Abstrak
Skripsi atas nama Alex Saputra, Nim 4121047, dengan judul “Integrasi Nilai Qur’ani dalam Tradisi Bakaua Taun di Nagari Sariak Alahan Tigo Kabupaten Solok (Studi Living Qur’an)”, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi, 2025 Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam tradisi Bakaua Taun di Jorong Sungai Pangalek, Nagari Sariak Alahan Tigo, Kabupaten Solok. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena keberlanjutan tradisi lokal yang mengandung unsur keagamaan sebagai bagian dari budaya Minangkabau. Tradisi Bakaua Taun merupakan bentuk ekspresi religius masyarakat setempat yang dilaksanakan setiap tiga tahun sebagai ungkapan syukur atas hasil panen. Tradisi ini mencerminkan integrasi antara nilai-nilai lokal dan nilai-nilai Al-Qur’an, terutama dalam prosesi ziarah ke makam leluhur yang diyakini memiliki karamah, disertai dengan pembacaan khatam Al-Qur’an, tahlil, shalawat, dan doa bersama, yang diakhiri dengan makan bersama. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menjelaskan makna yang terkandung dalam tradisi tersebut serta mengidentifikasi nilai-nilai Qur’ani yang terintegrasi di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), serta menerapkan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan pendekatan historis dan antropologis dalam menganalisis fenomena budaya keagamaan yang hidup di masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan, Prosesi Tradisi Bakaua Taun di Nagari Sariak Alahan Tigo dimulai dengan musyawarah di rumah gadang, yang dulunya dilakukan di Medan Nan Bapaneh, untuk menentukan hari dan tanggal pelaksanaan. Pada hari yang telah disepakati, masyarakat menyiapkan hidangan utama berupa kepala kerbau yang diperoleh dari iuran bersama. Prosesi dimulai dengan arak-arakan menuju makam leluhur yang diyakini memiliki karamah. Setibanya di lokasi, seluruh peserta duduk bersama untuk membaca khatam Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tahlil, shalawat, dan doa bersama. Setelah semua rangkaian pembacaan selesai, hidangan yang dibawa dibagikan dan dinikmati bersama di lokasi sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Tradisi ini dilaksanakan setiap tiga tahun sekali, melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dan menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial serta menjaga kelestarian nilai-nilai keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.Nilai-nilai qur’ani yang terintegrasi dalam pelaksanaan tradisi bakaua taun meliputi nilai kebenaran, moral, syukur, silaturahmi, dan nilai gemar berdoa. Syukur ditunjukkan melalui ritual dan doa sebagai bentuk terimakasih kepada Allah SWT atas limpahan rezeki. Ayat-ayat Al-Qur’an yang terkandung pada tradisi bakaua taun yaitu Q.S Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-Baqarah, dan Al-Maidah.