Abstrak
Tema manusia dalam Al-Quran menjadi salah satu pokok pembahasan yang sering diulas. Selain terkait dengan pahala yang diperoleh dari ketaatan dalam beribadah, tema ini juga membahas proses penciptaan manusia, kisah-kisah sejarah umat manusia di masa lalu, manusia pilihan, serta hubungan sosial manusia dengan sesamanya dan lingkungan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak ulama di Indonesia yang menyusun tafsir ayat-ayat Al-Quran berdasarkan istilah ‘manusia’. Manusia diciptakan dengan beragam ciri keunikan yang beragam dan tersebar dimuka bumi dengan berbagai bahasa, suku, ras, dan penampilan serta perilaku yang berbeda-beda. Penafsiran al-Qur’an tidak hanya ada dari ulama-ulama klasik saja, tetapi tafsir maupun penafsirannya terus berkembang hingga di Nusantara salah satunya di Minangkabau. Banyak kitab tafsir yang telah dikarang oleh ulama Minangkabau. Dan dalam hal ini penulis mengambil salah satu mufassir asal Minangkabau, yakni Syekh Abdul Latief Syakur dan kitab tafsirnya al-Dakwah wa al-Irsyad ila Sabil al-Rasyad. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan teknik analisis data adalah analisis deskriptif, menggunakan pendekatan metodologi penafsiran al-Qur’an. Hasil penelitian ini ialah berisi tentang berbagai macam jenis manusia yang dilihat dari segi perilaku, sifat, karakter, bahasa, serta ketaatannya kepada Allah dan mengetahui metodologi penafsiran ayatnya, yakni secara umumnya lebih dominan secara bil ra’yi, dan coraknya lebih dominan kepada al-adab al-ijtima’I, yakni penafsiran pada kitab ini secara menyeluruh banyak bersentuhan dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Kemudian penafsiran pada kitab ini secara umumnya.