Abstrak
Skripsi ini berjudul: Perspektif Ulama Nagari Tentang Tradisi Khatam Al-Quran Bagi Pengantin Sebelum Walimatul ‘Ursy Di Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat. Yang disusun oleh Silvia Rista Aida NIM 1120118, Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Maksud dari judul ini adalah suatu kajian keilmuan dengan cara menganalisa pendapat Ulama Nagari di Nagari Muara Kiawai, Kecamatan gunung Tuleh, kabupaten Pasaman Barat, dimana dalam kebiasaan masyarakat di kenagarian Muara Kiawai terhadap tradisi Khatam Al-Qur’an Bagi Pengantin Sebelum Walimatul ‘Ursy merupakan praktik yang telah ada sejak zaman dahulu dan tetap terjaga hingga saat ini. Pelaksanaannya terjadi sebelum atau setelah acara Walimatul 'Ursy, bahkan sebelum akad ijab qabul. Rangkaian acara khatam Al-Qur'an ini meliputi arak-arakan dengan dzikir, balimau, dan pembacaan Al-Qur'an yang dipimpin oleh guru mengaji pengantin, dihadiri oleh Da'i Nagari dan niniak/mamak dari pengantin. Tujuan utama dari tradisi ini adalah untuk mendapatkan ridho, berkah, dan perlindungan Allah SWT atas pernikahan yang dilangsungkan serta sebagai bentuk syukur atas pertemuan dengan pasangan hidup. Berdasarkan hal tersebut maka penulis telah merumuskan beberapa pokok masalah yang akan menjadi pembahasan dalam skripsi ini. Adapun pokok permasalahan tersebut yaitu : Apa alasan/Tujuan Pelaksanaan Khatam Al-Qur’an Bagi Pengantin Sebelum Walimatul ‘Ursy di Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat? Dan bagaimana pendapat Ulama Nagari tentang Tradisi Khatam Al-Qur’an bagi pengantin sebelum Walimatul ‘Ursy di Nagari Muara Kiawai? Metode pendekatan kualitatif dipilih dalam penyusunan skripsi ini karena penelitian bertujuan untuk memahami situasi sosial masyarakat. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research), yang bersifat deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif memungkinkan peneliti untuk menggambarkan dan menganalisis situasi atau fenomena yang diamati dengan lebih rinci. Berdasarkan sumber data dan hasil penelitian dapat disimpulkan, Tradisi pelaksanaan Khatam Al-Qur'an bagi pengantin sebelum Walimatul 'Ursy di Nagari Muara Kiawai merupakan praktik yang telah ada sejak zaman dahulu dan tetap terjaga hingga saat ini. ujuan utama dari tradisi ini adalah untuk mendapatkan ridho, berkah, dan perlindungan Allah SWT atas pernikahan yang dilangsungkan serta sebagai bentuk syukur atas pertemuan dengan pasangan hidup. Persepsi Ulama Nagari mengenai tradisi khatam Al-Qur'an sebelum acara Walimatul 'Ursy menunjukkan kesepakatan untuk menjalankannya berdasarkan prinsip "Al-'adatul Muhakkamah", yang memperbolehkan penggunaan adat selama tidak menyimpang dari prinsip-prinsip agama. Terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu pelaksanaan khatam Al-Qur'an, dimana sebagian Da'i Nagari menganjurkan sebelum acara ijab qabul sebagai bentuk kesucian pernikahan, sementara yang lainnya menyarankan setelah akad sebagai tindakan pertama yang dilakukan sebagai suami-isteri, menekankan pentingnya menjalankan syari'at Islam.