Abstrak
Abstrak Penelitian ini fokus pada tradisi yasinan di Jorong Sikabau, sebuah kegiatan ritual budaya agama yang telah diwariskan secara turun temurun. Tujuan dari kegiatan ini adalah mendapatkan ridho dari Allah SWT. Penelitian ini membatasi skripsi pada tiga poin pembahasan, yakni: (1) Sejarah tradisi pembacaan surah yasin di kuburan selama tujuh hari, (2) Proses pembacaan surah yasin di kuburan pagi dan sore selama tujuh hari, dan (3) Pandangan masyarakat tentang tradisi pembacaan surah yasin di kuburan pagi dan sore selama tujuh hari. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggambarkan realitas objek penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Data diperoleh dari sumber primer berupa kata-kata dan sikap, serta sumber sekunder berupa literatur relevan dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara langsung dengan pihak terkait. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis melalui empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga poin permasalahan utama. Pertama, tradisi pembacaan surah yasin bermula dari ulama yang pada awalnya berprofesi sebagai pedagang dan kemudian diubah dengan memasukkan kalimat thayyibah dan ayat-ayat Al-Qur'an. Kedua, proses pembacaan surah yasin melibatkan rangkaian pembacaan termasuk ta'audz, basmAllah, istighfar, tawasul, dan pembacaan yasin dengan ayat-ayat tertentu yang diulang beberapa kali. Ketiga, pandangan masyarakat tentang tradisi ini adalah sebagai wadah kerukunan yang mempererat hubungan silaturahmi antar sesama masyarakat serta menjadi peringatan bagi umat manusia yang masih hidup. Penyajian hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berarti dalam pemahaman lebih lanjut mengenai tradisi yasinan di masyarakat Jorong Sikabau, tanpa adanya penggunaan bahasa dan struktur kalimat yang sama persis dari sumber asli.