Abstrak
Skripsi ini dilatarbelakangi oleh masih adanya peserta didik yang kurang memiliki akhlakul karimah seperti kurang sopan terhadap yang lebih tua, masih menggunakan pakaian tidak sesuai syari’at Islam, berbicara dengan kasar, tidak menaati aturan madrasah, serta kurangnya adab siswa terhadap guru dan sesama teman. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, informan dalam penelitian ini ada dua yaitu informan kunci yaitu guru pembinaan ekstrakurikuler keagamaan dan informan pendukung bapak kepala madrasah dan siswa peserta ekstrakurikuler keagamaan. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, selanjutnya peneliti akan mengolah data dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif maksudnya data yang diperoleh tidak dituangkan dalam bentuk angka statistik melainkan tetap dalam bentuk kualitatif. Dari hasil penelitian metode pembinaan akhlakul karimah siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan forum annnisa’ dan pelatihan khutbah yang dilakukan oleh guru pembina masing-masing ekstrakurikuler adalah dengan cara menggunakan metode teladan, pengajaran, pembiasaan, pemberian hadiah dan sanksi. Pembinaan akhlak dengan metode teladan guru pembina masing-masing ekstrakurikuler menerapkan salam sebelum masuk kelas, menggunakan pakaian sopan dan menutup aurat dan berbicara sopan. Selanjutnya pengajaran dalam forum annisa’ guru pembina memberikan materi diiringi dengan nasehat yang berbeda setiap minggunya seperti hakikat perempuan, adab berpakaian muslimah, adab sesama, dan juga materi seperti thaharah dan shalat, dalam pelatihan khutbah guru pembina memberikan pengajaran cara berkhutbah diiringi materi khutbah mengenai akhlak, pembiasaan guru pembina forum annisa’ dan pelatihan khutbah membiasakan siswa untuk memakai pakaian sopan dan menutup aurat, mematuhi tata tertib madrasah, adab berbicara dengan teman dan guru. Pemberian hadiah dan sanksi guru pembina memberikan hadiah terhadap siswa terdisiplin dan memberikan sanksi terhadap siswa yang tidak hadir ekstrakurikuler. kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan yaitu waktu yang terbatas, kurangnya semangat siswa mengikuti kegiatan, dan terdapat siswa yang bolos. Upaya dalam mengatasi kendala tersebut adalah melakukan evaluasi, bekerja sama dengan guru, wali kelas dan orangtua, serta memberikan sanksi kepada siswa.