Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Ahad
DaftarKartu
ResearchOpen AccessPDF tersedia

The Manhaj of Book Al-'Ujalah fi Al-Ahadith Al-Musalsalah by Muhammad Yasin Al-Fadani: Manhaj Kitab Al-‘Ujalah fi Al-Ahadits Al-Musalsalah Karya Muhammad Yasin Al-Fadani

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

Sheikh Muhammad Yasin al-Fadani was a great Indonesian hadith scholar in the late 20th century. A scholar of Padang, West Sumatra who was born in Makkah and is famous in various parts of the world. The scholars recognized his knowledge by dubbing him as Musnid al-Dunya. He mastered various fields of Islamic science, especially regarding the science of hadith which focused on the sanad and matan of hadith. This research discusses the book of Al-'Ujalah fi Al-Ahadith Al-Musalsalah, one of the unique and rare written works, which is used as a source of reference for science, but there has been no research that focuses on this book to find out the method and content of the book's discussion. This research uses a combined method of character study and literature study, which aims to analyze the methodology he used both in the form of systematics and characteristics of writing the book "Al-'Ujalah fi Al-Ahadith Al-Musalsalah" as well as introducing his role and contribution during the study. The results of this study show that the book "Ujalah fi Al-Ahadith Al-Musalsalah" contains musalsal traditions with the most famous sanad network known by hadith scholars that are complete both in terms of sanad and matan, connected from one teacher to another, in the tradition of previous hadith scholars, up to the Prophet Muhammad. He then provides explanations and assessments of the musalsal traditions listed by several scholars as well as the authenticity of the traditions. The manhaj he uses is similar to that of previous scholars. The book is well organized and quite systematic. Based on this book, it appears that the role and contribution of Shaykh Muhammad Yasin alFadani is to continue to develop and spread the science of hadith. He tried to preserve and maintain so that the knowledge of the sanad in the form of hadith musalsal is not lost, the authenticity of the source of history is maintained, and the tradition of transmitting the sanad to the next generation.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM PEMBENTUKAN DISIPLIN SANTRI MELALUI MUJAHADAH AN-NAFS DI PONDOK PESANTREN BAI'ATURRIDHWAN TANGAH SAWAH DI BUKITINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teguh Fajar Rasyidin NIM 2122429, Judul Skripsi: “Peran Guru Akidah Akhlak Dalam Pembentukan Disiplin Santri Melalui Mujahadah An-Nafs Di Pondok Pesantren Bai’aturridhwan Tangah Sawah Bukittinggi“ Skripsi jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya santri yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib pondok pesantren meskipun kegiatan mujahadah an-nafs telah dilaksanakan secara rutin. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan belum sepenuhnya diikuti oleh terbentuknya kedisiplinan santri. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai bagaimana guru Akidah Akhlak menjalankan perannya dalam membimbing, mengarahkan, membiasakan, dan menegakkan disiplin santri melalui kegiatan mujahadah an-nafs. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan guru Akidah Akhlak sebagai informan kunci serta guru dan santri sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak berperan dalam pembentukan disiplin santri melalui pemberian arahan, keteladanan, pembiasaan kegiatan mujahadah an-nafs, serta penegakan disiplin secara edukatif. Faktor pendukung meliputi kerja sama antarguru, lingkungan pondok pesantren yang mendukung, dukungan keluarga, dan kemauan santri untuk berubah. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang keluarga, rendahnya motivasi dan kesadaran sebagian santri, pengaruh teman sebaya, serta keterbatasan waktu guru dalam melakukan pembinaan secara langsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mujahadah an-nafs menjadi sarana pembiasaan yang efektif dalam mendukung pembentukan disiplin santri tingkat Tsanawiyah di Pondok Pesantren Bai'aturridhwan Tangah Sawah, Bukittinggi.

8 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PENGGUNAAN E WALLET DAN GAYA HIDUP TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF DENGAN MUJAHADDAH AN NAFS SEBAGAI VARIABEL MODERASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini berjudul “pengaruh penggunaan e-wallet dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif dengan mujahaddah an-nafs sebagai variabel moderasi”, NIM 30123017 Program Magister Ekonomi Syariah, Pacrasarjana UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh penggunaan e-wallet dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif dengan mujahaddah an-nafs sebagai variabel moderasi pada generasi milenial Muslim di Kota Bukittinggi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya penggunaan e-wallet yang sejalan dengan gaya hidup digital modern, yang berpotensi mendorong perilaku konsumtif. Dalam perspektif ekonomi Islam, perilaku konsumtif yang berlebihan bertentangan dengan nilai-nilai kesederhanaan dan pengendalian diri. Oleh karena itu, penelitian ini juga mempertimbangkan peran mujahaddah an-nafs sebagai variabel moderasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dengan Sampel dalam penelitian ini sebanyak 300 responden yang merupakan generasi milenial Muslim pengguna e-wallet di Kota Bukittinggi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi dan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan E-Wallet memiliki pengaruh positif terhadap perilaku konsumtif dengan koefisien jalur sebesar 0,139. Nilai t statistik sebesar 3,476 lebih besar dari t tabel (1,960) dan signifikan atau p 0,05. Gaya Hidup memiliki pengaruh positif terhadap perilaku konsumtif dengan koefisien jalur sebesar 0,483,. Nilai t statistik sebesar 7.920 lebih besar dari t tabel (1,960) dan signifikan atau p 0,05. Pada penelitian ini terdapat arah hubungan yang negative, dimana arah negative tersebut menunjukkan bahwa Mujahaddah an nafs mampu memperlemah hubungan antara Penggunaan E-Wallet terhadap Perilaku Konsumtif tetapi tidak signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai t statistik sebesar 0,560 lebih kecil dari t tabel (1,960) dan juga nilai p values 0.575 besar dari 0,05, dimana jika p values besar dari 0,05 maka dikatakan bahwa pengaruhnya tidak signfiikan. Dalam penelitian ini juga terdapat arah hubungan yang negative, yang dimana menunjukkan bahwa Mujahaddah an nafs mampu memperlemah hubungan antara variabel gaya hidup terhadap perilaku konsumtif secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai t statistik sebesar 2,071 lebih besar dari t tabel (1,960) dan juga nilai p values 0.038 kecil dari 0,05, dimana jika p values kecil dari 0.05 maka dapat dikatakan memiliki pengaruh yang signifikan

6 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Fenomena Flexing dan Konsep Tahadduts Bi al-Ni'mah dalam Al-Qur'an (Studi Nilai dan Batasan Ekspresi)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan zaman dan teknologi memberikan akses kemudahan dalam memperoleh informasi di media sosial. Belakangan ini muncul budaya flexing yang hampir semua orang mencari kepopularitas. Istilah flexing biasanya digunakan untuk orang-orang yang sering memamerkan kekayaan. Pengaruh sosial dan budaya sangat penting dalam mempengaruhi kontekstualisasi nilai-nilai Islam, terutama dalam memahami fenomena flexing dan konsep tahadduts bi al-ni’mah. Pendekatan kontekstual dapat membantu dan menganalisis interaksi nilai-nilai Islam dan praktik sosial kontemporer dalam hubungan fenomena flexing dan konsep tahadduts bi al-ni’mah. Dengan memahami fenomena flexing sebagai bagian dari budaya modren, pendekatan ini membantu untuk melihat bagaimana konsep tahadduts bi al-ni’mah dapat menjadi panduan dalam bersikap di era media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian library research (penelitian pustaka) yang menggunakan metode maudhu''i, yaitu suatu metode yang menghimpun satu tema tertentu, lalu menggali dan menganalisis untuk menjelaskan makna dan kaitan ayat dalam tema yang dibahas. dan juga menggunakan teori Tafsir Maqashidi, yaitu metode penafsiran yang menggali dan menetapkan maqashid ayat-ayat Al-Qur''an. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa flexing memiliki dampak positif yang disebut dengan tahadduts bi al-ni’mah. Dalam tahadduts bi al-ni’mah memiliki batasan-batasan dalam menyampaikan nikmat, yaitu: 1.Niat untuk bersyukur, 2. Mengedukasi dan memberi inspirasi, 3.Terhindar dari sifat sombong, dan 4. Ekspresi rasa syukur. Tafsir Maqashidi dengan fokus utama untuk menggali dan menetapkan maqashid dari ayat-ayat Al-Qur’an dengan tujuan untuk mewujudkan hayat al-tayyibah. Terdapat nilai-nilai maqashid yaitu, al-hafdz al-din, al-hafdz al-nafs, al-hafdz al-aql, al-hafdz al-nasl, al-hafdz al-mal, di tambah lagi dengan dua kategori yaitu, al-hafdz al-daulah dan al-hafdz al-bi’ah. Dan memiliki lima aspek nilai, yaitu nilai kemanusiaan, nilai keadilan, nilai moderasi, nilai kesetaraan, dan nilai kebebasan yang disertai dengan tanggung jawab. Flexing dan tahadduts bi al-ni''mah adalah hal yang berbeda tetapi memiliki makna yang berdekatan. Yaitu, sama-sama menunjukkan suatu kenikmatan yang ia miliki sebagai bentuk tanda syukur. Maka, dalam hal ini perlu untuk mengetahui batasan-batasan yang sesuai dengan ajaran agama Islam agar terhindari dari perbuatan riya’.

9 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail
ArticleOpen AccessMetadata saja

The Manhaj of Book Al-'Ujalah fi Al-Ahadith Al-Musalsalah by Muhammad Yasin Al-Fadani

2023•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Sheikh Muhammad Yasin al-Fadani was a great Indonesian hadith scholar in the late 20th century. A scholar of Padang, West Sumatra who was born in Makkah and is famous in various parts of the world. The scholars recognized his knowledge by dubbing him as Musnid al-Dunya. He mastered various fields of Islamic science, especially regarding the science of hadith which focused on the sanad and matan of hadith. This research discusses the book of Al-'Ujalah fi Al-Ahadith Al-Musalsalah, one of the unique and rare written works, which is used as a source of reference for science, but there has been no research that focuses on this book to find out the method and content of the book's discussion. This research uses a combined method of character study and literature study, which aims to analyze the methodology he used both in the form of systematics and characteristics of writing the book "Al-'Ujalah fi Al-Ahadith Al-Musalsalah" as well as introducing his role and contribution during the study. The results of this study show that the book "Ujalah fi Al-Ahadith Al-Musalsalah" contains musalsal traditions with the most famous sanad network known by hadith scholars that are complete both in terms of sanad and matan, connected from one teacher to another, in the tradition of previous hadith scholars, up to the Prophet Muhammad. He then provides explanations and assessments of the musalsal traditions listed by several scholars as well as the authenticity of the traditions. The manhaj he uses is similar to that of previous scholars. The book is well organized and quite systematic. Based on this book, it appears that the role and contribution of Shaykh Muhammad Yasin alFadani is to continue to develop and spread the science of hadith. He tried to preserve and maintain so that the knowledge of the sanad in the form of hadith musalsal is not lost, the authenticity of the source of history is maintained, and the tradition of transmitting the sanad to the next generation.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Manhaj Kitab Al-‘Ujalah Fi Al-Ahadits Al-Musalsalah Karya Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Huiaini Zizikri, NIM. 4217004, Judul Skripsi: “MANHAJ KITAB AL-‘UJALAH FI AL-AHADITS SYEKH MUHAMMAD YASIN AL-FADANI, Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2022. Syekh Muhammad Yasin al-Fadani merupakan seorang ulama besar ahli hadis Nusantara pada akhir abad ke-20 M yang lahir di Makkah masyhur di dunia. Para ulama mengakui keilmuan beliau dengan menggelari sebagai Musnid al-Dunya. Beliau memiliki banyak sekali karya tulisan, terkhusus pembahasan mengenai ilmu hadis berfokus pada sanad dan hadis musalsal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menggali peran, pemikiran serta metodologi Syekh Muhammad Yasin al-Fadani tentang salah satu kitabnya, “Al-‘Ujalah fi al-Ahadits al-Musalsalah”. Penelitian ini memakai metode gabungan antara studi tokoh dan studi literatur, yang bertujuan untuk mendeskripsikan metodologi yang beliau gunakan dan melakukan analisa terhadap kitab tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa Syekh Muhammad Yasin al-Fadani dalam menyusun kitab Al-‘Ujalah fi al-Ahadits al-Musalsalah adalah untuk terus mengembangkan dan menyebarkan ilmu hadis. Karya ini menampilkan hadis yang lengkap sanad dan matannya, terhubung sampai ke Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, diberikan penjelasan dan penilaian mengenai hadis-hadis musalsal yang dituliskan oleh beberapa ulama serta penjelasan matan hadis tersebut. Syekh Muhammad Yasin al-Fadani lebih berfokus untuk melestarikan dan mempertahankan agar hadis musalsal ini tidak hilang sehingga terjaga tradisi dalam tranmisi sanadnya sampai kepada generasi selanjutnya.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

fungsi hadis ahad sebagai sumber hukum dalam islam perspektif muhammad nashiruddin al-albani dan mushthafa as-siba'i

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Elfa Yusrini, NIM. 4215009, Judul Skripsi: “FUNGSI HADIS AHAD SEBAGAI SUMBER HUKUM DALAM ISLAM PERSPEKTIF MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DAN MUSHTHAFA AS-SIBA’I”. Maksud dari judul ini adalah kegunaan atau peranan hadis Ahad sebagai sumber hukum dalam Islam yang dilihat dari sudut pandang Albani dan as-Siba’i. Albani dan as-Siba’I adalah ulama yang hidup pada masa modern yang berkonsentrasi pada pembahasan hadis Nabi saw. Mereka hidup jauh berabad-abad dari masa keemasan perkembangan hadis Nabi saw, dimana ulama sebelumnya sudah membahas segala aspek yang berhubungan dengan hadis. Kemudian pada masa sekarang muncullah kedua tokoh di atas dengan membicarakan kembali mengenai hadis Ahad. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana konstruksi pemikiran kedua tokoh mengenai hadis Ahad dan analisis persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Penilitian dilakukan dengan menggunakan metode library research dengan menganalisis isi kitab karya Albani yang berjudul al-Hadis Hujjah bi Nafsihi fi al-Aqaidwa al-Ahkam dan kitab al-Sunnahwa Makanatuha fi al-Tasyri’ al-Islamiy karya Mushthafa as-Siba’i. Hasil dari penelitian ini adalah Muhammad Nashiruddin al-Albani dan Mushthafa as-Siba’I keduanya sama-sama meyakini kehujjahan hadis Ahad, karena hadis Ahad menghasilkan ilmu qath’I dengan syarat hadis tersebut harus memenuhi persyaratan hadis shahih. Perbedaan keduanya terlihat pada aspek kehujjahannya. Dimana Albani membolehkan beramal dengan hadis Ahad dalam persoalan akidah dan hukum. Ia tidak membedakan di antara keduanya. Karena hadis yang sudah terbukti kebenarannya berasal dari Nabi saw wajib diamalkan. Sedangkan as-Siba’I hanya mewajibkan pengamalan hadis Ahad pada persoalan furu’ saja. Sedangkan pada persoalan ushul haruslah berdasarkan kepada hadis-hadis mutawatir. Jadi fungsi hadis Ahad sebagai sumber hukum dibolehkan oleh Albani secara mutlak, sedangkan as-Siba’I hadis Ahad sebagai sumber hukum dibolehkan hanya dalam persoalan furu’ saja. Kata Kunci: Fungsi, Ahad, Muhammad Nashiruddin al-Albani, Mushthafa as-Siba’i

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail