Abstrak
ABSTRAK Fitria Viona Lasut, NIM 4120033, Judul Skripsi :“Tradisi Pembacaan Surah Al-Mulk dan As-Sajadah (Studi Living Quran di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam)”. Prodi Ilmu al- Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Tradisi Pembacaan al-Mulk dan as-Sajadah Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam untuk memperoleh pemaknaan dalam pembacaannya. Di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam, tradisi ini dihidupkan melalui konsep Living Qur’an, yang menekankan pentingnya menghidupkan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembacaan al-Mulk dan as-Sajadah di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam dan bagaimana pemaknaan pembacaan surah al-Mulk dan as-Sajadah bagi santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung pelaksanaan pembacaan surah al-Mulk dan as-Sajadah, wawancara untuk memperoleh pandangan dari santri dan pengurus, serta dokumentasi untuk mengumpulkan data tertulis dan rekaman terkait. Dalam memperoleh pemaknaan menggunakan teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim untuk menghasilkan makna objektif, ekspresif dan documenter. Hasil Peneliian yang di peroleh adalah : Pelaksanaan tradisi Pembacaan Surah al-Mulk dan as-Sajadah di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam dimulai sejak tahun 1999 dan berlangsung hingga saat ini, dilaksanakan setiap malam setelah shalat Isya secara berjamaah. Tradisi ini, yang diwariskan dari Hidayatullah Pusat, telah menjadi bagian integral dari rutinitas pesantren, dengan keyakinan bahwa ia membawa banyak fadhilah dan keberkahan. Berdasarkan teori Karl Mannheim, pembacaan surah ini memiliki tiga makna utama : makna objektif yang melibatkan penerapan aturan dan sunnah, makna ekspresif memperoleh keberkahan, dilancarkan aktivitasnya dan dapat meningkatkan keimanan, serta makna dokumenter yang menunjukkan bahwa praktik ini telah menjadi kultur dan rutinitas yang berkelanjutan di seluruh pesantren Hidayatullah. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk ibadah amaliyah tetapi juga sebagai peneladanan sunnah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis yang menyebutkan kebiasaan Nabi SAW membaca surah tersebut sebelum tidur.