Abstrak
ABSTRAK Qadri Hayatul Muhammad, NIM 4121067, Judul Skripsi :“Penafsiran Ayat-Ayat Fasad Perspektif Sayyid Qutb Dalam Tafsir Fi Zilal al-Qur’an”. Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2025 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemajuan media sosial, serta arus globalisasi yang, meskipun memberikan berbagai kemudahan, tidak sepenuhnya mengantarkan manusia menuju kehidupan yang lebih mulia secara spiritual dan moral. Sebaliknya, kemajuan tersebut seringkali memicu krisis spiritual, kekosongan makna hidup, serta keterasingan manusia dari nilai-nilai luhur agama. Fenomena tersebut tampak dalam meningkatnya praktik korupsi, dekadensi moral remaja, budaya permisif terhadap kemaksiatan, konsumerisme, krisis identitas, dan melemahnya nilai-nilai etika dalam kehidupan keluarga maupun sosial. Penelitian ini merupakan studi kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan menggunakan buku, jurnal, skripsi, dan literatur relevan sebagai sumber data utama. Metode yang digunakan adalah metode tafsir maudhu’i dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang bertujuan untuk menggali secara tematik penafsiran Sayyid Qutb mengenai ayat-ayat tentang fasad dalam Tafsir Fi Zilal al- Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Sayyid Qutb, fasad dalam Al- Qur’an tidak hanya mengacu pada kerusakan fisik atau lingkungan, tetapi terutama pada kerusakan moral manusia yang berdampak luas pada kehidupan sosial dan spiritual. Kerusakan ini dilakukan oleh kaum munafik dan kelompok sekularis yang mengklaim membawa perbaikan, namun sejatinya menentang hukum Allah dan merusak nilai-nilai agama. Bentuk fasad tersebut tampak pada penyimpangan akhlak, dominasi hawa nafsu sebagai standar kebenaran, penyalahgunaan kekuasaan, serta hilangnya keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Kerusakan moral ini merusak fondasi spiritual dan akhlak manusia, mengakibatkan dekadensi moral generasi muda, hilangnya rasa tanggung jawab sosial, dan runtuhnya struktur sosial yang berlandaskan keimanan. Relevansinya dengan konteks modern terlihat pada fenomena maraknya korupsi, penyalahgunaan wewenang, budaya permisif terhadap kemaksiatan, dan lemahnya komitmen terhadap ajaran agama. Pemikiran Sayyid Qutb memberikan pemahaman mendalam mengenai akar kerusakan moral ini dan menawarkan solusi spiritual melalui pengembalian kehidupan manusia pada prinsip-prinsip ilahi yang bersumber dari Al-Qur’an. Dengan cara ini, masyarakat diharapkan dapat membangun kembali tatanan sosial yang berkeadilan dan berakhlak mulia sesuai petunjuk Allah SWT.