Fakultas Syaiah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penjatuhan talak di luar pengadilan merupakan persoalan yang masih menimbulkan perbedaan pandangan antara hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Ijtima' Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor IV Tahun 2012 menyatakan bahwa talak di luar pengadilan hukumnya sah apabila terdapat alasan syar'i yang dapat dibuktikan di pengadilan, sedangkan Hukum Perkawinan di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, dan peraturan perundang-undangan lainnya menegaskan bahwa perceraian hanya sah apabila dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama. Perbedaan tersebut menimbulkan persoalan mengenai kepastian hukum, perlindungan hak para pihak, dan kemaslahatan dalam kehidupan berkeluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi antara ketentuan Ijtima' MUI Nomor IV Tahun 2012 dengan Hukum Perkawinan di Indonesia mengenai penjatuhan talak di luar pengadilan, serta menganalisisnya berdasarkan perspektif maslahah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan komparatif (comparative approach). Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ijtima' MUI Nomor IV Tahun 2012 mengakui keabsahan talak di luar pengadilan secara hukum Islam dengan syarat adanya alasan syar'i yang dapat dibuktikan, sedangkan Hukum Perkawinan di Indonesia tidak mengakui akibat hukum perceraian apabila talak tidak diikrarkan di hadapan sidang Pengadilan Agama. Dari perspektif maslahah, ketentuan hukum perkawinan di Indonesia yang mewajibkan perceraian dilakukan melalui pengadilan lebih mampu mewujudkan kemaslahatan karena memberikan kepastian hukum, menjamin perlindungan hak dan kewajiban suami, istri, serta anak, mencegah penyalahgunaan hak talak, dan menciptakan tertib administrasi hukum. Meskipun demikian, substansi fatwa Ijtima' MUI tetap memiliki relevansi sebagai pedoman hukum Islam dalam menentukan keabsahan talak secara syar'i

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KOMPARASI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NO.23/P/HUM/2024 DAN MAHKAMAH KONSTITUSI NO. 70/PUU-XXII/2024 DALAM ASAS KEPASTIAN HUKUM PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini berjudul Komparasi Putusan Mahkamah Agung No.23/P/Hum/2024 Dan Mahkamah Konstitusi No. 70/Puu-Xxii/2024 Dalam Asas Kepastian Hukum Perspektif Siyasah Dusturiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang menyinggung keluarnya putusan MA No.23/P/Hum/2024 yang dianggap multitafsir, tidak adanya transparansi dan keputusan yang terburu-buru menyebabkan hilangnya kepastian hukum didalam suatu putusan. Lalu disusul dengan putusan dari MK No. 70/Puu-Xxii/2024 yang putusannya berbanding terbalik terhadap putusan ma, padahal sama-sama membahas persoalan batas usia calon kepala daerah. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk mengkaji implikasi hukum yang ada pada kedua putusan tersebut lalu dilihat bagaimana siyasah dusturiyah melihat persoalan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif. Data dikumpulkan memalui analisis terhadap putusan MA dan MK, dan sumber hukum terkait literatur yang membahas prinsip siyasah Dusturiyah. Analisis dilakukan dengan pendekatan analisis-deskriptif. Lalu mengaitkan kepada prinsip-prinsip siyasah dusturiyah. Hasil penelitian pertama, Pertimbangan hukum yang terdapat didalam putusan Mahkamah Agung nomor 23P/HUM/2024 tidak berdasarkan hukum. Amar putusannya mengada-ada sebagai Mahkamah Agung. Dan justru membuka ruang multitafsir dan ketidakpastian hukum. Dan pertimbangan hukum di dalam putusan Mahkamah Konstitusi memberikan arah yang lebih sesuai melalui Putusan Nomor 70/PUU-XVII/2024, yang menetapkan bahwa usia calon kepala daerah harus dipenuhi pada saat penetapan pasangan calon, sehingga memperjelas tahapan pencalonan, menghilangkan multitafsir, dan menjaga kepastian hukum. Kedua, asas kepastian hukum yang muncul akibat dari tidak konsisten antara Putusan MK Nomor 70/PUU-XXII/2024 dan Putusan MA Nomor 23P/HUM/2024, diantaranya (1) Regulasi Hukum yang tidak Konstitusional, (2) Konsensus Warga Negara dalam Substansi Regulasi, kedua putusan yang bertolak belakang sehingga menyebabkan banyaknya suara dari masyarakat maupun pemikir politik yang tidak menyetujui terhadap kedua putusan. (3) Netralitas Hakim. majelis hakim tidak memaparkan penjelasan yang detail dan jelas yang memiliki potensi munculnya makna tafsir. Majelis hakim dalam memutus perkara ini tidak memperhatikan kepastian hukum di dalamnya. (4) Transparasi Putusan. Kedua putusan yang membahas terkait batas usia minimal calon Kepala Daerah ini, keduanya memnculkan dua aturan hukum yang berbeda. Hal ini menimbulkan kebingungan dan keraguan, sehingga belum bisa dikatakan dapat diimplementasikan secara konkrit. Ketiga, regulasi batas usia minimal Calon Kepala Daerah, tidak sesuai dengan prinsip tauhidullah dalam perspektif siyasah dusturiyah. dari prinsip musyawarah dinilai sangat bertolak belakang Badan Legislatif melakukan revisi terkait UU Pemilukada. dari asas tanggung jawab negara menurut siyasah dusturiyah, negara bertanggung jawab untuk mengisi ruang kosong yang belum Allah berikan secara rinci.

6 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KESETARAAN GENDER PERSPEKTIF AL-QUR’AN (KOMPARASI PENAFSIRAN HAMKA DAN AMINA WADUD)”,

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Farid Ma’aruf, NIM 4118024, Judul Skripsi: “KESETARAAN GENDER PERSPEKTIF AL-QUR’AN (KOMPARASI PENAFSIRAN HAMKA DAN AMINA WADUD)”, Prodi Ilmu Al-Qur’An Dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah, UIN SMDD Bukittinggi 2025 Penulis mengkaji tentang dua penafsiran dari dua tokoh dalam kajian ilmu tafsir terhadap fenomena yang sering terjadi ditengah-tengah masyarakat, yaitu tentang kesetaraan gender. Sering terjadi, alasan gender menjadi perbedaan hak dan kewajibab yang diperoleh antara laki-laki dan perempuan. Berangkat dari sini lah penulis mengemukakan dua pendapat tentang ayat-ayat kesetaraan gender. Yaitu HAMKA sebagai tokoh ulama yang cukup mumpuni di dunia Islam dengan kitab tafsirnya Al-Azhar, dan Amina Wadud sebagai tokoh feminis yang cukup terkenal di kalangan pejuang kesetaraan gender dengan karangan tafsirnya Qur’an And Women. Penelitian ini menggunakan metode muqarran dengan membandingkan dua penafsiran. termasuk kepada penelitian kepustakaan (library research), sehingga penelitian ini fokus kepada kajian tertulis sebagai rujukan utama dalam penelitian dan membatasi kajian riset lapangan. Dengan menggunakan dua sember data utama, yaitu dua kitab tafsir yang akan dikomparasikan nantinya. Kitab tafsir tersebut adalah Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Qur’an and Women karya Amina Wadud. Pada penelitian ini menghasilkan pemahaman terhadap beberapa ayat tentang kesetaraan gender, keduanya sama memperjuangkan derajat wanita sesuai dengan tujuan Al-Qur’an. Terdapat sedikit perbedaan peenafsiran karena berangkat dari latar belakang kedua munfasir.

9 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KOMPARASI HASIL BELAJAR MODEL KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EXPOSITORI PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIII MTS PONDOK PESANTREN AL-MANAAR BATUHAMPAR TAHUN PELAJARAN 2023/2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Hafizah, 2417131, “Komparasi Hasil Belajar Model Kooperatif Tipe Talking Stick Dengan Model Pembelajaran Expositori Pada Mata Pelajaran Matematika Di Kelas VIII MTs Pondok Pesantren Al-Manaar Batuhampar Tahun Pelajaran 2023/2024 “. Penelitian ini dilatar belakangi oleh guru menyajikan materi, kemudian meminta siswa untuk mengerjakan latihan. Dimana, terlihat dalam proses pembelajaran tersebut siswa lebih monoton, kurang memahami materi dalam pembelajarn matematika karena pembelajaran berlangsung satu arah. Dan pada saat mengerjakan latihan, siswa hanya mengandalkan teman yang dianggap lebih pintar, dimana mereka hanya menyalin tanpa memahami apa yang mereka buat. rendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan karena kurangnya ketertarikan siswa dalam mata pelajaran matematika. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan penelitian dengan menerapkan model Pembelajaran Koopetarif Tipe Talking Stick. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model Pembelajaran Koopetarif Tipe Talking Stick dan apakah hasil belajar matematika siswa yang mengikuti dengan Model Pembelajaran Koopetarif Tipe Talking Stick lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran expositori di kelas VIII MTs Pondok Pesantren Al-Manaar Batuhampar Tahun Pelajaran 2023/2024. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Komparasi Hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Talking Stick lebih baik dari pada siswa yang yang mengikuti model pembelajaran expositori di kelas VIII MTs Pondok Pesantren Al-Manaar Batuhampar Tahun Pelajaran 2023/2024” Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Pondok Pesantren Al-Manaar Batuhampar Tahun Pelajaran 2023/2024. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas dan kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar diperoleh dari soal tes. Berdasarkan analisis hasil tes pemahaman konsep matematika dengan menggunakan uji-t, diperoleh t_hitung=3,35 dan t_tabel=1.67, karena 〖 t〗_hitung>t_tabelberarti H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan dengan menggunakan Minitab diperoleh Pvalue=0,002 yang artinya P_valueα pada taraf nyata α=0.05, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Komparasi Hasil belajar matematika siswa menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Tipe Talking Stick , lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran expositori di kelas VIII MTs Pondok Pesantren Al-Manaar Batuhampar Tahun Pelajaran 2023/2024.

11 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Komparasi Keputusan Pembelian Konsumen Muslim Terhadap Produk Pakaian Jadi Melalui Jual Beli Online dan Jual Beli Offline (Studi Kasus Mahasiswi Prodi Ekonomi Islam UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Sanggia Mai Hertoni Nim 3218108 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) yang berjudul “Analisis Komparasi Keputusan Pembelian Konsumen Muslim Terhadap Produk Pakaian Jadi Melalui Jual Beli Online dan Jual Beli Offline (Studi Kasus Mahasiswi Prodi Ekonomi Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi)”. Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya beberapa pemasalahan yang dialami konsumen yaitu para mahasiswi prodi Ekonomi Islam saat memutuskan untuk membeli produk pakaian jadi melalui online dan offline. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu perbandingan keputusan pembelian konsumen muslim terhadap produk pakaian jadi melalui jual beli online dan offline. Dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui analisis komparasi antara keputusan pembelian konsumen muslim terhadap produk pakaian jadi melalui jual beli online dan jual beli offline pada mahasiswi prodi Ekonomi Islam angkatan 2018 UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Jenis penelitian ini yaitu komparatif dengan metode analisis data yang digunakan yaitu metode kuantitatif yang bersifat komparasi. Dengan menggunakan uji hipotesis Mann Whitney U yang diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian pada jual beli offline lebih unggul dibandingkan pada jual beli online. Pada umumnya keputusan pembelian pada jual beli online dan offline memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai 0,05, kecuali pada indikator review dari pembeli lain dengan nilai 0,602 > 0,05. Dari hasil yang didapatkan agar keputusan pembelian pada jual beli online dan offline seimbang, maka jual beli online dan offline diharapkan bisa lebih memperhatikan serta memperbaiki dari segi keputusan pembelian konsumen. Juga bisa menerapkan konsep jual beli yang dianjurkan dalam Ekonomi Islam yaitu saling menguntungkan.

5 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERJANJIAN ALLAH DENGAN BANI ISRAEL DI GUNUNG SINAI (STUDI KOMPARASI ANTARA AL-QUR’AN DAN ALKITAB)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama : Elma Sintia NIM : 4118026 Jurusan : Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Judul : Perjanjian Allah dengan Bani Israel di Gunung Sinai (Studi Komparasi antara al-Qur’an dan Alkitab) Dewasa ini kisah Bani Israel masih tetap menjadi hot topic dikalangan umat. Dilatar belakangi oleh isu penamaan dan geneologinya yang dikaitkan dengan Israel sekarang, juga karena kisahnya yang terabadikan dalam al-Qur’an dan Alkitab syarat akan hikmah dan pelajaran. Bani Israel merupakan umat perjanjian sejak leluhurnya Nabi Ibrahim as. berlanjut ke Nabi-nabi setelahnya yang Allah utus bagi mereka. Namun perjanjian Gunung Sinai menjadi perjanjian yang sangat istimewa, dikarenakan mereka dapat bertemu dan berbincara langsung kepada Allah serta Allah memberikan firman-firmannya kepada mereka melalui perantara Nabi Musa as. Inilah yang menarik dalam perjanjian Gunung Sinai. sehingga penulis menggambil judul Perjanjian Allah dengan Bani Israel di Gunung Sinai. Studi komparasi menjadi upaya penulis untuk menemukan titik temu, titik beda serta nilai dari perjanjian Allah dengan Bani Israel di Gunung Sinai yang termuat dalam al-Qur’an dan Alkitab. Al-Qur’an dan Tafsir serta Alkitab dan Tafsir menjadi sumber utama penelitian, serta menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam rangka memberikan penjelasan secara mendalam seputar topik. Hasil penelitian ini akan menunjukkan bahwa tidak banyak ditemukan kesamaan dari proses penerimaan firman Tuhan, dan hampir semua firman Tuhan yang berada dalam al-Qur’an dan Alkitab menunjukkan kesamaan. Sedangkan, Perbedaan menonjol ditemukan dalam proses penerimaan firman Tuhan dan sedikit ditemukan dalam isi firman Tuhan. Nilai kepatuhan menjadi nilai utama dalam topic ini serta menjadi kunci ketatapan Tuhan terhadap mereka, dengan kepatuhan akan mengantarkan mereka kepada kasih sayang Allah sedangkan keingkaran mereka akan mengantarkan kepada murka Allah.

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kompetensi Literasi Perspektif Al-Qur'an (Studi Komparasi Mufasir Minangkabau)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peneitian ini berjudul "Kompetensi Literasi Perspektif Al-Qur'an (Studi Komparasi Mufasir Minangkabau)". Penulis membatasi perbandingan antara mufasir Minangkabau. atas.duamufasir yakni Mahmud Yunus dan Buya Hamka dengan produk tafsirnya Tafsir. Al-Qur'an Al-Karim oleh Mahmud Yunus dan Tafsir Al-A-har karya Buya Hamka Adapun latar belakang dan penelitian ini berangkat dari persoalan literasi di Indonesia. yang berada pada kelas rendah dari seluruh dunia menurut survei yang dilakukan oleh. PISA (Program for International Student Assessment, yakni berada pada posisi ke-62. dari 70 negara. Padahal, Indonesia secara data statistik adalah negara dengan penduduk yang mayoritas Islam Al-Qur'an sebagai sumber utama beragama dan berkehidupan umatnya telah mengindikasikan anjuran yang kuat untuk membentuk karakter manusia. yang literat melalui nubuat pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad. Setiap mufasir pada dasarnya akan menafsirkan ayat berdasarkan latar belakang sosial kemampuan, kedalaman ilmu, serta pemahamannya terhadap suatu redaksi ayat. Maka adalah suatu keniscayaan akan adanya perbedaan cara berfikir dalam menafsirkan al Qur'an. Perkembangan penafsiran di Indonesia tak lepas dari pergumulan sosial dan budaya lokal. Agaknya nilai-nilai budaya juga akan melekat pada penafsiran yang dilakukan oleh mufasir di Nusantara tak terkecuali di Minangkabau. Terdapat banyak sekali mufasir yang berasal dan Minangkabau, seperti dua tokoh tafsir yang diangkat. dalam penelitian ini. Berkenaan dengan pembahasan literasi, adapun dua tokoh mufasir yang akan dibahas juga merupakan tokoh yang dekat dengan dunia perkembangan literasi di Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini akan bermuara pada studi perbandingan antara pendapat atau penafsiran mufasir dimaksud terhadap ayat-ayat berkenaan kompetensi literasi serta melihat nilai-nilai budaya dalam penjelasannya. Penelitian ini menggunakan metode muqaran (perbandingan komparasi) dalam konteks. membandingkan antara penafsiran mufasir satu dengan mufasir lainnya. Adapun jenis penelitian ini adalah library research (kajian kepustakaan) yang mengambil data pada sumber-sumber tertulis dengan sumber utamanya adalah Tafsir Al-Qur'an Al-Karim dan Tafsir Al-Azhar, serta akan didukung dan dilengkapi pula oleh sumber-sumber tertulis terkait seperti jurnal, buku berkenaan tafsir, dan lainnya. Penelitian ini menghasilkan suatu pemahaman bahwa terhadap ayat-ayat kompetensi literasi tidak ditemukan antara kedua mufasir perselisihan atau perbedaan berarti dalam memaknai ayat-ayat dimaksud. Sedang perbedaan di antara keduanya terdapat pada metode penjelasan yang dilakukan yang mana Mahmud Yunus memilih jalan penafsiran secara ringkas dan global sedangkan Buya Hamka menginterpretasikan ayat dengan penjelasan rinci dan memasukkan beberapa riwayat pendukung untuk melengkapi penafsirannya. Berangkat dari sosial-budaya kedua mufasir, maka penulis menemukan keberadaan nilai-nilai budaya dalam penafsiran keduanya yang ditunjukkan dalam bentuk pemilihan kata-kata lokal, penggunaan ungkapan lokal, serta kondisi yang terjadi secara lokalitas.

8 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kisah Ashabul Kahfi dalam al qur'an (Studi Komparasi Tafsir al Maraghi dan Tafsir Fi Zhilalil qur'an)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian Skripsi ini berjudul “Kisah Ashabul Dalam Al-Qur’an (Studi Komparasi Tafsir Al-Maraghi dan Tafsir Fi Zhilalil Qur’an)”. Penelitian ini membahas tentang studi perbandingan antara Tafsir al-Maraghi dan Tafsir fi Zhilalil Qur’an tentang Kisah Ashabul Kahfi. Latar belakang penelitian ini ialah Tafsir al-Maraghi dan Tafsir fi Zhilalil Qur’an memiliki ciri khas dan versi masing-masing dalam menafsirkan kisah Ashabul Kahfi ini. Oleh karena itu, penelitian ini terfokus pada studi perbandingan Tafsir al-Maraghi dan Tafsir fi Zhilalil Qur’an, yang pada Akhirnya akan ditemukan sisi kesamaan dan perbedaan penafsiran tersebut. Dan penafsiran Ashabul kahfi ini berdasarkan ayat Al-Qur’an pada surat Al-Kahfi, bukan versi Kitab Suci lain.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Komparasi Keunggulan Fitur Produk Tabungan iB Rencana Al-Makmur di PT. BPRS Al-Makmur Dengan Produk Tabungan Wadiah di PT. BPRS Carana Kiat Andalas.

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Komparasi Keunggulan Fitur Produk Tabungan iB Rencana Al-Makmur Di PT. BPRS Al-Makmur Dengan Produk Tabungan Wadiah Di PT. BPRS Carana Kiat Andalas” Oleh Izati Rahma NIM 3315.203. Melatar belakangi pemilihan judul ini yaitu adanya dua produk yang bentuknya sama namun memiliki perbedaan dalam beberapa hal yang berakibat kepada jumlah nasabah dan peningkatan jumlah nasabahnya, perbedaan tersebut sangat memperngaruhi minat nasabah yang ingin menabung sesuai dengan kebutuhan nya. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat field research (penelitian lapangan) yaitu penelitian yang dilakukan dengan pengumpulkan data langsung dari lapangan atau lokasi penelitian. Penelitian ini bersifat kualitatif yaitu penelitian dengan teknik observasi, wawancara dan informan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi keunggulan antara fitur produk tabungan iB Rencana Al-Makmur dengan produk tabungan Wadi’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komparasi pada BPRS Al-Makmur dengan BPRS Carana Kiat Andalas terlihat pada produk tabungan iB Rencana Al-makmur di BPRS Al-Makmur menggunakan akad mudharabah sedangkan pada produk tabungan Wadi’ah di BPRS Carana Kiat Andalas menggunakan wadi’ah. Selain akad yang digunakan terdapat juga perbedaan pada keuntungan dan fasiltas produk tabungan, dimana produk tabungan Al-makmur bisa dijadikan jaminan untuk melakukan suatu pembiayaan dan bisa dijadikan sebagai sarana pembayaran tagihan listrik, PDAM, dan telepon sedangkan produk tabungan Wadi’ah di PT. BPRS Carana Kiat Andalas tidak memiliki keuntungan dan fasilitas tersebut, bisa dikatakan apa yang dimiliki oleh produk tabungan Wadi’ah juga dimiliki oleh produk tabungan iB Rencana Al-Makmur namun sebaliknya apa yang dimiliki oleh produk tabungan iB Rencana Al-Makmur belum tentu dimiliki juga oleh produk tabungan Wadi’ah.

5 dilihat · 7 unduhanSitasiDetail