Abstrak
Perkembangan digital yang masif memicu pengeseran media yang masif memicu pergeseran media edukasi baru, namun resistensi kultural terhadap isu keadilan sosial dan sterotipe peran gender masih menjadi hambatan psikologis bagi kelompok usia muda. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara sistematis efektivitas empiris layanan informasi bimbingan konseling melalui platfrom pada remaja. Pendekatan kuantitatif pra eksperimen dengan rancangan one group pre test post test design diterapkan sebagai,metodologi utama. Teknik total sampling digunakan untuk melibatkan seluruh populasi remaja sebanyak 15 responden (N=15) berusia 13 sampai 18 tahun di Panorama, Bukittinggi dengan instrumen pengumpulan data berupa kusioner terstruktur 25 item yang telah divalidasi. Evaluasi inferesial parametik melalui uji paired sampel t-test menghasilkan hitung sebesar 11,808 dengan tingkat signifikansi absolut 0,000 (p0,05). Skor rata-rata deskriptif kelompok menunjukan peningkatan jelas dari baseline test awak sebesar 87,73 (kategori tinggi) sementara analisis indeks Normalized Gain (N-Gain) menghasilkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 0,304 (30,4%) yang mrnrpatkan efektivitas operasional pada ketegori sedang akibat adanya celling effect. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis kritis bagi pendidikan konselor berbasis kontruksivisme serta menawarkan sebuah model koseptual praktis dalam memanfaatkan media visual pendek sebagai alat bantu scaffolding strategis untuk mentrasformasikan persepsi gender yang kaku menjadi perilaku komunitas yang inklusif .