Abstrak
Skripsi ini berjudul “Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di MTsS Al Hikmah Koto Tangan Kecamatan Bukik Barisan Kab Lima Puluh Kota” ditulis oleh Weni Desita 2121152 Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. 2025. Penerapan model pembelajaran discovery learning menekankan pemahaman pada materi pembelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran yaitu dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri dalam memecahkan masalah, maka hasil yang diperoleh tidak mudah dilupakan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di MTsS Al Hikmah Koto Tangah Kecamatan Bukik Barisan Kab Lima Puluh Kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru Al Qur’an Hadis, sedangkan informan pendukungnya adalah kepala sekolah dan siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan ksimpulan. Penarikan keabsahan data dilakukan dengan mengadakan trigulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian tentang implementasi model pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran Al Qur’an Hadis di MTsS Al Hikmah Koto Tangah Bukik Barisan Kab Lima Puluh Kota menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran dikelas VIII terbagi menjadi 3 bagian yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Secara umum proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik sesuai dengan sintaks discovery learning yaitu stimulation, problem statement, data colecction, data processing, verivication, dan generaliation. Namun, masih ada siswa yang belum mempunyai kesiapan untuk belajar, rendahnya semangat dan motivasi belajar dan guru belum tegas dalam menghadapi siswa yang tidak disiplin. Faktor pendukungnya yaitu pihak madrasah berperan aktif secara menyeluruh menerapkan nilai-nilai Qur’ani melalui beberapa kegiatan seperti tadarus Al Qur’an, muhadharah, sholat berjama’ah dan tahfidz. Faktor penghambatnya meliputi kesiapan siswa yang belum maksimal, media pembelajaran kurang menarik karena keterbatasan fasilitas madrasah, guru kurang tegas menghadapi siswa yang tidak disiplin.