Abstrak
Ali Imran, NIM 2120083. Skripsi ini berjudul Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Karakter Mandiri Anak Autis di SLB Negeri 1 Panti. Program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Syejch M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2024. Latar Belakang Penelitian ini adalah bahwa anak autis merupakan anak yang mempunyai hambatan perkembangan mental, emosi dan interaksi social. sehingga memerlukan penanganan khusus pada proses pembelajaran pendidkan Agama Islam dalam pembinaan karakter mandiri. masalah pada penelitian ini adalah 1.Bagaimana penyusunan program pembelajaran pendidikan agama islam dalam pembinaan karakter mandiri anak autis, 2.Bagaimana pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama islam dalam pembinaan karakter mandiri anak autis, 3.Apa saja factor penyebab lambatnya kemandirian anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan karakter mandiri anak autis dan mengetahui factor penyebab lambatnya kemandirian anak autis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini yaitu Guru PAI di SLB Negeri 1 Panti, dua orang wali kelas, waka kurikulum dan kepala sekolah SLB Negeri 1 Panti. data dikumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1 penyusunan program pembelajaran pendidikan agama islam dalam pembinaan karakter mandiri anak autis dilakukan dengan cara menyiapkan materi yang tepat, metode yang tepat, dan evaluasi pembelajaran. 2 Pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama islam dalam pembinaan karakter mandiri anak autis dilakukan dengan cara penanaman nilai akhlak dengan menggunakan metode demonstrasi dan Tanya jawab langsung. proses pembelajaran dilaksanakan dengan berpedoman pada : materi pelajaran, metode, tujuan dan evaluasi pembelajaran. 3 faktor penyebab lambatnya kemandirian anak autis disebabkan oleh beberapa hal seperti kebiasaan anak autis meminta bantuan orang lain, pengaruh teman, guru yang kurang memahami karakter anak autis dan kurangnya arahan dari orang tua dalam pembinaan karakter mandiri anak autis.