Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Peran Niniak Mamak terhadap Pengasuhan Anak Pasca Perceraian dalam Adat Kurai Limo Jorong Perspektif Mashlahah Mursalah

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•9 dilihat · 8 unduhan

Abstrak

Skripsi yang berjudul “Peran Niniak Mamak terhadap Pengasuhan Anak Pasca Perceraian dalam Adat Kurai Limo Jorong Perspektif Mashlahah Mursalah” yang disusun oleh Zuyyina Mardhatillah dengan NIM 1121026, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwâl Syakhshiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Diambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena perceraian dalam masyarakat adat Kurai Limo Jorong mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga tidak hanya berdampak pada pasangan yang berpisah tetapi juga pada anak yang ditinggalkan. Dalam sistem kekerabatan matrilineal, niniak mamak (paman dari garis ibu) memiliki peran penting dalam memastikan kesejahteraan anak pasca perceraian. Berdasarkan hal ini maka penulis ingin mengetahui tentang bagaimana praktik pengasuhan anak pasca perceraian dalam adat Kurai Limo Jorong dan peran niniak mamak terhadap pengasuhan anak pasca perceraian dalam adat Kurai Limo Jorong perspektif mashlahah mursalah. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan observasi langsung ke lapangan (field research). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan niniak mamak dan tokoh adat Nagari Kurai Limo Jorong. Sedangkan untuk sumber data sekunder adalah literatur atau bahan kepustakaan yang relevan dengan persoalan yang diangkat. Adapun dalam menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis data yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa; pertama, praktik pengasuhan anak pasca perceraian yang dilakukan di adat Kurai Limo Jorong, selalu didominasi oleh pihak ibu. Lantaran masyarakat adat Kurai Limo Jorong yang menganut sistem matrilineal, menyebabkan hal itu tak lagi menjadi persoalan atau dilakukan penuntutan. Adapun dalam hal pembiayaan anak, ajaran Islâm memiliki kecenderungan untuk membebankan nafkah kepada suami, akan tetapi sikap perempuan Kurai yang menjunjung tinggi kemandirian menjadikannya sanggup untuk memenuhi kebutuhan anaknya pasca perceraian, tanpa memutus kemungkinan pembiayaan yang ingin diberikan oleh sang ayah kepada anaknya. Selain itu, bila seorang perempuan Kurai telah bercerai, ia akan lebih memilih untuk menjadi orang tua tunggal dan menjaga anak-anaknya daripada menikah lagi. Hal ini disebabkan stigma masyarakat adat Kurai yang tidak memandang negatif sebutan janda, apalagi sosok ibu yang berupaya untuk membesarkan anaknya seorang diri. Kedua, dalam hal terjadinya perceraian, peran niniak mamak terhadap kemenakannya ialah memastikan anak tetap mendapatkan perlindungan dan rasa aman, sebagai sosok otoritas yang memberikan bimbingan moral, agama, dan adat kepada anak, sebagai mediator untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam hubungan keluarga kemenakannya, serta membantu memenuhi kebutuhan kemenakannya, baik dari segi ekonomi maupun pendidikan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Keempat peran niniak mamak tersebut sesuai dengan tiga indikator pada syarat pemberlakuan mashlahah mursalah yakni persoalan tersebut berada di bidang mu’âmalâh, tidak bertentangan dengan dalil-dalil syar’î, dan bersifat pokok. Sehingga peran niniak mamak terhadap pengasuhan anak pasca perceraian dalam adat Kurai Limo Jorong bagi ayah yang kurang mampu telah memenuhi mashlahah mursalah yang berada pada tingkatan hâjiyyâh.

Kata kunci

Niniak Mamak, Pengasuhan Anak, Mashlahah Mursalah.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Peran Niniak Mamak terhadap Pengasuhan Anak Pasca Perceraian dalam Adat Kurai Limo Jorong Perspektif Mashlahah Mursalah2025 · oai:ais:skripsi:16809

Publikasi terkait