Abstrak
Skripsi ini berjudul Penafsiran Isti‟faf dalam Al-Qur‟an dan Relevansinya dengan Kehidupan Modern (Kajian Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Zuhaili) yang disusun oleh Hairullah 4119069, Prodi Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Penelitian ini diawali dari ada salah satu tema dalam al-Qur‟an yang berisikan tentang makna Isti‟faf. Para ulama tafsir memberikan pemaknaan yang berbeda terhadap makna Isti‟faf termasuk tokoh penafsiran seperti Wahbah Zuhaili. Wahbah Zuhaili dalam kitab tafsir al-Munir membuat penafsiran tersendiri, yaitu Isti‟faf adalah menjaga kesucian diri dari tindakan yang tercela dan berupaya menjadi orang yang Afiif. Jika dikaitkan dengan kehidupan modern hari ini, karena kehidupan laki-laki maupun perempuan mendapatkan tempat yang sama, sehingga perempuan memiliki kesempatan untuk bekerja di luar rumah layaknya seorang laki-laki. Hal ini disebabkan perubahan zaman serta adanya tuntutan sosial sehingga membuat perempuan ikut bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah. Penelitian ini, merupakan jenis penelitian kepustakaand(Library Research) yang bersifat deskriftif kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode tafsir maudhu‟i. Sumber data yang digunakan berupa primer dan skunder. Hasil penelitian ini: Pertama, Isti‟faf menurut Wahbah Zuhaili adalah hendaknya menjaga secara keseluruhan dalam menjaga kesucian diri dari perbuatan yang tercela. Selain itu, Isti‟faf ialah menutup aurat dan tetap memakai pakaian yang lengkap lagi sempurna karena lebih baik baginya daripada melonggarkan pakaian terluarnya karena dapat menimbulkan asumsi-asumsi yang tidak benar. Kedua, pada kehidupan modern saat ini, perempuan mendapatkan perlakuan yang sama dengan kaum laki-laki dan mereka bekerja di luar rumah dibolehkan akan tetapi tetap menjaga kehormatan diri sebagaimana ketentuant-ketentuan yang telah ditetapkan oleh al-Qur‟an dan sunnah.