Abstrak
Skripsi ini berjudul “Efektivitas Tingkat Kualitas laporan Keuangan Melalui Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) Studi Kasus Pada Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi” yang disusun oleh Zainudin NIM. 3422153, Prodi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran di instansi pemerintah, khususnya pada Kementerian Agama Kota Bukittinggi. Sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelaporan keuangan berbasis akrual sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), pemerintah pusat mengimplementasikan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI). Namun, dalam praktiknya di lapangan, masih ditemukan adanya berbagai kendala dan kesenjangan antara tujuan sistem dengan realitas penerapannya, mulai dari aspek keandalan data, tingkat keterpahaman pengguna, ketepatan waktu, hingga permasalahan sinkronisasi antar-modul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tingkat keandalan, tingkat keterpahaman, tingkat relevansi atau ketepatan waktu, serta tingkat sinkronisasi data dalam penyajian laporan keuangan melalui aplikasi SAKTI di Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan sejumlah informan kunci yang terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bendahara pengeluaran, penyusun laporan keuangan, operator SAKTI, pembuat SPM, serta pejabat pembuat SPM, selain itu juga didukung melalui observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan aplikasi SAKTI di Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi secara umum telah berjalan cukup efektif dan memberikan perubahan positif yang signifikan terhadap mekanisme pengelolaan keuangan dibandingkan dengan sistem terpisah sebelumnya. Dari aspek keandalan, penggunaan basis data terintegrasi dan fitur validasi otomatis mampu meminimalisir kesalahan pencatatan dan membuat laporan lebih dapat dipercaya. Dari aspek relevansi dan ketepatan waktu, proses penyusunan laporan keuangan menjadi jauh lebih cepat dan tersaji lebih awal untuk mendukung pengambilan keputusan. Kendati demikian, masih terdapat tantangan pada aspek keterpahaman bagi pengguna non-akuntansi karena format laporan yang dinilai masih terlalu teknis, serta adanya beberapa kendala teknis terkait sinkronisasi data antar-modul yang memerlukan intervensi manual maupun koordinasi rutin dengan pihak KPPN.