Abstrak
Skripsi ini berjudul “Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan dalm Perspektif Bisnis Syariah (Studi Kasus: Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Sumatera Barat)”, yang ditulis oleh Erni Oktafia, NIM. 3720132. Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan terjadinya penurunan jumlah pengunjung Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan pada tahun 2023. Yang mana TMSBK sudah melakukan renovasi yang bertujuan untuk memperindah serta untuk menarik perhatian pengunjung, Mengenai renovasi ini termasuk salah satu marketing mix (7P) yaitu Physical Evidence. Menurut Kotler dan Amstrong, Physical Evidence (bukti fisik) merupakan hal nyata yang turut memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan. Unsur yang termasuk dalam sarana fisik antara lain lingkungan dan bangunan fisik, peralatan, perlengkapan, logo, warna dan barang-barang lainnya. Namun, yang terjadi justru jumlah pengunjungnya semakin menurun. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode field research atau penelitian lapangan yang bersifat kualitatif yaitu pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti guna mendapatkan data yang relevan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah pengelola Taman Margasatwa dan budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi sedangkan untuk sumber data sekunder yaitu para pengunjung TMSBK Bukittinggi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa total skor matriks IFAS yaitu 2,57, hal ini mengindikasikan bahwa posisi internal perusahaan kuat. Sedangkan untuk total skor matriks EFAS yaitu 2,40, hal ini mengindikasikan bahwa posisi eksternal perusahaan lemah. Artinya yaitu perusahaan tidak memanfaatkan peluang yang ada atau menghindari ancaman-ancaman dari luar (eksternal). Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan oleh Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi dalam meningkatkan kunjungan wisatwana belum maksimal karena TMSBK hanya menggunakan startegi internal seperti mengubah tampilan fisik (renovasi), sedangkan peluang yang ada tidak begitu dimanfaatkan oleh TMSBK. Dan jika dilihat dari perspektif bisnis syariah bahwa TMSBK belum maksimal dalam menerapkan konsep bisnis syariah, karena dalam Islam sendiri bisnis yang baik itu akan saling memberikan keuntungan antara pihak perusahaan dengan pengunjung serta memperhatikan kepuasan kepada pengunjug. Tetapi di TMSBK lebih fokus kepada renovasi objek wisata dan tidak begitu mengedepankan kenyamanan dan bahkan kepuasan pengunjung.