Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Etika Bermedia Sosial di Era Post Truth (Relevansi Pemikiran Etika Ibnu Miskawaih dan Mohammed Arkoun)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Aqidah dan Filsafat Islam - S2•6 dilihat · 6 unduhan

Abstrak

Tesis ini berjudul ETIKA BERMEDIA SOSIAL DI ERA POST TRUTH (Relevansi Pemikiran Etika Ibnu Miskawaih dan Mohammed Arkoun) disusun oleh Ihsyan Wahyudi, NIM. 40122007 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang dalam penelitian ini adalah dampak media sosial terhadap etika manusia. Penyebaran informasi yang cepat dan luas melalui media sosial seringkali memicu munculnya post-truth, di mana faktualitas informasi menjadi kurang relevan dibandingkan dengan emosi, pandangan pribadi, dan kepentingan kelompok. Hal ini dapat merusak landasan etika manusia, karena kebenaran absolut cenderung terabaikan demi narasi yang memenuhi keinginan atau kepercayaan kelompok tertentu. Oleh sebab itu, penulis beranggapan perlunya kesadaran individu, regulasi yang bijaksana, dan literasi media yang ditingkatkan untuk menghadapi dampak negatif media sosial terhadap etika manusia dengan melalui pemikiran tokoh Ibnu Miskawaih dan Mohammed Arkoun. Maka, fokus penelitian tesis ini bagaimana etika bermedia sosial di era post truth (relevansi pemikiran etika ibnu miskawaih dan mohammed arkoun). Penelitian ini bercorak kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan filosofis. Penelitian ini menggunakan metode induktif, analisis kritis, dan holistika dengan mencoba menelusuri, menganalisis, dan menginterpretasi karya-karya, data-data dan informasi yang sesuai dengan topik penelitian terutama pada tokoh Ibnu Miskawaih dan Mohammed Arkoun. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Ibnu Miskawaih meyakini bahwa pendidikan etika adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang baik dan individu harus dididik secara moral agar dapat mengembangkan karakter yang kuat dan perilaku yang baik. Sedangkan, Mengutip dari pandangan Ibnu Miskawaih, Mohammed Arkoun mengatakan bahwa etika harus dilandasi dengan cara melalui ajaran ketuhanan dan etika merupakan kajian yang berkaitan dengan memperbaiki perbuatan manusia atau etika merupakan sebuah ilmu yang paling mulia, sehingga etika membantu tindakan yang di buat oleh manusia itu sendiri. Dalam bermedia sosial di era post truth, Pemikiran etika Ibnu Miskawaih dan Mohammed Arkoun memiliki relevansi yang signifikan terhadap permasalahan yang terjadi. Etika memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, khususnya dalam menjalani kehidupan digital yang modern, hal ini bertujuan agar kehidupan manusia dapat tertib dan terhindar dari kesalahan dalam melakukan interaksi sosial di media sosial. Dalam pemikiran etika Ibnu Miskawaih ada beberapa prinsip yang bisa diterapkan dalam kontek bermedia sosial di era post truth, diantaranya: kesejahteraan, kesadaran diri dan keseimbangan, Kebenaran, keadilan (al-adl), kesadaran diri (muhasabah), kebijaksanaan (al-hikmah). Sedangkan Mohammad Arkoun juga memiliki beberapa prinsip yang bisa diterapkan dalam konteks bermedia sosial diera post truth, diantaranya: Kritis dan kebenaran (kritik terhadap wacana), pluralisme, toleransi, budaya dan nilai, keseimbangan dan menghindari ekstremisme, inklusifvitas dan penghargaan terhadap sesama, keadilan sosial, tanggung jawab individu (taklifi).

Kata kunci

Etika, Ibnu Miskawaih, Mohammed Arkoun

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Etika Bermedia Sosial di Era Post Truth (Relevansi Pemikiran Etika Ibnu Miskawaih dan Mohammed Arkoun)2024 · oai:ais:skripsi:14531

Publikasi terkait