Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG NIKAH SIRI DI NAGARI BINJAI KECAMATAN TIGO NAGARI KABUPATEN PASAMAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•10 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Persepsi Masyarakat Tentang Nikah Siri Di Nagari Binjai Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman Perspektif Sosiologi Hukum Islam”, yang ditulis Oleh Rahmi Ramadani, NIM 1122.024, Program Studi Hukum Keluarga Islam (AlAhwal Al-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN Sejch M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena nikah siri di Nagari Binjai. Pernikahan siri adalah pernikahan yang dilakukan tidak di hadapan pejabat yang berwenang yaitu KUA, sehingga tidak tercatat dan tidak memiliki akta nikah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap fenomena nikah siri serta menganalisisnya dari perspektif sosiologi hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, bondo kanduang, alim ulama dan pelaku nikah siri. Selanjutnya data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan, buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian dan tulisan akademik yang relevan. Selanjutnya, data dianalisis dengan pendekatan deskriktif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Nagari Binjai memiliki pandangan yang beragam terhadap praktik nikah siri. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa nikah siri dapat diterima apabila telah memenuhi rukun dan syarat perkawinan menurut syariat Islam. Nikah siri juga dipandang sebagai alternatif ketika terdapat kendala untuk melaksanakan perkawinan secara resmi, meskipun pencatatan perkawinan tetap dianjurkan apabila keadaan telah memungkinkan. Di sisi lain, sebagian masyarakat berpandangan bahwa nikah siri sebaiknya dihindari karena tidak adanya pencatatan perkawinan dapat menimbulkan kesulitan administrasi, terutama dalam pengurusan dokumen anak, serta mengurangi perlindungan hukum bagi istri dan anak. Meskipun demikian, dalam penelitian ini belum ditemukan permasalahan yang berkaitan dengan hak waris maupun harta bersama. Dalam perspektif Sosiologi Hukum Islam, fenomena nikah siri di Nagari Binjai menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap perkawinan dipengaruhi oleh nilai agama dan kondisi sosial. Masyarakat lebih mengutamakan terpenuhinya rukun dan syarat perkawinan menurut Islam, sedangkan pencatatan perkawinan belum sepenuhnya dianggap penting. Dampak nikah siri lebih banyak dirasakan dalam pengurusan administrasi, sehingga pencatatan perkawinan penting untuk memberikan kepastian hukum serta melindungi hak suami, istri, dan anak.

Kata kunci

Nikah Siri; Sosiologi Hukum Islam; Pencatatan Perkawinan; Nagari Binjai

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG NIKAH SIRI DI NAGARI BINJAI KECAMATAN TIGO NAGARI KABUPATEN PASAMAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM2026 · oai:ais:skripsi:21653

Publikasi terkait