Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini ditulis oleh Dhicky Prasetyawan Nim 4621026 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Tradisi Punjungan: Akulturasi Agama Dan Budaya Dalam Pernikahan Campuran Jawa-Minangkabau Di Nagari Ophir”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman budaya Indonesia, khususnya pertemuan antara budaya Jawa dan Minangkabau di Nagari Ophir, Kabupaten Pasaman Barat, sebagai hasil dari program transmigrasi dan mobilitas penduduk sejak masa kolonial. Fenomena pernikahan campuran antara kedua suku ini menciptakan ruang interaksi budaya yang intensif, salah satunya tercermin dalam pelaksanaan tradisi punjungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menekankan pada berbagai aspek kedalaman informasi yang di peroleh melalui wawancara dan didukung oleh metode observasi lapangan. Lokasi penelitian ini di Nagari Ophir, Kec Luhak Nan Duo, Kab Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Dalam pengumpulan data penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah pasangan pernikahan campuran Jawa-Minang. Dalam penelitian ini yang menjadi informan pendukung adalah tokoh adat Jawa dan Minang, dan masyarakat Nagari Ophir. Berdasarkan hasil penelitian terkait akulturasi agama dan budaya dalam pernikahan campuran Jawa dan Minang ditemukan bahwa: Pertama, pelaksanaan tradisi punjungan melibatkan enam tahapan utama, yaitu penentuan menu berkat, pemilihan penerima berkat, pemilihan utusan, mengantarkan berkat, sumbangan balik, dan pelaksanaan acara. Kedua, akulturasi dalam tradisi punjungan terjadi melalui empat bentuk utama, yaitu akulturasi simbolis, akulturasi ritual, akulturasi filosofis, dan akulturasi norma.