Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Sri Wulan Sari NIM 4619054, Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “ Tradisi Malakok Sebagai Integrasi Masyarakat Di Nagari Pandai Sikek Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar” Penelitian ini dilatar belakangi oleh masyarakat Minang memberikan hak yang sama kepada masyarakat yang datang dari luar baik dari suku Minang, selain suku Minang, dan non Muslim untuk di Nagari Pandai Sikek sudah point mana yang dilakukan, dan bagaimana pelaksanakannya dilapangan sehingga masyarakat ini bisa menjadi satu bagian yang utuh dari masyarakat. untuk malakok apakah ada acara pelaksanaannya, dan bagaimana eksekusi yang dilakukan oleh pangulu atau masyarakat dilapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kualitatif yang akan menyajikan data sesuai yang ada di lapangan dengan menggunakan informan penelitian proposive sampling dengan informan tokoh masyarakat, pangulu, masyarakat malakok, dan bundo kanduang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya adanya tradisi malakok, malakok yang ada ditempat ini hanya ada malakok bersifat dari suku Minang dari luar daerah ke Nagari Pandai Sikek, contohnya suku Sikumbang yang ada di Jorong Pincuran Tujuah Nagari Koto Laweh lalu malakok kesuku Sikumbang yang ada di Nagari Pandai Sikek, suku Guci yang ada di Maninjau kesuku Guci yang ada di Nagari Pandai Sikek, dan suku Pisang yang ada di Lubuak Aluang kesuku Pisang di Nagari Pandai Sikek. Sementara dari suku yang lain misalnya, etnik Jawa belum ditemukan dilokasi penelitian, apalagi yang berasal dari non atau tidak beragama Islam untuk mendapatkan integrasi didalam lingkungan tempat tinggal. Integrasi masyarakat melalui malakok ada tiga kriteria yaitu (suku di Minang dengan nagari yang berbeda, luar etnis Minang, dan untuk orang yang tidak Beragama Islam dengan memberikan tempat tinggal yang eklusif). Temuan dilapangan hanya ada satu point saja yaitu malakok dengan suku yang sama dinagari yang berbeda.