Abstrak
Program beasiswa yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kota Bukittinggi merupakan salah satu upaya untuk meringankan beban biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Namun, proses seleksi penerima beasiswa hingga saat ini masih dilakukan secara manual, yang mengandalkan verifikasi dokumen dan penilaian oleh petugas tanpa bantuan sistem pendukung keputusan. Proses tersebut rentan terhadap subjektivitas, memerlukan waktu yang lama, dan berisiko terjadi ketidakkonsistenan serta kesalahan dalam penilaian. Kondisi ini dapat mengakibatkan ketidaktepatan sasaran dalam pemberian bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk Menerapkan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) pada Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk seleksi penerima beasiswa secara objektif dan terukur. Tiga kriteria utama yang digunakan dalam sistem ini adalah Surat Keterangan Tidak Mampu dan Penghasilan Orang Tua (SKTM-P), Rincian Anggaran Biaya (RAB) pendidikan, serta kondisi rumah. Metode AHP diterapkan untuk menyusun struktur hierarki keputusan, melakukan perbandingan berpasangan antar kriteria dan alternatif, serta menghitung bobot prioritas masing-masing calon penerima. Proses pengolahan data dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu perhitungan manual dan dengan bantuan aplikasi Expert Choice untuk memastikan keakuratan dan efisiensi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang diterapkan mampu memberikan hasil seleksi yang lebih konsisten, akurat, dan transparan dibandingkan metode manual. Uji validitas menghasilkan nilai sebesar 0,883 (kategori valid tinggi), dan hasil uji usability mencapai 70,625 % (kategori Layak), yang membuktikan bahwa SPK berbasis AHP ini layak diterapkan dalam proses seleksi penerima beasiswa di BAZNAS Kota Bukittinggi. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan keadilan, transparansi, dan efisiensi dalam proses penyaluran beasiswa, serta menjadi model pengambilan keputusan yang dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan atau sosial lainnya.