Abstrak
Skripsi ini berjudul “Analisis Strategi Segmentasi, Targeting, Positioning (STP) Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Pembiayaan Pada BMT Agam Madani Kapau Kabupaten Agam Sumatera Barat” disusun oleh Ririn Nim 3321194 Program Studi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang penelitian ini adalah semakin ketat nya persaingan di dunia perbankan menyebabkan BMT Agam Madani Kapau perlu melakukan strategi Segmentasi, Targeting, Positioning (STP) dalam meningkatkan jumlah nasabah pembiayaan pada BMT Agam Madani Kapau untuk memenangkan persaingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara langsung dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Informan penelitian meliputi pemilik, karyawan, nasabah, dan mitra kerja BMT Agam Madani Kapau. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimupulan. Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) juga diterapkan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi STP BMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT telah melakukan segmentasi berdasarkan faktor geografis, demografis, psikografis, dan perilaku. Strategi targeting telah berkembang dari pendekatan tidak terdiferensiasi menjadi multisegmen, dengan produk khusus untuk pedagang pasar, ibu rumah tangga, dan pengusaha mikro, didukung oleh promosi digital. Dalam positioning, BMT menekankan keadilan dan kualitas melalui skema bagi hasil yang fleksibel. Analisis SWOT menempatkan BMT pada Kuadran I (Agresif), dengan kekuatan seperti lokasi strategis dan pelayanan cepat, namun juga menghadapi kelemahan seperti target pasar yang terlalu umum dan kurangnya sosialisasi. Peluang besar ada pada loyalitas nasabah dan kebutuhan layanan keuangan syariah, sementara ancaman meliputi persaingan ketat dan resiko kredit macet. Namun, hasil akhir analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi Weaknesses-Opportunities (WO) memiliki bobot tertinggi (1,88), menekankan pentingnya BMT untuk mengatasi kelemahan internalnya, seperti target pasar yang terlalu umum dan kurangnya sosialisasi, dengan memanfaatkan peluang yang ada, seperti loyalitas nasabah dan kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan syariah, guna mencapai peningkatan jumlah nasabah yang signifikan dan berkelanjutan.