Abstrak
ABSTRAK Efriadi, NIM 4118065, Judul Skripsi: “Tradisi Ratik Tagak Jamaah Tarekat Syattariyah di Nagari Manggopoh (Studi Living Qur’an Terhadap Q.S Ali-Imran Ayat: 191)”. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djamek Bukittinggi 2023 M. Penelitan ini dilatarbelakangi adanya suatu praktek atau tradisi berzikir yang dilakukan oleh masyarakat setempat secara berdiri dan beramai-ramai, serta dalam keadaan berdiri di Nagari Manggopoh Kabupaten Agam. Munculnya suatu praktek pada kehidupan masyarakat yang dapat menjadi suatu kiblat yang mampu mengumpulkan banyak orang merupakan hal yang menarik untuk peneliti kaji, praktik dari suatu tradisi yang merupakan implementasi dari salah satu ayat al-Qur’an yaitu surat Ali-Imran ayat 191. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, yang mana dengan ini akan memberikan gambaran bagaimana al-Qur’an menjadi dasar atau pedoman dari praktek ini serta akan menjelaskan bagaimana pandangan masyarakat di Nagari Manggopoh mengenai al-Qur’an sebagai landasan dalam praktek ratik tagak ini. Informan dalam penelitian ini ialah orang yang melakukan praktek dan orang yang ikut serta dalam praktek ratik tagak. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu: Pertama, Tradisi ratik tagak di Nagari Manggopoh Kabupaten Agam ini sudah berlangsung sejak lama di daerah kenagarian manggopoh. Kegiatan ini sudah berlangsung secara turun-temurun. Waktu pelaksanaan kegiatan ini ada saatnya dilakukan pada bulan-bulan tertentu, yaitu Ramadhan dan Rabi’ul Awal. Adapun bentuk dari kegiatan ini adalah suatu kegiatan berzikir yang dilakukan secara beramai-ramai pada tempat tertentu yang di buatkan khusus sebagai sarana tempat pelaksanaan kegiatan. Dalam prakteknya kegiatan ini dipimpin oleh tiga orang tokoh agama yang bertugas dan diikuti oleh masyarakat yang hadir. Kegiatan ini dilaksanakan dalam kondisi yang awalnya semua pelaksana duduk dan kemudian berdiri hingga selesai serta diiringi dengan dentuman bedug. Adapun bacaan yang dibaca adalah kalimat لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰه dan kemudian dilanjutkan dengan menyebut kalimat الله pada saat berdiri. Kemudian ditutup dengan do’a oleh pemimpin ratik, namun ratik tetap dilanjutkan oleh para peserta ratik hingga selesai kurang lebih dua jam kedepan. Kedua, ratik tagak merupakan implementasi dari ayat al-Qur’an surah Ali-Imran ayat 191.