Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Kontekstualisasi Hadis Larangan Masuk Masjid Bagi yang Mengkonsumsi Tsum

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Hadis•5 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Ardila, NIM 4220041 dengan judul Hadis Larangan Masuk Masjid Bagi Yang Mengkonsumsi Tsum. Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2024. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hadis yang memberikan aturan khusus bagi orang yang mengkonsumsi bawang putih ketika masuk masjid. Hadis secara tegas melarang orang yang mengkonsumsi bawang putih untuk masuk ke dalam masjid, dan menguatkan larangan tegas yang ditunjukkan dengan adanya ta’kid. Terdapat perbedaan pendapat ulama dalam memahami hukum memasuki masjid bagi yang memakan bawang putih. Menurut Jumhur Ulama, meninggalkannya adalah lebih baik. Pada Kitab Syarah Shahih Muslim dijelaskan bahwasanya larangan tersebut hanya untuk menghadiri masjid, bukan memakan bawang putih dan sejenisnya. Oleh karena itu, para ulama mengatakan di dalam hadis tersebut terdapat pelarangan bagi orang yang memakan bawang putih dan sejenisnya itu untuk memasuki masjid meskipun masjid itu kosong, karena masjid adalah tempatnya malaikat. Pemahaman yang muncul terhadap hadis tersebut masih berdasar kepada pemahaman tekstual, sehingga menghasilkan pemahaman yang bersifat kaku. Berdasarkan hal tersebut maka muncul pertanyaan, yaitu bagaimana pemahaman dan kontekstualisasi hadis tentang larangan masuk masjid bagi yang mengkonsumsi tsum. Metode penelitian pada skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif yang berjenis studi kepustakaan (Library Research) menggunakan pendekatan kontekstual guna mengkomunikasikan hadis-hadis Nabi yang diucapkan dalam situasi dan kondisi tertentu pada masa munculnya, sehingga relevan dengan kondisi dan situasi zaman sekarang. Pemahaman terhadap hadis dilakukan dengan mengumpulkan hadis-hadis yang setema dengan topik pembahasan dan memahami hadis berdasarkan latar belakang, situasi, kondisi dan tujuannya, serta memastikan makna dan konotasi kata-kata dalam hadis. Kemudian hadis juga dikaji dengan mengkontekstual pemahaman hadis dengan menganalisis konteks redaksioanal, serta analisis historis dan sosiologis Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka ditemukan hasil penelitian ini bahwa larangan mengkonsumsi tsum muncul karena disebabkan oleh efek yang ditimbulkan. Hadis larangan untuk memasuki masjid bagi yang mengkonsumsi bawang putih terkait dengan aroma yang muncul dari keringat ataupun bau mulut yang dapat mengganggu orang lain. Hal tersebutlah yang menjadi illat pelarangannya. Sehingga ketika illat tersebut terjadi, maka mengkonsumsi segala makanan yang dapat menimbulkan aroma yang mengganggu juga terlarang untuk masuk masjid. Bahkan hadis juga dapat dipahami bahwa illat juga tertuju pada kondisi atau tempat yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang.

Kata kunci

Kontekstualisasi, Mengkonsumsi, Tsum

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Kontekstualisasi Hadis Larangan Masuk Masjid Bagi yang Mengkonsumsi Tsum2024 · oai:ais:skripsi:15446

Publikasi terkait