Abstrak
Skripsi ini disusun oleh Nizatil Azanah NIM 3321134, Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Dengan Judul ““Analisis Implementasi Prinsip 5C (Character, Capital, Capacity, Collateral, Condition Of Economi) Dalam Penyaluran Pembiayaan Pada Koperasi Konsumen Syariah Pegawai Negeri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi”. Latar belakang penelitian ini adalah belum optimalnya penerapan prinsip collateral atau jaminan oleh anggota pembiayaan pada Koperasi konsumen Syariah Pegawai Negeri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, serta masih adanya anggota yang terlambat membayar pembiayaan yang diajukan, padahal prinsip capacity atau kemampuan ketepatan waktu pengembalian pembiayaaan anggota sebagai Pegawai Negeri seharusnya tidak ada pembiayaan yang bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip 5C: character, capacity, capital, collateral, dan condition of economi, dalam penyaluran pembiayaan di Koperasi Konsumen Syariah Pegawai Negeri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini ada dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara , observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan pengurus dan karyawan Koperasi konsumen Syariah Pegawai Negeri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi. Sedangkan Dokumentasi dilakukan dengan mendokumentasikan dokumen yang terkait dengan penelitian. Semua data-data yang diperoleh dianalisis secara induktif. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, keabsahan data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Konsumen Pegawai Negeri Sipil Syariah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi telah membuat langkah signifikan dalam kesejahteraan anggota melalui program pembiayaannya.. Penilaian character didasarkan pada status kepegawaian anggota yang umumnya mencerminkan disiplin. Penilaian capacity dilakukan dengan melihat gaji pegawai dan jangka waktu pembiayaan yang tidak melebihi masa pensiun. Capital dinilai setelah calon anggota dengan memiliki simpanan pokok dan wajib. Meskipun tidak ada jaminan fisik (collateral), koperasi mengandalkan stabilitas gaji dan simpanan anggota. Penilaian condition of economy dilakukan dengan melihat status kepegawaian anggota yang dianggap memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik.