Abstrak
Tingginya minat ibadah ke Tanah Suci memperketat persaingan biro haji dan umrah, menjadikan pemasaran digital sangat krusial. Namun, PT Sinai Padang terkendala ketidakteraturan unggahan, konten kurang representatif, dan mayoritas konsumen berusia lanjut. Studi kasus kualitatif ini bertujuan menganalisis pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi perusahaan tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, literatur, dokumen internal, serta wawancara dengan manajer pemasaran, staf promosi, dan jamaah. Seluruh data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram dan WhatsApp merupakan instrumen promosi utama perusahaan. Instagram digunakan untuk periklanan, promosi visual, dan hubungan masyarakat via dokumentasi riil demi membangun kepercayaan. WhatsApp dioptimalkan sebagai alat eksekusi penjualan langsung dan personal melalui layanan tanya jawab yang responsif. Meski efektif memperkuat citra, strategi ini terhambat fluktuasi konten dan keterbatasan SDM. Perusahaan disarankan menerapkan kalender konten terencana dan menyelaraskan pemasaran digital dengan konvensional.