Abstrak
ABSTRAK Syukra Alhamda, NIM 4120051, Judul Skripsi: Nilai Kearifan Lokal pada Penafsiran Surah Fushshilat dalam Tafsir al-Azhar Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2023. Khazanah penelitian tafsir di Indonesia memang sangat menarik untuk terus dikaji, salah satunya Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka. Keunikannya terdapat pada kearifan lokal dalam Tafsir al-Azhar, khususnya terkait kearifan lokal yaitu beberapa ungkapan kata menggunakan bahasa melayu dan pepatah-pepatah Minang. Penelitian ini akan mengungkap bagaimana bentuk-bentuk narasi dan nilai kearifan lokal pada penafsiran surah Fushshilat dalam Tafsir al-Azhar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data secara kepustakaan. Sumber utama skripsi ini adalah Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka. Metode penelitiannya adalah metode deskriptif-analitis, dengan menggunakan teori antropolinguistik untuk mengungkap bentuk-bentuk narasi dan nilai-nilai kearifan lokal dalam pepatah yang digunakan Hamka untuk menafsirkan surah Fushshilat. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat bentuk-bentuk narasi kearifan lokal dalam menafsirkan surah Fushshilat.. Pertama ada 3 unsur kata lokal yaitu : berumpuk-umpuk, menggelegak, dan pedinding. Kedua ada 4 unsur pepatah dan peribahasa yaitu : dikacak langan lah bak langan dikacak batih lah bak batih, tidak lekang kena panas tidak lapuk kena hujan, bagai bunga kembang tak jadi, hilang panas setahun oleh hujan sehari. Ketiga ada unsur tradisi memuliakan tamu dengan sebuah hidangan atau jamuan. Selanjutnya juga ditemukan nilai kerifan lokal dari pepatah dan peribahasa yang Hamka gunakan. Pertama pepatah dikacak langan lah bak langan dikacak batih lah bak batih dan peribahasa hilang panas setahun oleh hujan sehari mengandung nilai moral. Kedua pepatah tidak lekang kena panas, tidak lapuk kena hujan terkandung nilai kedisiplinan. Ketiga peribahasa bagai bunga kembang tak jadi terkandung nilai kerja keras.