Abstrak
Skripsi ini dibuat oleh Nikmah Azizah NIM 2621036, dengan judul "CULTURE SHOCK MAHASISWA PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING UIN SJECH M.DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya mahasiswa luar Sumatera Barat pada Prodi Bimbingan dan Konseling yang mengalami culture shock seperti mengalami gejala perasaan sedih dan kesepian, menurunnya kepercayaan diri. gangguan makan, gangguan tidur, merasa anch dengan gaya komunikasi daerah barunya, kurang nyaman, kaget dengan aturan budaya baru serta kerinduan yang mendalam terhadap keluarga dan lingkungan tempat tinggal sebelumnya.Culture shock atau gegar budaya merupakan kondisi psikologis yang muncul ketika seseorang menghadapi lingkungan dan kebiasaan baru yang berbeda dari budaya asalnya, sehingga menimbulkan rasa bingung, canggung, atau stres. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, gejala, dampak dan dimensi culture shock yang dialami mahasiswa Prodi Binibingan dan Konseling dari berbagai daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengutamakan kajian etnografi Informan kunci dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling angkatan 2025 yang berasal dari luar Sumatera Barat yang mengalami culture shock selama menjalani kehidupan perkuliahan, sedangkan informan pendukung terdiri atas mahasiswa tingkat akhir yang memiliki pengalaman lebih lama dalam di lingkungan kampus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui teknik triangulasi data Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami permasalahan diantaranya ketegangan beradaptasi secara fisik dan psikis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami perasaan tidak nyaman dalam menyesuaikan diri dengan cuaca di Bukittinggi karena cuaca sangat dingin mengakibatkan kulit kering dan terkelupas. Selain itu mahasiswa mengalami kehilangan selera makan. Selanjutnya mahasiswa mengalami perasaan kehilangan orang terdekat akibat berjauhan dengan orang terdekat dari daerah asalnya, mahasiswa merasa sedih dan kesepian. Selanjutnya penolakan lingkungan baru. Mahasiswa mengalami kebingungan dalam berkomunikasi dan merasa canggung dengan intonasi suara yang lembut berbeda dengan daerah asal mahasiswa. Selanjutnya kebingungan atas tuntutan di lingkungan baru. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa mengalami kekagetan dengan peraturat ketat di daerah barunya seperti peraturan rambu lalu lintas diwajibkan menggunakan helem saat berkendaraan, serta kaget dengan peraturan kos yang menuntut saat jam 21:00 malam hari gerbang sudah tutup. Selanjutnya perasaan tidak berdaya. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa mengalami perasaan cemas dan tidak berdaya akibat takut tidak diterima di lingkungan barunya serta bingung menghadapi perbedaan budaya dan kurangnya rasa percaya diri untuk memulai interaksi dengan lingkungan sekitar.